Lagu zaman old mungkin di era saat ini kurang diminati atau bahkan ada yang belum pernah mendengar. Banyaknya lagu-lagu baru yang membuat lagu-lagu era dulu terlupakan. Tapi nyatanya ada beberapa lagu zaman old yang masih tren hingga saat ini. Mungkin karena liriknya yang indah, namun selain liriknya yang indah, lagu zaman old juga memiliki makna yang tersembunyi/tersirat. Oleh karena itu akan dibahas 3 lagu zaman old dan maknanya yang menarik.
1. Exist-Buih Jadi Permadani
Lagu ini diciptakan oleh Saari Amri asal Malaysia. Lagu ini mulai populer pada tahun 1990-an yang dibawakan oleh Exist. Exist merupakan grup musik asal Malaysia. Di zaman sekarang lagu ini kerap dinyanyikan ulang oleh penyanyi Indonesia seperti Zinidin Zidan ft Nabila Maharani dan juga Tri Suaka.
Di dalam lagu buih jadi permadani itu memiliki makna yang sangat sedih. Karena lagu ini mengisahkan tentang seorang laki-laki yang mencintai seorang perempuan, tapi dia terlalu percaya diri tanpa melihat siapa dirinya dan apakah si perempuan itu cinta atau tidak dengan dirinya.
Sebab terlalu percaya diri, akhirnya laki-laki itu dipermainkan dan ditolak oleh seorang perempuan. Karena perempuan tersebut merasa bahwa laki-laki tersebut tidak pantas dengan dirinya. Pada lirik oh mungkinkah diri ini dapat merubah buih yang memutih menjadi permadani dan lirik juga mustahil bagiku menggapai bintang dilangit.
Jadi lirik itu maksutnya seorang laki-laki ini akhirnya sadar bahwa dirinya mustahil untuk mendapatkan wanita tersebut. Jadi intinya jangan terlalu pede kalo suka sama seseorang karena jika orang tersebut tidak suka ntar sakit rasanya.Â
2. Exist-Untukmu Ibu
Lagu Untukmu Ibu merupakan hit singel milik Exist grup band asal Malaysia, dari album perdana mereka bertajuk self-titled yang rilis pada 1991. Lagu Untukmu Ibu berhasil diciptakan Exist yang bernuansa syahdu dan haru, yang masih tetap eksis hingga sekarang dengan dikover oleh beberapa penyanyi di Indonesia.
Lagu ini ternyata menceritakan tentang seorang anak yang merindukan ibunya yang sudah tiada. Pada lirik kehilangan terasa kini dan kesepian maksudnya menceritakan bagaimana rasanya kehilangan seorang Ibu. Kepergiannya sungguh menyisahkan luka yang luka yang teramat dalam. Kesepian tanpa seorang Ibu juga begitu jelas terasa.
Suara, senyum, tawa, dan kemarahannya tidak lagi terdengar. Sehingga, suasana menjadi sepi dan sunyi. Pada lirik Tuhan Yang Esa, ampuni dosa ibu dan ampunilah dosaku sejak ku dilahirkan hingga akhir hayatku maksudnya seorang anak yang memohon kepada Allah agar ibunya yang sudah tiada itu diampuni dosa-dosanya dan anak ini juga memohon agar dosa-dosa kepada ibunya sejak lahir hingga akhir hayat diampuni juga.
Jadi, lagu ini memiliki makna yang sangat mengharukan dan memiliki nilai-nilai yang baik bagi kehidupan, dimana seorang anak sejak kecil sudah ditinggal pergi oleh ibunya untuk selama-lamanya. Namun anak ini tetap berbakti kepada ibunya dengan selalu mendoakan ibunya.
3. Iklim-Suci Dalam Debu
Lagu ini diciptakan oleh S. Amin Shahab asal Malaysia. Pada tahun 1990-an lagu ini dipopulerkan oleh grup musik iklim asal Malaysia. Lagu ini pada masanya berhasil diminati oleh para penikmat musik di Asia, salah satunya di Indonesia. Ternyata selain lagunya yang indah, ada makna yang menarik didalamnya.
Lagu ini ternyata berkaitan dengan religius. Lagu yang menggambarkan suatu kebenaran dan cinta sejati. Cinta sejati ini maksudnya cinta kepada sang pencipta. Pada lirik cinta hadir didalam jiwa maksudnya bahwa cinta sejati itu berasal dari hati yang suci dan bersih. Kemudian pada lirik debu jadi permata hina jadi mulia maksudnya orang yang hidup di dunia dianggap debu dan dihina, ternyata di akhirat orang tersebut menjadi orang yang paling mulia.
Dalam lirik lagu ini jelas sekali mengandung makna mendalam tentang kecintaan seorang hamba kepada sang pencipta, apapun rintangan di dunia tetap dijalankan dengan penuh sabar demi memperoleh kebenaran dan cinta sejati kepada sang pencipta.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”