Aksi Haru Siswa SMP di Tasikmalaya Patungan Beli Sepatu untuk Teman, Ramai Tuai Apresiasi

Kisah sejumlah siswa SMP patungan untuk membelikan sepatu temannya yang jebol tengah viral di media sosial. Para siswa tersebut diketahui duduk di bangku kelas 8 SMP Negeri 3 Tasikmalaya, Jawa Barat. Video yang merekam momen mengharukan tersebut sukses menarik perhatian banyak warganet, tak sedikit yang memuji aksi mereka.

Meski terlihat sederhana, aksi para siswa SMP tersebut sarat akan makna. Mereka secara tidak langsung telah membuktikan pada khalayak ramai betapa kuatnya solidaritas dan tenggang rasa di antara mereka. Secara eksplisit, para siswa SMP tersebut ingin menunjukkan bahwa sejatinya sebagai makhluk sosial memang sudah seharusnya saling peduli dan tolong menolong ketika melihat orang lain dalam kesusahan.

ADVERTISEMENTS

Aksi siswa SMP di Tasikmalaya patungan beli sepatu temannya banjir pujian warganet

Aksi patungan membeli sepatu baru untuk teman yang dilakukan para siswa SMP Negeri 3 Tasikmalaya ini menyedot perhatian warganet. Pasalnya, video yang merekam aksi mereka itu tengah viral di media sosial. Adapun video inspiratif tersebut diunggah oleh akun Twitter @akuluka pada Kamis (9/3).

Dalam video singkat itu, tampak sang pengambil video merekam kondisi sepatu dari teman sekelas yang terlihat sudah jebol dan rusak sehingga memperlihatkan sebagian kaus kaki yang dikenakan temannya. Lantas, siswa SMP tersebut berinisiatif menggalang dana alias patungan.

Di atas secarik kertas, tertulis ‘sodakoh peduli’ beserta target uang yang harus dikumpulkan. Tertulis pula nama-nama siswa yang telah memberi bantuan uang yang tidak dipatok besarannya. Lantas, si perekam video juga menunjukkan uang yang telah berhasil dikumpulkan.

Merekapun berhasil mencapai target dan membeli sepatu baru untuk temannya. Para siswa tersebut sengaja menyembunyikan kotak sepatu di bawah meja, sebelum akhirnya membuat kejutan kecil-kecilan lantas memberikan sepatu baru itu pada teman mereka. Senyum mengembangpun menghiasi bingkai wajah teman mereka yang menerima sepatu tersebut. Mereka saling bertepuk tangan dan menepuk punggung temannya.

Aksi sejumlah siswa SMP itu mendapat beragam respons positif. Sebagian warganet tidak segan memuji sekaligus mengaku salut atas kekompakan mereka.

“Nah klo begini baru keren… Kalian hebat.” tulis akun @y****

“Ini yg ngasih bahagia, yg dikasih juga bahagia.” Tulis akun @p****

“Kalian tidak akan tau ketika ia sukses sepatu itu tidak akan melekat di kakinya namun di hatinya.” tulis akun @d****

“Solidaritas seperti ini yang baik… kelak akan jadi kenang-kenangan tak ternilai.” tulis akun @o****

Ada pula warganet yang mengatakan jika aksi para siswa SMP tersebut sangat mengharukan, berbeda dari anak-anak remaja kebanyakan.

“Senyumnya priceless bangetttt.” tulis akun @b***

“Pertemanan itu begini! Bukan malah saling bully dan umbar aib temen untuh hepi2.” tulis akun @r***

“Semoga yang diupload di medsos dibanyakin yang begini, anak remaja indo masih banyak yg baik kok.” tulis akun @s***

“Begini lebih bermanfaat daripada bikin gangster2an yg bikin malu ortu.” tulis akun @w***

ADVERTISEMENTS

Tak hanya para siswa saja, orang tua juga turut membantu patungan

Aksi siswa SMP patungan beli sepatu untuk temannya

Aksi siswa SMPN 3 Tasikmalaya patungan beli sepatu baru untuk temannya viral di medsos / Credit: Photo by @rfirzl on TikTok

Melansir Detik.com (Jumat, 10/03), seorang siswi bernama Raisya menceritakan kisah di balik aksi mengharukan siswa SMP Negeri 3 Tasikmalaya itu. Raisya mengatakan aksi tersebut bermula ketika salah satu siswa laki-laki menceritakan pada siswa lainnya tentang sepatu temannya yang tampak bolong. Siswa laki-laki tersebut berinisiatif mengajak teman-teman yang lain untuk patungan uang. Tak diduga, aksi mereka itu turut didukung pula oleh orang tua siswa yang juga turut memberikan bantuan.

“Awalnya ada teman aku cowok, bilang ke teman-teman lain, katanya ada temen kita yang sepatunya udah bolong. Terus dia ngajak patungan. Ya udah kita patungan, ada orang tua juga yang nambahin.” jelas Raisya dikutip dari Detik.com.

Para siswa SMP itupun menyisihkan sebagian uang jajan mereka dan berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp217 ribu. Alhasil, uang yang terkumpul akhirnya dibelikan sepatu secara daring. Melansir Detik.com, Raisya mengungkapkan tidak ada maksud aksi mereka itu ingin diviralkan.

“Kami urunan Kamis kemarin (2 Maret 2023), belinya dipesan dan divideoin Selasa 7 Maret 2023 lalu diupload di medsos, nggak ada niat mau diviralkan.” ungkap Raisya.

Raisya juga menambahkan bahwa tindakan mereka tersebut didasari rasa solidaritas antar teman. Mereka tidak tahu menahu mengenaik kondisi ekonomi keluarga teman mereka itu. Seisi kelas terdorong ingin memberikan sepatu baru pada teman mereka yang bernama Yandi karena melihat temannya itu pergi ke sekolah mengenakan sepatu yang sudah bolong dan tidak layak lagi.

“Kalau itu tidak tahu, kita hanya ingin membantu saja.” tambahnya.

ADVERTISEMENTS

Aksi terpuji siswa SMP di Tasikmalaya ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya hingga gubernur Jawa Barat

Aksi siswa SMP patungan beli sepatu untuk temannya viral di medsos

Aksi siswa SMP patungan beli sepatu untuk temannya banjir apresiasi dari berbagai kalangan / Credit: Photo by Ridwan Kamil on Instagram

Melansir Detik.com (Jumat, 10/03), Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Tasikmalaya Bidang Humas, Tanti Damayanti, menyebutkan jika para siswa kelas 8B merupakan kelas yang kompak dan solid. Ia juga menambahkan pihak sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan dan pendidikan karakter pada para siswa.

“Pendidikan karakter itu terus kami upayakan diinternalisasi dalam perilaku siswa. Sebenarnya siswa di kelas lain juga sering melakukan kegiatan serupa, hanya kebetulan ini yang viral. Biasa tiap hari Jumat ada program sedekah juga.” ucap Tanti.

Aksi para siswa SMP Negeri 3 Tasikmalaya itupun direspons positif oleh Kadisdik Kota Tasikmalaya, Ely Suminar. Melansir Kumparan.com (Jumat, 10/3), Ely mengapresiasi kepedulian para siswa tersebut terhadap teman sekelasnya.

“Ya bagus Alhamdulillah, itu yang kami harapkan kepedulian ke sesama teman ya. Kepedaan terhadap lingkungan juga terbangun di sana. Apalagi kita sedang banyak dipertanyakan soal geng motor dan sebagainya.” Tutur Ely dikutip dari Kumparan.com (Jumat, 10/3).

Ely juga bersyukur karena aksi tersebut menandakan bahwa pendidikan karakter di sekolah telah berhasil dan membuahkan hasil positif.

“Hasil didikan kita itu sekarang sedikit membuktikan bahwa teman-temannya mempedulikan sahabat-sahabatnya. Itu suatu hal yang patut diapresiasi dari kami ya untuk anak-anak. Bahwa banyak juga anak-anak yang tidak seperti dibayangkan.” ungkap Ely.

Tak hanya pihak sekolah dan Kadisdik Kota Tasikmalaya saja yang merespons positif aksi para siswa SMP Negeri 3 Tasikmalaya tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun ikut memberikan apresiasinya. Melalui akun Instagram miliknya, orang nomor satu di Jawa Barat itu memuji para siswa SMP Negeri 3 Tasikmalaya yang tetap memiliki rasa empati tinggi dan berani anti mainstream di tengah pemberitaan bullying, tawuran dan hilangnya etika.

“Selamat ya anak-anakku sayang, kamu semua adalah teladan, melawan viralnya berita bully, viralnya tawuran, viralnya hilang etika dll. Dan ingat, bersemangatlah untuk selalu menjadi golongan tangan di atas.” tulis Ridwan Kamil dalam unggahan Instagram miliknya (Jumat, 10/3).

Adapun siswa SMP Negeri 3 Tasikmalaya yang diberikan kejutan berupa sepatu baru oleh teman-temannya itu bernama Yandi. Selama ini, Yandi tinggal bersama neneknya sementara sang ibu telah lama meninggal dunia sedangkan sang ayah berprofesi sebagai tukang siomay keliling. Yandi mengaku dirinya sangat bersyukur memiliki teman-teman yang baik dan peduli terhadap dirinya.

Nggak ada, baik-baik semua. Ketawa-tawa saja, nggak pernah ada yang mengejek. Saya juga tidak meminta-minta, terus saya juga kan sering bantu teman juga walaupun bukan membantu uang, kita saling lah.” jelas Yandi dikutip dari Detik.com (Sabtu, 11/03).

Yandi juga mengatakan jika dirinya bangga mempunyai teman-teman yang tidak membeda-bedakan status sosial dan ekonomi dalam lingkaran pertemanan mereka.

“Tak ada yang mengejek saya pakai sepatu baru hasil urunan. Malah saya merasa bangga punya teman-teman yang baik. Memang sih, hampir satu sekolah rasanya ngeliatin sepatu yang saya pakai, mungkin karena keren.” tutur Yandi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Writing...