Tanda butuh cuti

Sebagai pekerja di era millenials, berangkat pagi buta pulang larut merupakan hal wajar yang tiap hari kamu lakukan. Lembur juga sudah menjadi kegiatan wajib, apalagi saat deadline pekerjaan kian mendekat. Waktu istirahatmu pun jadi porak poranda. Dari yang biasanya sudah bisa memejamkan mata pukul 9 malam, kini bisa pulang jam 9 saja sudah sujud syukur. Paling cepat kamu bisa tidur setelah adzan subuh berkumandang. Kadang kamu tidak bisa membedakan antara tidur atau pingsan.

Satu obat yang paling ampuh untuk redakan rasa lelah setelah rutinitas bekerja yang gila-gilaan ini adalah liburan. Kabar buruknya, kamu sering tidak mengenali tanda-tanda kamu sudah butuh liburan. Seringkali kamu memaksakan diri dan merasa baik-baik saja, padahal lelahmu sudah di titik berbahaya. Yuk kenali batas diri sendiri. Bila hal-hal ini sudah kamu alami, sudah saatnya kamu ambil cuti karena sesungguhnya kamu terkena sindrom kurang liburan.

1. Merasa super lelah setiap hari, meski baru saja bagun tidur. Makanya kamu betah banget lama-lama di kasur

Niatnya bangun pagi, tapi berakhir kayak gini -_- via unsplash.com

Advertisement

Kalau biasanya habis bangun pagi itu badan jadi segar, kamu malah sebaliknya. Badanmu rasanya masih pegal dan inginnya terus rebahan. Dengan alasan mengumpulkan semangat untuk memulai hari, kamu mengiyakan kata hati untuk ngulet-ngulet  sebentar. Tapi ujung-ujungnya kamu selalu tergoda ponsel dan media sosial. Niat bangun pagi biar bisa ke kantor lebih awal, selalu gagal karena badan dan semangat sama-sama nggak bisa diajak kompromi.

2. Gampang emosi kalau dibercandain oleh teman. Padahal biasanya kamu bodo amat sama candaan

Kamu nggak santai sama candaan teman via unsplash.com

Sebelum kamu terjebak dalam waktu kerja yang nggak wajar ini, segala bercandaan teman nggak ada yang bisa buatmu baper keterusan. Namun setelah tiap hari dihantam lembur dan kurang tidur, kamu jadi gampang emosian. Ada teman yang ngajak bercanda dikit, kamu langsung sengit. Bahkan kamu pernah sampai nangis karena merasa bercandaan temanmu kelewat batas. Padahal mereka hanya ngomongin makanmu yang tumben agak banyak.

3. Sama halnya saat bos minta revisi. Kamu selalu nggak sabaran dan inginnya segera kelar

Inginnya cepat kelar urusan via unsplash.com

Bos: wuih cepet amat revisinya! Eh, tapi ini ada typo nih. Benerin lagi ya?

Advertisement

Salah satu penyebab kamu lembur hampir tiap hari adalah revisi. Apalagi saat dapat klien yang demanding dan maunya kerjaan kelar dalam sehari. Dasarnya emosimu udah nggak stabil, kamu inginnya cepat-cepat menyelesaikan segala revisi. Tapi karena kurang konsentrasi malah bikin kamu kurang jeli. Jadinya bukannya cepat kelar, malah bolak-balik revisi karena kesalahan yang sepele abis ­čÖü

4. Setiap waktu luang dihabiskan untuk melihat-lihat destinasi wisata, tapi nggak pergi-pergi juga

Lihat-lihat doang, perginya mah ntah kapan~ via unsplash.com

Meski waktu luang itu ibarat dapat undian rumah dalam snack jajanan saat kamu kecil dulu, yang kemungkinannya kecil sekali, kamu tetap berhasil curi-curi waktu untuk melihat destinasi wisata pilihanmu. Satu dari dua puluh tab di browser-mu pasti menunjukkan betapa indahnya liburan di pantai Langkawi sambil lihat sunset. Atau paling tidak liburan di dalam negeri yang harga tiketnya masih manusiawi.

Kalau sudah begini, hasrat liburanmu sebenarnya sudah memuncak! Sampai kamu merasa sudah liburan padahal cuma lihat-lihat foto destinasi liburan. Duh, sedih banget. Coba deh, jangan cuma buka-buka website travel, tapi rencanakan liburanmu yang real. Cuti dua atau tiga hari seharusnya bisa ÔÇśkan? Pilih destinasi wisatamu, dan wujudkan segera. Mumpung sedang ada promo Paket Hemat AirAsia tuh.

5. Banyak kerjaan dan nggak ada kerjaan susah kamu bedakan. Soalnya kerjaan setumpuk, tapi kamu sering bingung mana yang harus dikerjakan

Mikir apa bengong nih? via www.123rf.com

Kerjaan menumpuk, tapi seringkali kamu justru berakhir duduk di depan laptop sambil bengong. Bingung mana yang harus dikerjakan duluan. Meski sepele dan seringkali terjadi, tanda ini harus diwaspadai lho. Karena itu bukti kalau kamu kurang konsentrasi, jadinya sulit untuk berpikir jernih menentukan prioritas. Pikiranmu yang butek dan jenuh itu, butuh asupan pemandangan bergizi dari tempat liburan. Gih, cepat rencanakan!

6. Kamu merasa sangat iri pada mereka yang baru pulang liburan daripada teman-teman yang naik jabatan

Enaknya bisa liburan~ via unsplash.com

Pandanganmu tentang prestasi dalam pekerjaan juga turut berubah. Dulu kamu begitu kagum dengan mereka yang naik jabatan. Sekarang? Kamu biasa aja dengan teman-teman yang dapat naik jabatan. Kamu lebih iri dengan mereka yang abis pulang liburan. Rasanya iri banget waktu mereka menceritakan pengalaman liburan dalam forum kecil lepas makan siang.

7. Kamu juga sering tiba-tiba ngidam makanan khas suatu daerah. Mulai dari pempek, gudeg Jogja sampai Soto Madura

Ngidam, guys~ via unsplash.com

Jam kerja berlebihan juga berpengaruh pada lidah dan fokusmu seharian. Rasanya kamu sering merasa ngidam makanan khas suatu daerah tiap kali kerjaanmu belum kelar-kelar. Aneh sih, tapi memang begitu yang kamu rasakan. Seperti orang hamil yang harus dituruti apa maunya, kamu bahkan rela merogoh kocek untuk ongkos kirim ojek online yang mahal gila. Semua demi lidah dan pikiran biar bisa fokus kembali!

8. Aneh tapi nyata, destinasi wisata yang kamu ingini sering banget kebawa mimpi. Duh, pertanda apakah ini?

Sampai kebawa mimpi ~~ via unsplash.com

Kalau biasanya kamu mimpiin gebetan atau mantan pacar, kini semua berbeda 180 derajat. Akhir-akhir ini kamu jadi sering mimpiin liburan dan destinasi wisata yang sudah lama ingin kamu kunjungi. Mimpi menikmati indahnya pantai pasir pink di Lombok yang memesona, sampai cipuk-cipuk kaki di Danau Toba. Mimpi-mimpi seperti itu terus ada. Ya Tuhan, ini pertanda apa?

Jangan cuma wacana lho, ambilah waktu sejenak untuk liburan demi kesehatan pikiran. Apalagi sekarang ada promo Paket Hemat AirAsia. Satu kali pembelian, kamu akan mendapat 4 benefit sekaligus, yaitu: kebebasan memilih kursi, bagasi 20kg, makanan, dan asuransi selama perjalanan. Pastinya dengan Paket Hemat ini, kamu bisa hemat lebih dari 30% daripada beli terpisah. Info selengkapnya bisa kamu cek di sini ya.

Setelah ada Paket Hemat AirAsia, sekarang tinggal niatmu saja nih yang perlu dimantapkan dan usahamu meyakinkan bos untuk minta izin cuti. Daripada terus-terusan kerja tapi fokusmu ke mana-mana, hasilnya malah nggak maksimal kan? Ingat, cuti itu nggak dosa dan memang sudah jadi hakmu. Gih, sana liburan~~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya