Entah kenapa kamu merasa akhir-akhir ini banyak banget undangan pernikahan dari teman-teman sepermainan. Teman yang dulu melakukan hal menggila bersama kamu, dari bolos berjamaah, pajamas party, hingga backpacking bareng. Eh, sekarang mereka udah jadi manten, bahkan nggak sedikit dari mereka yang udah pada gendong anak. Jadi, ibu muda.

Obrolan mereka pun udah berubah. Bukan lagi soal liburan, jalan bareng, kapan nyalon, atau berburu barang diskonan. Mereka mulai berbincang soal resep masakan buat suami, menjadi orangtua, serta perkara rumah tangga lainnya. Seketika kamu mulai merasa tersisih sekaligus bukan lagi bagian dari pembicaraan.

Advertisement

Apa kabarnya kamu yang jodoh saja seperti hilal yang belum nampak?

Dulu mungkin kamu termasuk yang santai soal jodoh. Tapi semenjak rekan satu gengmu udah pada ‘pecah telor’, kamu mulai galau…

P.S: Kata orang lainnya diganti teman.

P.S: Kata orang lainnya diganti teman. via www.brilio.ne

Beberapa tahun lalu, bayanganmu tentang pernikahan adalah sesuatu masih jauh untuk diraih. Buat kamu yang penting adalah sukses meraih impian dan membahagiakan orangtua. Namun, mendadak ketenangan hidupmu terguncang ketika menyadari bahwa sahabat sepermainanmu sudah berganti peran menjadi istri dan ibu rumah tangga. Bukannya iri, kamu cuma penasaran aja. Jodohmu sebenarnya sedang nyangkut di mana?

Apalagi saat kamu udah ngerasa roaming sama obrolan mereka. Dari popok bayi sampai caranya nyenengin suami. Huft~

Udah nggak bisa lagi deh kaya gini sama sohibmu. Mereka udah punya keluarga masing-masing.

Udah nggak bisa lagi deh kaya gini sama sohibmu. via elitedaily.com

Melly: Duh, kira-kira camilan apa ya yang cocok buat bayi seumuran 8-9 bulan gitu?

Dina: Kalau waktu anak pertama, seinget gue sih, gue bikinin puree buah gitu.

Dila: Nah, iya! Puree buah.

Rahma: Saran gue sih, biskuit bayi aja. Kalau lo nggak mau ribet.

Kamu: (membatin dalam hati) Elah, jodoh aja belum nampak, udah obrolin makanan bayi aja.

Advertisement

Okeh, kamu paham banget kalau ngobrolin soal parenting itu nggak harus menunggu untuk menikah dulu. Tapi pada situasi di mana kamu masih single, mendengar obrolan ala pengantin baru dan ibu muda bisa bikin kupingmu panas. Alhasil kamu cuma bisa duduk diam dan nggak tahu mau ikut menimpali apa.

Kamu pun berusaha tenang dan menerima keadaan. Nggak masalah jadi jomblo saat ini. Toh, kamu bisa bebas mengembangkan diri

Yeay! Kamu jadi bebas mengembangkan diri...

Yeay! Kamu jadi bebas mengembangkan diri… via favim.com

Jurus terjitu untuk nggak galau adalah dengan bersyukur. Mungkin ini saatnya kamu untuk lebih fokus mengembangkan diri. Karier adalah prioritasmu saat ini. Bukankah meningkatkan karier juga bagian dari memantaskan diri? Nggak hanya itu, kamu juga berusaha mengisi kesendirianmu dengan mengembangkan hobi dan lebih banyak waktu untuk membahagiakan orangtua. Lama-lama kamu menikmati juga kesendirian ini.

Namun ketika tengah asyik-asyiknya menikmati kesendirian, tiba-tiba ibumu nyeletuk minta mantu…

Lebih seram mama minta mantu kan?

Lebih serem mama minta mantu kan? via isengbbman.wordpress.com

Ibu: Yah, Ibu sih nggak mau minta yang macem-macem lagi. Cuma mau mantu sama cucu.

Kamu: -mendadak nahan nafas –

Ibu: Kok diem? Emang udah waktunya kan kamu menikah? Teman-teman Ibu semuanya udah pada punya mantu. Bentar lagi mau pada nimang cucu. Yahh.. Kapan ya Ibu kaya gitu?!

– Dan kamu pun ingin menangis miris, MANA JODOH GUEEE? MANAAAA? –

Bukan sekali dua kali kamu dengar ibumu ngasih sinyal agar kamu segera menikah. Namun, entah kenapa untuk yang kali ini ucapan Ibu kali ini sungguh-sungguh dari hati yang terdalam. Mendadak kamu jadi tertegun. Seketika, pembelaan akan statusmu saat ini jadi sia-sia. Kamu pun kembali gamang. Iya menikah. Tapi nikah sama siapa? 

Meski merasa sedikit terbebani, kamu berusaha menguatkan diri. Kamu tetap yakin bahwa manusia itu diciptakan berpasang-pasangan

Karena manusia diciptakan berpasang-pasangan...

Karena manusia diciptakan berpasang-pasangan. via canadaphotoconvention.com

Ketimbang iri dengan teman-teman yang udah menikah dan punya anak, kamu memilih untuk percaya bahwa manusia sejatinya diciptakan berpasang-pasangan. Tidak ada yang perlu disesali dan dirutuki dari kesendirianmu ini. Positive thinking saja, mungkin jodohmu saat ini tengah berjuang menjadi mapan supaya bisa segera melamarmu. See you on top!

Saking sudah biasa dihujani pertanyaan kapan nikah, kamu senyum aja dan menjawab singkat, “nanti sehabis ijab kabul.”

Jawab aja dengan becandaan...

Jawab aja dengan becandaan… via m.harianindo.com

Kapan lo kawin?

Kapan lo siap nyusul kita-kita? Inget umur!

Jawabanmu: Kawin? Ya, nantilah abis ijab kabul…

-.-

Menghadapi pertanyaan orang-orang soal pernikahan memang bikin bete. Pertanyaan yang bagi sebagian orang sederhana, namun begitu menohok bagi banyak fakir asmara. Daripada stres menghadapi pertanyaan orang-orang, jawab saja dengan lucu-lucuan. Udah, dibikin selow aja. Setuju?

Di atas segalanya, berpasrah memantaskan diri adalah jalan terbaik. Resah pun tak ada gunanya, karena jodohmu nanti akan tiba pada waktunya

Kamu hanya perlu memantaskan diri dan menyerahkan segalanya padaNya.

Kamu hanya perlu memantaskan diri dan menyerahkan segalanya kepada-Nya. via junebugweddings.com

Kamu: Tapi, gue udah berusaha memperbaiki penampilan lho. Pergaulan juga udah luas. Ibadah udah gue getolin juga. Kenapa ya, jodoh gue belum dateng juga?

Temanmu yang bijak: Ya belum saatnya. Percuma aja memperbaiki penampilan dan memperluas pergaulan, jika Tuhan belum berkata ‘Ya’ untukmu menikah.

Jalan terakhir dari persoalan jodoh ini hanya ada dua: berdoa dan memantaskan diri. Meski nggak jarang juga kamu membatin, “kenapa ya jodoh gue kok lama amat datengnya?!” Percuma aja galau nggak karuan kalau kamu nggak berikhtiar. Iya, berikhtiar dengan cara memantaskan diri dan banyak-banyak berdoa.

Memang berat menjadi jomblo di tengah teman-teman sepermainan yang udah pada jadi istri dan ibu. Belum lagi mamah minta mantu dan cucu. Duh, makin rumit aja hidupmu. Tapi, jangan khawatir, teruslah berusaha dan memantaskan diri. Kamu hanya perlu bersabar sedikit lagi!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya