Hidup Tenang, Hati Senang Tanpa Media Sosial

Media sosial. Tempat beragam orang saling terhubung, berbagi informasi, media promosi terkini, dan juga hiburan. Banyak orang rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain media sosial. Aku, misalnya. 

Advertisement

Waktu kosong, sebelum atau ketika bangun tidur pasti selalu ku sempatkan untuk mengecek media sosial. Entah itu melihat sebentar instastory followers Instagram-ku, mengecek berapa orang yang menyukai foto yang ku upload, mengecek chat yang masuk ke WhatsApp dan biasanya berakhir dengan kekecewaan karena tidak sesuai dengan harapan ku.


Kalau kita ibaratkan media sosial ini adalah bagai pisau bermata dua.

Ada dampak positif dan dampak negatifnya.


Awal menggunakan media sosial pastinya aku, kamu, dan kita semua pasti merasakan dampak positifnya kan? Tapi lama-kelamaan mulai terasa dampak negatifnya. Aku sendiri mulai merasakan dampak negatifnya ketika kebiasaanku yang suka membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain semakin parah. Masih teringat dengan jelas dalam benakku apa yang membuat kebiasaan membanding-bandingkanku itu semakin parah, ya hanya sebuah foto di Instagram. Foto teman ku tepatnya. Dari foto itu aku menyimpulkan,


"Wah hidup dia enak ya. Punya pekerjaan yang sesuai dengan impian dia, tinggal di kota besar, gajinya pasti besar."


Dari sebuah foto saja bisa memberikan dampak sangat besar terhadap kondisi psikologisku.

Advertisement

Beralih ke WhatsApp. Sepi. Tidak ada satu chat pun yang masuk. Bahkan ada chat ku yang belum dibalas oleh temanku, padahal saat ini aku sedang butuh teman untuk cerita.


"Mungkin mereka sibuk atau … tidak peduli."


Pikiran itu yang muncul pertama kali di otakku. Aku tersenyum kecil. Miris. Dari sekian banyak kontak WhatsApp yang ku miliki, tak seorang pun peduli. Ah, sudahlah! Apa yang bisa ku harapkan dari jumlah kontak yang banyak itu kalau tidak seorang pun bisa menemani di saat duka. Hei, ini seperti mengingatkan ku pada sebuah kalimat yang pernah dibuat oleh seorang psikiater di akun Instagram pribadinya. Begini bunyinya : 


"Dunia kita begitu terhubung, tapi juga begitu kesepian. Sosial media begitu ramai, tapi diri di dalam tetap merasa kesepian." 


Aku suka kalimat itu. Pas sekali dengan realita saat ini.

Baiklah, sepertinya aku tidak bisa mengharapkan ada orang yang tiba-tiba datang menemani dan mendengarkan cerita ku sampai habis. Aku juga sudah terlalu lelah menghabiskan waktu di media sosial, membanding-bandingkan diri sendiri yang ujung-ujungnya hanya membuat ku sedih, iri, dan stress. Sudah waktunya aku istirahat sejenak dari media sosial. 

Langkah pertama yang ku lakukan adalah keluar dari semua akun media sosial yang aku miliki.

Langkah kedua, tinggal belajar menikmati hidup tanpa media sosial. Hal seperti ini sebenarnya sudah biasa dan banyak yang melakukannya, dari kalangan selebritas misalnya. Bahkan beberapa dari mereka tidak menggunakan media sosial dalam jangka waktu panjang, berbulan-bulan, tahun, bahkan selamanya. Awalnya aku merasa kesulitan, bosan, penasaran terus, tangan rasanya gatal sekali kalau tidak mengecek media sosial. Namun itu wajar karena kita baru saja mengubah pola yang biasanya kita jalani, toh lama-lama akan terbiasa. Ya namanya juga manusia, pasti bisa beradaptasi. 

Waktu sengang banyak ku habiskan dengan membaca buku, melukis, menonton acara kesukaan ku di TV, lebih banyak kumpul dan ngobrol dengan keluarga, lebih peka dengan lingkungan sekitar dan mencoba hal baru seperti menulis di Hipwee. Dampak negatif dari media sosial perlahan mulai berkurang. Ini bisa ku rasakan dari kondisi psikologis ku yang mulai tenang, senang, pokoknya energi positif lebih banyak mengalir ke dalam diriku. Aku mulai nyaman hidup tanpa media sosial. Ntah sampai kapan aku akan terus melakukan ini. Aku belum memutuskan. Intinya aku hanya ingin menikmati detik ini. Merasakan kehidupan yang sesungguhnya.

Jika kalian di luar sana merasakan dampak negatif dari media sosial sepertiku, mungkin itu sinyal dari dalam diri kalian yang mulai lelah. Tidak ada salahnya kalian istirahat sejenak dari dunia per-medsos-an. Nikmati hidup yang sesungguhnya, karena kita hanya hidup sementara di muka bumi ini, sayang kan kalau harus melewatkan setiap kesempatan hanya karna terlalu sibuk menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE