Setelah berjuang mati-matian merampungkan tugas akhir sebagai mahasiswa yakni skripsi, kini tiba waktunya untukmu bergulat dengan agenda mencari pekerjaan. Ini adalah hal baru yang sesungguhnya menantang untukmu.

Di satu sisi kamu merasa senang karena telah berhasil mengantungi gelar sarjana. Di sisi lainnya kamu juga cemas menanti berbagai kejutan dunia kerja yang menantimu di depan sana.

Advertisement

Jika tadinya kegiatanmu diisi dengan bimbingan dan mengejar dosen, kini kamu sibuk menelusuri lowongan pekerjaan. Ternyata tak semudah itu mengunci posisi di perusahaan impian. Kadang kamu  sampai dibuat bertanya-tanya: apakah gelar yang sudah kamu sandang akan sia-sia?

Tak tepat sebenarnya jika kamu merasa sia-sia. Kecemasanmu justru menunjukkan kedewasaan mental yang kamu punya

terus menanti pekerjaan

terus menanti pekerjaan via www.google.co.id

Meski perjuangan untuk mendapat pekerjaan tak bisa dibilang mudah, sebenarnya kamu tak perlu merasa gelarmu sia-sia. Kecemasan yang kamu rasakan saat ini justru membuktikan bahwa kamu punya mental yang dewasa. Artinya, kamu sudah cukup tahu bahwa setelah lulus, kamu tak boleh terus menggantungkan hidup di pundak orangtua.

Walau butuh waktu lebih lama dari ekspektasimu untuk mendapatkan kerja, tak ada alasan buatmu untuk berhenti. Kamu baru saja lulus, jangan lupa pada bakat yang kamu punya hanya karena kamu belum berkesempatan mengaplikasikannya. Nilai di atas rata-rata dan reputasi universitasmu yang terpercaya layak membuat kamu percaya diri dalam mengais kesempatan kerja yang tersedia. Pasti ada pekerjaan terbaik yang tersedia di luar sana.

Kadang rasa bosan rawan menyerang. Namun di tengah kebosanan ini, sebenarnya ada peluang untuk mengembangkan diri

Gali sesuatu yang lebih dalam

Gali sesuatu dari dirimu via mycafesupplies.com.au

Advertisement

Sekarang kamu lebih banyak ada di rumah, sementara dulu terbiasa disibukkan oleh aktivitas kuliah. Tentu ini membuatmu rawan diserang rasa bosan. Kamu gatal ingin melakukan sesuatu dan memanfaatkan gelar sarjanamu. Rasa bosan ini semakin bertambah ketika saat melihat teman-teman lainnya berhasil mendapat kerja terlebih dahulu. Di satu sisi kamu mengamini capaian mereka. Di sisi lain, ada keinginan mendidih untuk mendapat keberuntungan serupa.

Tak seperti saat kuliah dulu, waktu 24 jam dalam sehari terasa begitu lama. Mau minta uang dari orangtua rasanya kamu sudah tidak tega. Namun sebenarnya ini adalah peluang bagimu untuk mengembangkan diri. Lepas dari tanggung jawab kepada dosen dan belum diikat kewajiban pada perusahaan, kamu punya peluang untuk melakukan sesuatu murni untuk kesenanganmu sendiri. Apa yang selama ini kamu sukai, tapi selalu ditunda-tunda pengerjaannya karena kesibukanmu menyusun skripsi? Bongkar lagi novelmu yang belum sempat selesai kamu tulis. Pelajari lagi cara membuat berbagai prakarya, hitung-hitung untuk menghias kamar. Bahkan kamu bisa menghabiskan waktumu untuk belajar koding, bahasa asing, dan gitar. Semua ini bisa kamu pelajari gratis secara online, lho!

Di tengah beratnya perjuangan memapankan masa depan, Tuhan menguatkanmu dengan mengirimkan orang-orang terbaik di belakangmu

mendapat dukungan

mendapat dukungan via www.google.co.id

Meski harapanmu harus tertunda karena berbagai kegagalan yang menghampiri, sesungguhnya ada secuil semangat yang tetap ada dalam hati. Keinginan untuk tetap bisa bekerja di bidang atau perusahaan impian seolah menjadi minyak penyemangat yang membakar terusmu untuk terus bergerak maju. Kiriman dukungan dari orangtua dan sahabat terdekat ikut pula menjadi alasanmu untuk menyerah.

Pernah terpikir olehmu memang untuk diam saja menanti keajaiban. Tapi ternyata Tuhan tidak sebegitu jahatnya dengan mengantarkan cobaan tanpa menitipkan kekuatan untuk melawaan cobaan tersebut. Melalui orang-orang di sekitarmu nyatanya kini kamu seolah memiliki kaki yang lebih kuat untuk berlari. Alih-alih bersikap murung kamu justru menempa diri dengan berbagai kemampuan baru yang menambah nilai jual.

Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Tuhan tak memberimu cobaan yang tak kuat kamu tuntaskan bebannya

pasti bisa sukses

pasti bisa sukses via www.google.co.id

Entah sampai kapan kamu bisa bertemu dengan keberhasilan. Mungkin hari ini, besok, atau bisa jadi lusa. Tapi kapan pun waktu itu datang, satu yang selalu kamu ingat bahwa kerja keras yang sudah dilakukan pasti berbuah manis. Kamu hanya perlu mempersiapkan yang terbaik sambil menyerahkan sisanya kepada Sang Maha Kuasa.

Masa berat pasti akan terlewati. Tingginya ombak penantian akan menemukan akhirnya. Kamu hanya perlu percaya semakin baik kamu mengukir semua kemampuan maka jawaban manis akan tersedia di depan sana. Banyaknya kegagalan yang harus dicicipi kini adalah modal untukmu menjadi pemenang. Selamat berjuang ya!

Meskipun saat ini kamu harus berjibaku dengan kerasnya mencari pekerjaan dan berkali mengalami penolakan oleh perusahaan, tapi percayalah selama kamu terus berusaha akan ada jawaban manis di depan sana. Percayalah adalah jawaban manis yang telah Tuhan persiapkan untuk setiap kerja keras dan doa yang hambanya lakukan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya