Tujuan dua orang anak manusia yang disatukan dengan sebuah hubungan cinta yang penuh kasih sayang tentu sebuah pernikahan. Alangkah indahnya saat kita merajut mimpi ini bersama pasangan yang kita yakini menjadi orang yang tepat bersanding bersama kita dipelaminan. Segala hal mulai kita persiapkan, segala pernak-pernik pernikahan telah kita rancang dan mental kita sebagai calon suami-istri juga mulai kita tata.

Tapi apa yang terjadi sekarang? Semua rencana itu sia-sia. Dia pergi begitu saja setelah kita selesai merangkai indah semua mimpi itu. Rasanya hancur dan sakit sekali. Berusahalah untuk tenang dan tarik nafas yang dalam, apakah hidup akan berhenti sampai disini? Tentu tidak, berikut ini Hipwee hadirkan 6 hal yang bisa membuat kita move on dari pernikahan yang gagal.

Tak Perlu Mencari Kambing Hitam Pada Kisah Kita. Ini Bukan Salahmu yang Meninggalkan, Bukan Pula Salahku yang Berusaha Memperjuangkan. Mungkin Takdir Kita Memang Harus Begini.

Tak perlu menyesal dan menyalahkan siapa pun

Tak perlu menyesal dan menyalahkan siapa pun via pixshark.com

Advertisement

Memang kegagalan selalu membawa kepahitan, tapi janganlah menyalahkan diri sendiri jika yang kita rencanakan tidak berjalan seperti yang kita bayangkan. Jangan menyalahkan diri atas keputusan yang sudah diambil, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Jadikanlah itu sebagai pelajaran, jangan hanya menyesali dan menangisinya.

Ketika seseorang pergi dari kehidupan kita, maka biarkanlah dia pergi. Hidup kita terlalu berharga untuk meratapi diri sendiri untuk orang yang pergi meninggalkan kehidupan kita  dan meremehkan masa depan yang telah terangkai indah diangan-angan. Tapi jangan anggap dia jahat, anggaplah dia sebagai bagian dari cerita kehidupan kita, cerita yang sekarang sudah berakhir dan tak perlu diungkit lagi.

Tuhan Hanya KepadaMu Aku Kembali Dan Hanya PadaMu Aku Memohon Pertolongan Atas Segala yang Terjadi Dihidupku.

Serahkan segalanya pada Tuhan

Serahkan segalanya pada Tuhan via www.huffingtonpost.co.uk

Siapa yang ingin berada dalam kondisi seperti ini? Setelah lama bersama, merangkai masa depan idaman dan satu langkah lagi kita akan mencapainya bersama, lenyap begitu saja. Hanya Tuhan yang mengetahuinya, hanya Tuhan yang tau siapa yang terbaik untuk kita dan mendekatkannya jika waktunya telah tiba.

Advertisement

Bila Tuhan belum mengabulkan doa kita, bukan berarti Dia tak cinta. Tuhan memberi ujian untuk menguji kepantasan kita. Secara tak langsung Tuhan sedang menunjukan kasih sayangnya dengan menunjukkan siapa yang pantas bersanding dengan kita, Ingatlah bahwa Tuhan Maha Besar, jauh lebih besar dari semua masalah yang kita anggap besar itu. Maka kembalilah padaNya, dan percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.

Berbahagialah Dengan Diri Sendiri, Liburan Bisa Jadi Pilihan yang Bagus Untuk Melupakannya Dan Segala Kisahnya.

Berliburlah untuk menghibur diri

Berliburlah untuk menghibur diri via www.sheknows.com

Gagal menikah memang bukan akhir dari segalanya, tapi kondisi ini juga tak mudah untuk dihadapi. Air mata yang mengalir menggambarkan kepedihan, kekecewaan dan rasa sakit hati yang begitu dalam. Butuh waktu untuk menyembuhkan lukanya, terlebih saat kita mengharap dia menjadi yang terakhir dihidup kita dan membahagiakan hidup kita sampai ajal memisahkan. Tapi, sadarilah bahwa semua itu telah berlalu, dan saatnya melangkah kedepan.

Cobalah untuk pergi ketempat yang bisa menenangkan hati kita, luangkanlah waktu sebentar untuk menghibur diri dengan liburan. Liburan bisa membantu kita menghadapi masalah dan membuatnya terlihat mudah untuk dilalui. Buatlah liburan kita berkualitas, agar saat kembali nanti kita bisa menjadi pribadi yang baru dan penuh senyum kecerian.

Fokuskan Diri Pada Pekerjaan Dan Sedikit Demi Sedikit Beranjak Meninggalkan Segala Kenangan Tentangnya.

Menyibukan diri untuk sekadar mengalihkan fokus

Menyibukan diri untuk sekadar mengalihkan fokus via www.hackcollege.com

Kedewasaan memang sangat diuji saat menghadapi masa-masa sulit seperti ini. Beberapa orang bilang carilah kesibukan agar tak terlalu memikirkannya. Ya, memang benar. Dengan menyibukan diri kita bisa mengalihkan fokus kepada hal lain. Misalnya saja pekerjaan, kita bisa menyibukan diri dengan pekerjaan yang membuat kita tak lagi memikirkannya.

Jangan berlarut-larut menghadapi masalah ini, kita harus bisa tetap berjalan maju dan melanjutkan hidup seperti biasanya. Jika teman-teman kantor menanyakan hal-hal mengenai masalah ini, tak usah banyak berkomentar dan tetaplah bekerja dengan giat untuk menyibukkan diri dan mencapai karir yang gemilang.

Mereka yang Sering Terlewatkan, Padahal Keberadaan Mereka Sangat Berarti. Luangkan Waktu Untuk Keluarga Dan Teman-teman Tercinta.

Besama teman dan keluarga bisa menjadi kebahagian tersendiri

Besama teman dan keluarga bisa menjadi kebahagian tersendiri via www.allianceabroad.com

Tak ada yang lebih mengerti kita dari keluarga dan teman dekat. Semua orang mungkin akan membicarakan kisah pilu kita dan bahkan mungkin ada yang mencibir. Tapi mereka selalu ada disana memberi semangat dan menguatkan kita. Tuhan mengirimkan mereka untuk membantu kita menghadapi hal-hal terburuk dalam hidup.

Bersyukurlah kita mempunyai orang-orang yang tulus dan menyanyangi kita apa adanya. tak pernah meninggalkan kita dalam keadaan sesulit apapun. Mereka-lah yang rela meluangkan waktu mendengarkan cerita penuh air mata, mereka yang rela berbagi hati untuk turut merasakan kepedihan, dan mereka yang punya tenaga lebih untuk membantu kita bangkit dari keterpurukan. Luangkanlah waktu untuk bisa berbagi tawa bersama mereka dan menghapus luka.

Katakan “Inilah Aku yang Baru!” Selamat Tinggal Masa Lalu Dan Terimakasih Atas Pelajaran Mahal yang Kau Berikan. Kini Aku Bersiap Menyambut Masa Depan Bersama Seseorang yang Lebih Baik.

Aku siap menyambut cinta baru

Aku siap menyambut cinta baru via galleryhip.com

Siap atau tidak, kita harus membuka hati untuk orang lain yang benar-benar mencintai kita dan tak akan menyia-nyiakan kita. Tak boleh ada kata trauma atau takut untuk membuka diri untuk merajut hubungan dengan orang lain. Karena tak ada alasan yang kuat untuk menyalahkan hubungan yang gagal, yang terjadi adalah kita dipertemukan dengan orang yang salah.

Percayalah jika Tuhan telah menyiapkan orang yang jauh lebih baik. Jika kita mengimaninya, maka tak ada kata lelah mencoba membuka hati. Jangan mau terus terpuruk saat dia sudah tersenyum bersama orang lain, kita juga pantas mendapat kebahagian dan kedamaian walau tak bersamanya yang telah berlalu.

Kesedihan yang berlarut-larut tak akan menyelesaikan masalah, walau menangis memang bisa dimaklumi. Jangan bersedih berlebihan, karena tak hanya kita tapi orang-orang disekitar kita juga ikut bersedih. Jadi, tatalah hidup seperti sedia kala dan kembalilah tersenyum bersama orang-orang terdekat kita serta jangan ragu membangun hubungan yang baru dengan orang yang lebih baik. Jadikanlah masa lalu sebagai pelajaran, hadapilah masa sekarang dan masa depan dengan penuh percaya diri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya