Kisah tentang lomba lari kura-kura vs kelinci barangkali jadi salah satu dongeng yang menghiasi masa kecil kita. Kesombongan kelinci akhirnya membuat dirinya kalah sendiri saat beradu kecepatan dengan kura-kura. Di dunia nyata, ternyata hal itu benar-benar terjadi. Di sebuah video yang diunggah ke Youtube, menampilkan kompetisi adu cepat antara kelinci vs kura-kura. Dan hasilnya? Yap, kura-kura yang menang.

Namun kali ini bukan karena kelincinya takabur dan tiduran selama lomba untuk meremehkan kura-kura, melainkan karena dia mudah terdistraksi. Kelinci yang lincah mencuri start di awal, jauh meninggalkan kura-kura yang lamban. Namun di tengah-tengah perjalanan, si kelinci justru berhenti dan celingukan. Mungkin lebih tertarik mengamati sekitar. Akibatnya kura-kura yang lamban, tapi langkah dan pandangannya fokus ke depan, justru lebih dahulu mencapai garis finish.

Kisah ini tidak hanya lucu, tapi juga sangar filosofis. Bagaimana kelinci yang lincah dan larinya cepat ternyata kalah dari kura-kura yang jalannya lamban, tidak bisa loncat apalagi lari. Meski kita manusia dianggap makhluk yang paling sempurna, sebaiknya kita banyak belajar dari kisah dua hewan ini.

1. Tanggungan yang berat tak seharusnya menghalangi langkah. Menemukan gaya sendiri dalam berkarya adalah kuncinya

Beban berat tak harus membuatmu berhenti via www.yulutime.com

Melihat kura-kura, kita langsung terbayang betapa sulit tanggungan hidupnya karena harus membaca cangkang berat itu ke mana-mana. Mungkin itu juga yang membuat kura-kura melangkah dengan lambat. Namun sama seperti kura-kura yang ternyata bisa menang lomba, sebagai manusia tentu kita harus berpikir sama.

Advertisement

Meski beban kita berat, meski kita tidak sekeren orang-orang, meski kita tidak terlalu pintar, tidak cantik, tidak tampan, tidak kaya, dan tidak punya apa-apa, bukan halangan untuk tetap melangkah. Kita hanya herus menemukan gaya sendiri, untuk berkarya dengan apa yang kita miliki. Karena segalanya tidak berawal dari yang tidak ada, melainkan dari apa yang kita punya. Meskipun hanya kenekatan, itu sudah jadi modal awal.

2. Gerak yang lamban seharusnya tidak membuatmu mengalah dengan mudah. Berani mengambil start, adalah poin pertama

Berani memulai start adalah poin pertama via ruairidhbrown.tumblr.com

Cangkang yang berat membuat pergerakan kura-kura menjadi lamban. Namun asalkan dia mau berjalan, dia akan tetap sampai ke tujuan. Apabila saat ini kamu merasa tidak punya banyak kesempatan, modal belum ada dan link network pun belum seberapa. Asalkan kamu tidak berputus asa sebelum memulai semuanya.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memulai langkah awal. Sebab apapun tujuan dan cita-cita, bila tidak segera dimulai langkah pertama, selamanya kamu akan di tempat yang sama. Meski pelan, langkah harus tetap dimulai. Istirahat bila letih, namun jangan lupa untuk memulai lagi. Asalkan kamu selalu punya niat untuk memulai, perlahan tapi pasti, kamu akan mendapatkan apa yang kamu cari-cari selama.

3. Namun keberhasilan tak hanya butuh start yang bagus, tapi juga komitmen dan langkah yang fokus. Tanpa itu, awal yang bagus akan percuma

Harus fokus via wilibrodusmarianus.com

Start yang bagus saja tidak cukup untuk mengendalikan semuanya. Pada perlombaan kelinci vs kura-kua itu, kelinci mengambil start yang bagus di awal dengan mengalahkan si kura-kura. Namun karena di tengah jalan dia berhenti dan malah asyik celingukan mengamati sekitar, akhirnya justru kura-kura yang menang.

Jadilah seperti kura-kura, yang meskipun gerakannya pelan dan perlahan, namun karena langkah dan pandangannya selalu fokus ke depan, dia bisa mencapai garis finish lebih cepat. Karena dalam mencapai sebuah tujuan, kita harus pandai-pandai membentengi diri. Karena di tengah jalan mungkin kamu akan bertemu banyak hal yang bisa mengacaukan konsentrasi. Kalau kamu tidak pandai menghalau distraksi, maka kamu akan jadi seperti kelinci.

4. Meski sekilas kemenangan kura-kura terlihat mustahil, tapi ternyata bisa juga. Untuk meraih kesuksesan, kita memang harus melongok ke dalam kemustahilan

Menabrak ketidakmungkinan via 7-themes.com

Terlepas dari dongeng Kura-kura vs Kelinci yang dibuat untuk pesan moral, di dunia nyata sekali melihat kura-kura dan kelinci yang akan bertanding lari, kamu pasti sudah bisa menebaknya. Tidak mungkin kura-kura berhasil, karena dari segi manapun kelinci jelas lebih lincah. Namun setelah dicoba, ternyata kura-kura justru jadi pemenangnya.

Apa yang kita kira tidak mungkin ternyata bisa saja menjadi nyata. Untuk mengejar kesuksesan, kita memang harus melihat jauh ke depan, melampau segala hal standar, menengok ke balik kemustahilan, dan mengambil risiko-risiko yang menghadang. Cepat berputus asa hanya karena melihat sebuah rencana terlihat mustahil, selamanya hanya akan membuatmu mundur perlahan tanpa mencoba.

5. Kura-kura yang lamban diremehkan sejak awal. Namun ending yang terduga bisa dia ciptakan. Begitu juga kita di dunia manusia

Abaikan omongan orang via fluffypawheart101.tumblr.com

Kura-kura yang lamban dan diremehkan sejak awal, ternyata mampu memukau penonton dengan memberikan ending kejutan. Kelinci yang dijagokan sejak awal, ternyata justru keok mengecewakan. Intinya adalah, diremehkan dan disepelekan tidak menjamin bahwa kamu pasti gagal. Kamu bisa saja membuat ending yang mengesankan asalkan kamu bisa mengabaikan omongan orang. Daripada sibuk menelaah omongan orang yang terkadang menyakitkan, lebih baik kita fokus pada tujuan. Agar kelak kita bisa menciptakan hal besar, yang membuktikan bahwa kamu bisa melakukan apa yang mereka pikir kamu tak bisa. Ya kan?

Jadi kalau mau berhasil, harus fokus guys. Kencang di start saja percuma kalau kamu sibuk melirik ini itu di tengah-tengah. Dan yang terpenting, keberhasilan kura-kura membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia. Kalau menurutmu bagaimana?

Ngomong-ngomong video aslinya bisa kamu tonton di bawah ini 🙂

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!