Diskriminasi Pada Sepatu Futsal dalam Masyarakat

Apakah ada yang sinis dengan mas-mas pemakai sepatu futsal saat kondangan?

Advertisement

Aku salah satu individu yang gemas dengan mas-mas pemakai sepatu futsal di kondangan. Beranjak dewasa menghadiri acara pernikahan tentu menjadi hal lumrah. Pertama kali datang ke pernikahan secara individu bukan untuk , menemani orang tua dikala saya masih duduk di bangku kuliah. Tepatnya saat saya sedang mengambil program profesi Apoteker. Hal biasa rasanya angkatan 2011 menuntaskan status lajangnya setelah lulus kuliah, dan rata-rata teman angkatan saya seperti itu juga. 

Dengan banyaknya acara kondangan ini outfit pakaian menjadi salah satu hal yang saya perhatikan. Kemeja batik dan sepatu adalah kombinasi umum untuk tamu undangan pria, dan untuk wanita kebanyakan kebaya. 

Nah, satu waktu saya sempat melihat sosok pria paruh baya yang menggunakan sepatu futsal saat menghadiri pernikahan salah satu seorang teman, terlihat mencolok dan menimbulkan perhatian rasanya apa yang ia kenakan tidak padu padan. 

Advertisement

"Ya kok ke kondangan pakai sepatu olahraga toh?" ucapan tanya dalam benakku

Hal yang paling mencolok adalah kombinasi pakaian yang ia kenakan dengan sepatunya begitu kontras berbeda. Pakaian berwarna pastel kalem dan sepatunya hijau ngejreng. Bahkan ada peristiwa yang dimana seorang komika dikerjai datang ke acara pernikahan dengan sepatu futsal dan hal itu cukup memalukan bagi dirinya.

Advertisement

Saya pribadi tidak mempersalahkan pemilihan sepatu futsal untuk acara formal namun, dalam setiap obrolan atau candaan terkadang pemakaian sepatu futsal menjadi masalah. Banyak kenalan saya yang menjadikan pemilihan sepatu futsal sebagai hal haram dilakukan. Kemudian aku berpikir memangnya tidak boleh pakai sepatu futsal untuk acara formal? Bukannya ada juga orang yang pakai sepatu olahraga untuk acara formal seperti pernikahan. Sebut saja sepatu Nike Air Jordan selalu menjadi pelengkap nan kece badai untuk acara-acara seperti itu. Hmm, sepertinya sepatu futsal menjadi anak tiri fashion.

Kesamaan dari kedua sepatu ini merupakan sepatu yang diperuntukkan untuk berolahraga. Ada yang sudah menonton  film Air bagaimana kehadiran sepatu Air Jordan membuat polemik. Pertama kali Michael Jordan memakai sepatu ini, dirinya sempat mendapatkan denda dari karena sepatu tersebut warnanya tidak sesuai dengan ketentuan olahraga basket. Sedangkan sepatu futsal ya memang diperuntukkan untuk bermain futsal. Sepatu yang nyaman untuk berlari kesana kemari beradaptasi dengan dinamisnya permainan. Keduanya sama-sama nyaman untuk dipakai namun, tetap saja sepatu futsal mendapat diskriminasi dalam dunia fashion. 

Kemunculan pertama sepatu Air Jordan membawa nama Michael Jordan, dan disaat yang sama M Jordan menjadi sosok yang atlet pemenang dengan klubnya yakni Redbull. Dengan kepopuleran dan kemenangan Jordan dengan klubnya juga berdampak pada penggemar yang dimana hal wajar apa yang dikenakan oleh idola mereka juga mereka ingin gunakan. Hingga saat ini dalam dunia futsal belum ada sosok yang seperti Jordan dan bisa jadi kesetaraan tidak bisa dimbangi. 

Terlepas dari norak atau tidaknya rasanya aneh saja jika sepatu futsal mendapatkan stigma negatif dalam perihal fashion. Secara esensi keduanya sama-sama digunakan untuk berolahraga. Namun, seperti yang kita tahu sepatu Nike Air Jordan menjadi produk validasi kesuksesan saat ini. Harga sepatu Nike Air Jordan saat ini di kisaran 1-3 juta rupiah cukup membuat kaum mendang mendung berjulid ria. Harga 3 kali lipat dari sepatu futsal dengan kualitas yang mumpuni.

Hal lumrah jika orang-orang jetset menggunakan sepatu ini dalam semua acara yang mereka hadiri. Sepatu futsal hanya kalah populer saja, tidak norak jika ada mas -mas menggunakan sepatu futsal saat pergi ke kondangan asal bisa memadupadankan warna sepatunya dengan pakaian yang ia kenakan.

Pemberian label norak pada mas-mas yang pergi ke kondangan pakai sepatu futsal sungguh sangat tidak valid karena, ada juga mas-mas yang pakai sepatu basket ke acara pernikahan. Hal yang membedakan hanya sekedar nasibnya saja. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Apoteker/ Penikmat Film/ Pembaca Buku/ Penikmat Musik

CLOSE