Niat yang mantap untuk memulai usaha sendiri kelak sering membawa kebiasaan malas-malasan untuk bekerja di kantor sekarang. Kamu akan dengan mudah berpikir “Ya udahlah, toh aku di sini cuma sementara. Cuma batu loncatan, nggak ada rencana bakal lama.” Atau mungkin bisa juga kamu enggan bekerja keras karena kamu merasa gaji yang kamu dapatkan tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan kantor karena pekerjaanmu.

Meskipun kamu tidak ada rencana bertahan lama di perusahaan, dan kamu sedang menyusun mimpi masa depanmu sebagai pengusaha, bukan berarti kamu boleh bekerja ogah-ogahan di kantor yang sekarang. Meskipun kamu masih sepenuhnya berada di bawah instruksi orang, dan kamu provit yang kamu buat menjadi milik orang lain, kamu tetap harus memberikan performa yang maksimal. Ini dia alasannya!

1. Bekerja dengan baik bisa membangun reputasi. Untuk persiapan usahamu nanti, reputasi adalah harga mati

Membangun reputasi via www.smh.com.au

Untuk membangun sebuah usaha, kamu tentunya perlu reputasi. Agar kamu bisa menemukan orang yang bisa diajak bekerja sama, sekaligus untuk meyakinkan klienmu bahwa kamu layak diberi kesempatan. Personal branding adalah hal yang mutlak kamu kuasai. Salah satu caranya adalah membangun reputasi yang baik di kalangan pelaku bisnis lainnya. Bila kamu bekerja dengan sepenuh hati, memberikan performa yang maksimal, dengan sendirinya kamu akan mendapat reputasi yang baik. Tapi bila kamu bekerja ogah-ogahan dan memberikan hasil yang seadanya otomatis reputasimu juga buruk bukan?

2. Berusaha memberikan performa terbaik juga akan menambah skillmu. Ingat. Sebenarnya kamu bekerja untuk dirimu

Memantabkan skill via blog.oxforddictionaries.com

Advertisement

Kamu mungkin merasa rugi bila memberikan yang terbaik dari kemampuanmu, tapi kalaupun ada profit, perusahaan yang merasakannya. Buat apa, begitu mungkin pikirmu. Tapi bukankah bila kamu bekerja sebaik-baiknya, bukankah skillmu juga akan berkembang? Menjalani hari dengan penuh semangat, penuh rasa ingin tahu, serta memberikan kemampuan yang maksimal dengan sendirinya akan meningkatkan kemampuanmu juga. Sementara kemampuan itu sifatnya eternal. Artinya, meski suatu saat kamu resign dari sana, skill itu tetap ada dalam dirimu. Tidak seperti pernghasilan, tidak ada yang bisa mengambilnya darimu.

3. Tidak ada momen bekerja yang sia-sia. Selama kamu bisa memeras skill dan koneksi dari sana

Momen untuk belajar via elavestepreto.blogspot.co.id

Bekerja dibawah orang lain adalah momen yang tepat untuk belajar. Barangkali kamu punya mimpi untuk membangun usaha sendiri. Tapi mimpi saja tidak cukup, harus ada modal yang disiapkan, baik modal materi maupun pengetahuan. Sambil mengumpulkan modal materi dari gaji, kamu juga bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari sana. Belajar soal manajerial, agar kelak kamu bisa membuat manajemen yang keren luar biasa. Belajar leadership, agar nanti kamu bisa menjadi pemimpin yang baik. Belajar skill, agar nanti kamu bisa memberikan yang terbaik. Tidak ada momen bekerja yang sia-sia, asal kamu serius menjalaninya.

4. Bekerja sebaik-baiknya juga akan membuka banyak link untukmu. Tanpa link, rencana usaha yang kamu rintis mustahil

Membangun link via www.nytimes.com

Selain reputasi baik, kamu juga butuh link. Di dunia bisnis, link adalah faktor mutlak yang harus kamu punya. Semakin lebar link yang kamu punya, semakin besar peluang yang kamu dapatkan. Karena semakin banyak pintu yang bisa kamu ketuk untuk diajak bekerja sama. Masa-masa bekerja untuk orang ini adalah masa yang tepat untuk membangun jaringan seperti sarang laba-laba. Tapi kalau kamu tidak bekerja sebaik-baiknya, kesempatan itu juga akan terlewat begitu saja.

5. Walaupun masih jadi bawahan, pengalaman ini akan membuatmu jadi pemimpin baik di masa depan

Tahu rasanya di bawah via udemyisawesome.tumblr.com

Bila rencanamu nanti adalah menjadi pengusaha, setidaknya kamu harus tahu rasanya menjadi bawahan. Terkadang kita berkata seharusnya A atau B atau C, hanya karena kita tidak tahu kenyataan di lapangan. Dengan mengetahui rasanya jadi bawahan, kamu akan tahu bagaimana kelak kamu harus bersikap pada bawahanmu. Sehingga kamu bisa menjadi atasan yang punya sifat pemimpin, bukan sekadar memberi instruksi sana-sini tanpa melihat situasi dan kondisi.

6. Kamu adalah calon orangtua. Apa yang kamu lakukan sekarang bisa jadi contoh bagi mereka di masa depan

Membangun karakter via www.wired.com

Terbiasa bekerja sebaik-baiknya, meski untuk orang lain juga berkaitan dengan karaktermu sebagai manusia. Kamu sudah berkomitmen untuk bekerja di sana, jadi apapun alasanmu, kamu harus melakukan kewajibanmu. Sifat adalah salah satu hal yang akan terus kamu bawa meski kamu sudah pindah ke mana-mana. Di masa depan kamu akan punya keluarga, dan membesarkan anakmu sendiri. Tentunya kamu ingin anakmu melihat dirimu sebagai sosok yang punya komitmen tinggi dan pekerja keras bukan? Atau kamu lebih suka mereka melihatmu sebagai sosok yang tidak punya etos dan semangat kerja?

Selama ini mungkin kamu sering berpikir “Ngapain gue kerja capek-capek? Kaya juga kagak. Dari dulu gaji segini-gini aja, mempercaya perusahaan aja!”. Kamu merasa bahwa kamu bekerja untuk perusahaan, dan kamu bergantung kepada perusahaan. Padahal tidak. Bila kamu rajin bekerja, menampilkan performa yang bagus, dan menyelesaikan banyak pekerjaan dengan cepat, kamu melakukan itu semua untuk dirimu sendiri. Jika kita tidak sedang membicarakan keuntungan finansial, kita bisa membicarakan tentang keuntungan lainnya. Skill yang kamu punya hanya bisa berkembang bila kamu serius bekerja, bukan? Jadi, meskipun kamu sedang bekerja dibawah orang lain, jangan pernah merasa kamu bekerja untuk orang lain ya. Karena memang tidak.

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me