Nyaman Memang Perlu, Tapi Terlalu Nyaman Justru Bahaya untuk Hidupmu. Ini 5 Alasannya

Terlalu Nyaman

Sebuah rasa nyaman nampaknya menjadi sebuah hal yang selalu dicari dan diharapkan oleh semua orang. Kamu mungkin termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang berpegang pada sebuah rasa nyaman ketika hendak melakukan sesuatu. Rasanya memang bukan cuma sebuah hubungan aja yang bisa berjalan dari rasa nyaman, kehidupanmu dan seisinya pun pasti akan mengandalkan rasa nyaman sebagai modal awal.

Advertisement

Akan tetapi, sampai di batas apa kita boleh memberi ruang sebesar-besarnya untuk sebuah rasa nyaman? Apakah nyaman adalah satu-satunya patokan hidup yang bahagia, dan demikian adalah patokan hidup yang sukses? Nggak juga. Beberapa kenyamanan justru mendekat pada kemalasan dan ketakutan untuk ambil risiko. Atas beberapa alasan berikut ini, kamu patut mencurigai hal-hal yang membuatmu nyaman itu, sebelum terjebak dan nggak bisa keluar.

1. Terlalu nyaman bisa membuat kamu jadi susah untuk berkembang, untuk itu carilah nyaman yang secukupnya

nyaman boleh, tapi jangan berlebihan.

nyaman boleh, tapi jangan berlebihan. via rooang.com

Merasa nyaman memang bagus untuk memotivasi dirimu sendiri agar kamu bisa jauh lebih baik. Namun, nyaman yang berlebihan juga bisa banget membuat kamu malah nggak berkembang. Hal itu dikarenakan rasa nyaman yang terlalu sudah kamu rasakan sebagai sesuatu hal yang cukup mengisi keseharianmu.

Kalau kamu terlalu nyaman dengan pekerjaan yang kamu jalani, maka kamu akan jadi sulit berkembang. Hal itu tentunya memberikan dampak yang mungkin kurang baik di dalam proses bekerjamu. Jadi, sebaiknya usahakanlah untuk buat dirimu nyaman dengan secukupnya agar kamu selalu bisa berkembang menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Advertisement

2. Rasa nyaman yang berlebihan akan membuatmu menjadi seseorang yang cepat merasakan sebuah kepuasan

kaerna rasa cepat puas itu emang nggak baik...

kaerna rasa cepat puas itu emang nggak baik… via megapixelstock.com

Kalau kamu terbiasa dengan sebuah rasa nyaman yang berlebihan, maka lambat laun kamu akan terbentuk menjadi seseorang yang cepat puas. Perasaan cepat puas itu tentunya juga akan berdampak kurang baik pada hubunganmu dengan rekan kerja atau bahkan atasanmu sendiri. Hal itu dikarenakan kamu yang sudah merasa cukup atas apa yang kamu kerjakan, sedangkan mereka masih berharap kamu bisa memberikan sesuatu yang lebih besar lagi dari pencapaianmu. Lama-lama gawat ‘kan, karena posisimu bisa segera diganti jika nggak bisa memenuhi ekspektasi mereka.

3. Dengan kenyamanan yang terlalu itu kamu juga akan memaksa dirimu untuk diam di satu tempat, kamu akan enggan untuk pergi ke mana-mana dan membuat hidupmu jadi begitu-gitu aja

di sini aja udah cukup? duh...

di sini aja udah cukup? duh… via www.bjgp-rizal.com

Mungkin kamu nggak menyadari kalau sebuah kenyamanan yang berlebihan secara nggak langsung mengajakmu untuk diam di satu tempat aja. Yap! Hal itulah yang kemudian membuat kamu jadi enggan pergi ke mana-mana. Di satu sisi, kamu mungkin mudah bersyukur. Namun, di sisi lain, hal itu akan membuat hidupmu stuck, karena kamu enggan melihat kemungkinan lain, apalagi mencoba sesuatu yang baru, yang sudah tentu ada risikonya.

Mungkin sikap seperti itu terlihat bagus untuk kamu terapkan di dunia pekerjaan, namun nyatanya di balik itu semua justru akan membuatmu jadi seorang yang habis termakan oleh rutinitas. Selain itu, keengganan kamu mencari sesuatu yang baru di tempat lain juga akan membuat kamu seperti menutup mata pada pekerjaan yang mungkin akan jauh lebih baik lagi. Kalau sudah begitu, bukankah kamu sendiri yang rugi?

Advertisement

4. Kamu juga jadi nggak bisa melihat sesuatu dengan baik saat kamu terlalu nyaman. Bagimu, yang baik adalah apa yang menjadi kenyamananmu

jadi nggak bisa melihat hal-hal buruk yang terjadi via www.pexels.com

Ketika kamu berada di satu nyaman tertentu secara berlebihan, kamu pasti akan menganggap kalau apa yang menjadi tumpuan nyamanmu itu adalah yang terbaik. Nggak jarang, pikiran itu kemudian akan membawa kamu pada sebuah penilaian di mana nggak lagi ada yang baik atau benar selain apa yang kamu jalani. Kalau sudah seperti itu, apa kamu masih bisa menilai hal lainnya dengan bijaksana?

Misalnya dalam sebuah hubungan. Rasa telanjur nyaman membuatmu menutup mata atas semua masalah yang kalian hadapi. Kamu nggak peduli bahwa hubungan yang kalian jalani itu nggak sehat dan toxic. Kamu nggak peduli kalau sebenarnya hubungan itu membuat hidupmu justru mundur. Karena kamu merasa nyaman, lantas kamu berpikir hubungan itulah yang terbaik.

5. Jika merasa terlalu nyaman akan sebuah hal dan kamu harus kehilangannya, kamu akan merasakan sakit yang terlalu dan membuatmu lebih susah untuk bangkit

kalau kehilangan sakitnya berlipat-lipat via www.pexels.com

Kalau berbicara soal kehilangan, rasanya memang nggak akan ada orang yang mau merasakannya, terlebih jika harus kehilangan sesuatu yang sudah menjadi sebuah kenyamanan. Kamu mungkin berpikir kalau kehilangan sesutu yang nggak buat nyaman aja akan membuatmu sedih, gimana kalau sampai kamu harus kehilangan sebuah kenyamanan yang utuh, rasa sakitnya pasti akan berkali-kali lipat.

Itulah kenapa sebaiknya jangan sampai kamu merasakan sesuatu dengan terlalu nyaman. Agar ketika kamu harus kehilangannya, kamu nggak akan merasakan sakit yang terlalu dan kamu akan segera bisa bangkit dari rasa itu. Hal ini berlaku untuk apa pun. Mulai dari kantor, karier, lingkungan pertemanan, hingga hubungan dengan kekasihmu.

Untuk itu, mulai saat ini cobalah untuk menjalani dan menikmati rasa nyamanmu secukupnya, nggak perlu berlebihan. Kamu harus tahu jika semua yang berlebihan itu nggak bagus untuk dijalani. 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penyuka kuning dan Kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE