Artikel Hipwee ini dipersembahkan oleh Kesatria Semangat Mizone. Minuman yang bisa membangkitkan semangatmu demi mewujudkan mimpi.

Hey, pejuang yang biasanya keras kepala. Sebenarnya aku belum juga habis pikir kenapa semangatmu sekarang sedang seperti pasangan LDR yang dihajar jarak sekian lama. Kamu yang biasanya yakin kalau semua bisa diusahakan, malah memilih mundur dan tidak mau menghadapi kenyataan. Seperti ada dementor yang menghisap semua keyakinan.

Kamu tentu mengenal baik siapa dirimu. Sejauh ini kamu tidak dilahirkan untuk jadi pecundang. Kamu pun tidak dididik untuk mudah menyerah pada tantangan. Aku memahami perjuanganmu yang tak ringan — tapi maukah kali ini kamu menguatkan langkah, hingga impian itu tergenggam tangan?

Impian pernah jadi seperti pacar yang kamu perjuangkan mati-matian. Meski banyak orang menyangsikan, kamu memilih untuk kuat bertahan

Meski banyak orang menyangsikan kamu memilih untuk kuat bertahan

Meski banyak orang menyangsikan kamu memilih untuk kuat bertahan via pinterest.com

Dulu, kamu pernah percaya bahwa tak ada batasan dalam pencapaian. Selama sesuatu diperjuangkan, semesta akan berbaik hati mengabulkan. Impian pernah jadi dorongan terkuatmu dalam berjuang, membuatmu lupa makan, membuatmu rela berjaga dalam malam-malam panjang.

Seperti mahasiswa teladan yang rajin mencatat setiap perkataan dosennya, kamu pun menuliskan dengan rinci setiap langkah dalam menggapai mimpi yang terbayang di pikiran. Di kamarmu terdapat jurnal impian yang cukup panjang. Sekilas isinya terdengar tidak masuk akal: kamu ingin cuti di pertengahan kuliah, exchange ke Jepang dan Amerika demi melihat dunia, menikah, melanjutkan S2, lalu berkiprah di lembaga non profit dan media.

Buatmu, impian seperti pacar kesayangan yang harus rela membuatmu berjuang mati-matian. Orang boleh bilang apa saja, tapi selama keyakinan ada di dada segalanya layak diperjuangkan. Impian pernah membuatmu percaya dua hal sederhana:

Tidak ada keinginan yang terlalu tinggi jika diperjuangkan sepenuh hati. Sesuatu yang diupayakan pasti memberikan balasan yang sepadan.

Kurang tidur, harus berjibaku di tengah kemacetan, sampai mengejar bus di tanah orang pernah kamu lakukan. Sebenarnya kamu punya daya untuk mengalahkan semua tantangan

Sesungguhnya kamu punya kekuatan untuk menaklukkan tantangan

Sesungguhnya kamu punya kekuatan untuk menaklukkan tantangan via pinterest.com

Pasti masih segar di kepala — bagaimana bahagianya diri waktu bisa mencoret satu dua hal dari daftar mimpi-mimpi. Ada rasa puas yang tidak bisa dijelaskan ketika impian yang sudah tertulis mendapatkan garis panjang, tanda sudah lunas dilakukan.

Tapi melunasi mimpi jelas bukan pekerjaan mudah. Kamu yang bercita-cita jadi pilot pernah mengumpulkan miniatur pesawat hanya untuk menghapal setiap bagiannya di luar kepala. Kamu yang bercita-cita jadi wartawan pernah membaca buku banyak-banyak sepanjang liburan sekolah demi menambah kosa kata dan diksi agar makin kaya. Impianmu jadi gitaris handal membuatmu rela kelaparan karena menabung demi membeli senar.Bahkan kamu yang tak suka Fisika dan Kimia pun rela berlama-lama di depan kertas buram dan coretan rumus agar bisa lulus tes seleksi pendidikan dokter.

Impian yang sekarang membuatmu hampir menyerah ini adalah bahan bakar yang sama yang pernah membuat matamu berbinar-binar. Lalu kenapa sekarang amunisi ini justru membuatmu gentar?

Sebenarnya ingin kutoyor kepalamu yang kadang sekeras batu itu. Menyerah sekarang berarti menyia-nyiakan masa mudamu

Menyerah sekarang berarti menyia-nyiakan masa mudamu

Menyerah sekarang berarti menyia-nyiakan masa mudamu via pinterest.com

Masa muda panjangnya tak seberapa. Waktu akan berlalu dengan cepat, tanpa terasa transisinya. Saat ini bisa jadi kamu masih mahasiswa yang merasa punya banyak waktu untuk berleha-leha. Tapi 2-3 tahun lagi kamu sudah bertransformasi jadi orang dewasa muda yang punya banyak kewajiban.

Kecemasan yang sekarang terasa begitu penting macam,

“Makan apa ya malam ini?”

“Mati gue belum nonton The Avengers yang baru padahal bentar lagi habis di bioksop.”

Akan berganti dengan kecemasan-kecemasan yang lebih esensial,

“Duit DP KPR dapat dari mana?”

“Pampers anak ngabisin duit banget ya ternyata?”

Selagi masih punya waktu dan tenaga, kenapa tidak memaksimalkan segala upaya? Kejar cita-citamu yang ingin merasakan pengalaman kuliah di luar negeri lewat program exchange student, wujudkan angan-anganmu memperkaya CV dengan jadi relawan di kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan oleh NGO lokal, masukkan karyamu ke media besar agar bakat terpendammu bisa didengar khalayak luas.

Jika mimpi-mimpi itu belum terlunasi, sampai nanti pun kamu masih akan terus dihantui. Ruang kecil di dalam hati yang berisi penyesalan tak akan membuatmu pernah merasa nyaman.

Langkah awal untuk mewujudkan impian tak lebih seperti proses pendekatan. Setelah mendapatkan keberanian, langkah selanjutnya akan jauh lebih ringan

Setelah mendapat keberanian, langkahmu akan jauh lebih ringan

Setelah mendapat keberanian, langkahmu akan jauh lebih ringan via tumblr.com

Seperti skripsi yang harus dimulai dari bab 1, langkah mewujudkan mimpi juga harus diawali dari satu langkah sederhana dulu.

Kamu yang ingin traveling ke pulau terluar Indonesia bisa mulai jalannya dengan rajin menyambangi laman maskapai yang sering menawarkan tiket promo. Baca blog travel blogger Indonesia demi mendapatkan semangat berpetualang seperti mereka. Selanjutnya tentu kamu perlu menabung agar impianmu tak hanya jadi angan-angan saja.

Setelah langkah pertama terhela, jalan-jalan lain akan terbuka. Kamu bisa mendapatkan kenalan sesama pejalan yang bisa jadi teman perjalanan, setelah rajin menyambangi forum traveling lokal kamu pun bisa dapat host yang mau menampungmu di destinasi impian hingga kamu tak keluar uang untuk penginapan. Dalam mewujudkan mimpi langkah pertama memang yang paling sulit, namun setelah langkah ini bisa dihela jalan selanjutnya akan lebih ringan.

Diriku, yakinlah bahwa semangat mewujudkan impian bisa dipanggil ulang. Jadi Kesatria Semangat membuatmu selangkah lebih dekat pada sebenar-benarnya status pemenang

Dengan mengobarkan semangat kamu akan lebih dekta pada status pemenang

Dengan mengobarkan semangat kamu akan lebih dekta pada status pemenang via tumblr.com

Semangat mewujudkan impian bukan tisu sekali pakai yang tak lagi bisa digunakan setelah sejenak dibuang. Ia selalu bisa dipanggil ulang, bahkan dengan cara-cara sederhana yang sebelumnya tak terpikirkan. Seperti minum Mizone di tengah kesibukan. Kandungan vitamin, mineral, plus aroma dan rasa uniknya membangkitkan semangatmu yang sempat hilang.

Masih kurang alasan? Saat impian pribadi tak cukup jadi alasan kuat untukmu mengambil langkah meraih mimpi, harapan orang-orang terdekat bisa jadi penyemangat yang tak kalah hebat. Bayangkan hangatnya hatimu saat keberhasilanmu mengukirkan senyum di wajah ayah dan ibumu. Bayangkan wajah terharu pacar, suami, atau istrimu saat mereka mendengar berita soal keberhasilanmu.

Jadi pribadi yang gigih mengejar mimpi bukan cuma soal memenuhi hasrat dalam diri. Ada orang-orang yang juga akan merasa sangat bahagia jika impianmu terealisasi.

Kamu boleh mimpi setinggi-tingginya. Sampai mengajukan harapan gila. Percayalah, diriku, selama mau berusaha semesta pasti mengabulkannya

Selama mau berusaha, semesta pasti mengabulkannya

Selama mau berusaha, semesta pasti mengabulkannya via tumblr.com

Sebutkan impian tergilamu yang rasanya tak akan pernah bisa diwujudkan.

Kuliah di Sciences Po, Le Havre, Perancis untuk mendalami tentang Korea Utara?

Bertoga di Gunung Rinjani demi merayakan keberhasilanmu sudah diwisuda?

Mengambil jeda 1 tahun sebelum mulai bekerja untuk mendalami kord gitar Lamb of God yang terkenal maha dahsyat susahnya?

Atau menikah muda selepas lulus kuliah meskipun masih jadi freelancer yang gajinya tak seberapa?

Alasan terlalu mahal, tidak berani mengambil risiko, tak punya waktu, sampai takut karena impian itu terdengar tak masuk akal boleh jadi alibimu. Tapi yakinlah pada semesta, dia bukan Ibu tiri jahat yang tak mau mendengar semua permintaan anaknya. Semesta sangat baik hati, dia akan membukakan pintu bagi mereka yang mau menyingsingkan lengan dan semangat berjuang meraih mimpi.

Ternyata sesederhana itu cara mengukur kualitas kita sebagai manusia. Seberapa kuat kita memperjuangkan mimpi, maka dalam ukuran itu kita layak dihargai.

Segala keputusan kembali ke tanganmu — manusia seperti apakah kamu ingin diingat di akhir hari? Dia yang pecundang kah? Atau dia yang gigih mewujudkan mimpi yang telah terejawantah jadi janji?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya