“Kamu enak banget sih, kerja di rumah!”

“Bisa bangun jam berapa aja ya kamu, enaknya!”

“Jam segini baru bangun? Enak banget sih kamu nggak perlu ngantor!”

Terbebas dari jam kerja formal mulai jam 9 pagi hingga 5 sore nampaknya menjadi impian bagi banyak orang. Kamu bisa bekerja santai, dengan pakaian yang ‘seadanya’, nggak bakal terjebak macet, polusi, berdesak-desakan di kendaraan umum, bahkan mengatur jam kerjamu sendiri.

Advertisement

Sekarang tidak semua pekerjaan harus dikerjakan di kantor. Desainer grafis, misalnya. Banyak pekerja lepas desainer grafis yang merintis karir tidak dari kantor resmi. Mereka membangun sendiri ‘kerajaan’ impian dimulai dari nol. Sehingga mau tak mau mereka harus berjuang dengan keras melawan semua godaan yang muncul ketika bekerja di kantor bukanlah sebuah pilihan. Jika kamu bekerja di rumah, hampir semua temanmu mungkin iri padamu karena memiliki keistimewaan tersebut. Namun nampaknya mereka nggak tahu kalau bekerja di rumah itu memiliki tantangan tersendiri. Untuk kamu yang bekerja di rumah, mungkin kamu sudah akrab dengan hal-hal berikut.

1. Memang, bekerja di rumah membuatmu santai jika sudah menyangkut soal setelan yang akan dikenakan. Apapun dikenakan selama kamu merasa nyaman.

Kerja di rumah

Kerja di rumah via www.photoree.com

Untukmu yang bekerja di rumah atau memiliki usaha, masalah ‘pakaian dinas’ nampaknya tak terlalu kamu pikirkan terlalu berat karena kamu bisa bekerja dengan setelan apa saja asalkan membuatmu nyaman. Mau kerja pakai piyama? Boleh. Pakai kaos dan celana pendek? Siapa takut?

2. Meskipun terbebas dari jeratan dress code, izin sakit atau weekend tak berlaku buatmu. Mau Sabtu, mau Minggu, sakit atau sehat, seringnya kamu harus tetap kerja.

Kerja di rumah

Kerja di rumah via www.dailyworth.com

Kamu nggak bisa izin sakit ke bagian personalia, karena kamu sudah berada di rumah sepanjang hari. Nggak perlu surat izin dokter juga. Dan karena kamu ada di rumah, kamu juga nggak perlu memaksakan diri untuk cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan.

3. Karena nggak pernah kelihatan keluar rumah dengan setelan kerja, para tetangga pun mengira kalau kamu pengangguran

Aku mah apa atuh

Aku mah apa atuh via whatstrending.com

Advertisement

Mereka berpikir kalau kamu seharian main video games atau internetan sepanjang hari. Mungkin memang terkadang kamu main video games atau internetan, tapi itu hanya sebagai selingan dan hiburan ketika kamu sedang bosan saja. Agar tak mengundang perbincangan tetangga, nggak ada salahnya kamu keluar rumah tiap sore untuk sekedar menyapa mereka dan berbincang dengan tetangga sehingga mereka tahu apa yang sebenarnya kamu kerjakan.

4. Jangankan tetangga. Kalau kamu nggak komunikatif, tak menutup kemungkinan bahwa keluargamu pun akan memiliki pikiran yang sama.

Peeeeewdiepie

Peeeeewdiepie via www.gizmoids.com

Dan karena kamu nggak punya tempat tinggal sendiri, kehadiranmu di tengah-tengah mereka pastinya mengundang tanya.

“Sebenernya kamu kerja apa sih? Kok Mama nggak pernah lihat kamu pergi ngantor?”

5. Mengerjakan tugas dan nonton serial TV secara maraton? Kamu ahlinya.

Multitasking

Multitasking via www.lapresse.ca

Percayalah, kemampuanmu dalam melakukan multitasking benar-benar mencapai batas maksimal. Kamu masih mampu mengerjakan tugas sembari menonton serial TV kesukaan.

6. Belum mandi dan harus meeting sama klien? Nggak masalah, secara kamu hanya bertemu via webcam saja.

Yang penting atasan rapi

Yang penting atasan rapi via jobs.aol.com

Jangan khawatir bau badanmu akan mengganggu klien, karena kalian nggak bertemu secara langsung. Dan klienmu pun mungkin nggak tahu kalau kamu sebenernya masih mengantuk dan belum mandi sama sekali. Yang penting selalu pasang badan dan siap bekerja sama kapan saja.

7. Tapi enaknya, jam kerja yang tak resmi membuatmu bisa memulai happy hour kapan saja.

Have fun

Have fun via jobs.aol.com

Jika kamu merasa sedang suntuk dan tak memiliki inspirasi untuk bekerja, kamu bisa melakukan apapun untuk menaikkan suasana hati sehingga nggak bete lagi. Jam 3 sore ke luar rumah dan makan steak? Siapa takut.

8. Hidupmu tergantung sama inbox di handphone. Pekerjaan bisa dimulai kapanpun ketika email dari klien berdatangan.

Sorry, ada e-mail dari klien

Sorry, ada e-mail dari klien via www.hindustantimes.com

Karena hanya berinteraksi dengan klien via internet, maka kehidupanmu pun tergantung dengan yang namanya gawai. Tiada hari tanpa mengecek e-mail yang masuk dan kamu berusaha untuk membalasnya secepat mungkin. Seringkali teman-temanmu mengeluhkan kebiasaanmu yang sebentar-sebentar melihat ke layar handphone, mereka kira kamu nggak menikmati waktu bersama mereka.

Seandainya saja mereka tahu bahwa saat itu kamu lagi transaksi penting…

9. Me-time tak pernah jadi masalah bagimu. Syaratnya, kamu selalu mampu untuk menyesuaikan jam kerjamu dengan kehidupanmu.

Main sama teman

Main sama teman via basrijksen.com

“Main, yuk!”

“Oke, jam berapa aja aku ngikut sama kamu deh.”

“Jam 10 aku jemput kamu ya, soalnya malam ini aku lembur.”

Dalam hati kamu senyum-senyum aja karena kamu nggak tahu gimana rasanya lembur. Kamu juga lebih mampu untuk menyesuaikan jam bermainmu bersama teman-teman karena kamu selalu bisa bekerja kapan saja. Mengerjakan tugas 2 jam sebelum pergi? Atau sepulang bepergian? Kamu yang menentukan.

10. Jika pekerjaanmu sedang banyak-banyaknya mau tak mau kamu juga harus mengorbankan waktu liburan yang ada. Nggak papa, dari sini kamu bisa belajar jadid ewasa.

Capek

Capek via www.seeq.be

“Long weekend kita ke Bali, yuk! 3 hari doang nggak masalah.”

“Yaaah nggak bisa. Aku ada proyek nih, deadline bulan depan. Nggak bisa ditinggal.”

Mau tak mau kamu hanya bisa gigit jari jika teman-temanmu pergi liburan kesana-kesini. Ikut mereka? Bisa sih, tapi ada tanggung jawab besar yang menanti di depan mata. Kerjaan kamu gimana? Nggak mungkin dong teman-teman kamu mandi asik di Kuta sedangkan kamu cuma duduk di bawah pohon kelapa, ngerjain tugas? Belum lagi kalau internetnya bermasalah, duh!

Memiliki jam kerja yang fleksibel bukan berarti kamu bisa seenaknya menelantarkan pekerjaan dan lebih memilih kesenangan sesaat. Ingat, kamu adalah seorang dewasa yang sudah seharusnya mengerti tanggung jawab mana yang harus diprioritaskan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya