Aku tidak berani memastikan apakah aku sudah jatuh cinta padamu atau sekedar jatuh suka. Jatuh cinta ataupun jatuh suka, keduanya sama. Sama-sama menjatuhkan hati padamu. Aku tak mampu menolak perasaan itu, perasaan yang datangnya karena terbiasa, keterbiasaan yang tidak sengaja. Aku tak ingin mencari tau lebih jauh tentang perasaanku sendiri, apalagi jatuh terlalu jauh. Aku tidak ingin menciptakan lukaku sendiri (lagi). Aku juga tidak ingin menebak-nebak perasaanmu, itu hanya akan membenarkan hatiku berharap. Membenarkan semua prasangkaku demi membenarkan jalan cerita agar sesuai dengan isi kepalaku. Membenarkan dongeng tentang kita yang terlanjur memenuhi lorong-lorong pikiranku.

Entah perasaan apa ini, aku mungkin benar jatuh cinta padamu. Jatuh cinta pada kebersamaan kita, pada mimpi-mimpimu, pada caramu untuk hidup, pada caramu melihat dunia, pada sikap dan sifatmu. Hal-hal yang bagimu biasa saja nyatanya mampu memikatku dengan cara yang manis. Aku selalu seperti ini, jatuh cinta pada hal-hal kecil yang terjadi begitu saja setiap harinya. Aku jatuh cinta pada hal-hal yang terbiasa ada, kamu misalnya.

Advertisement

Entahlah, aku bukan penganut yang percaya bahwa laki-laki dan perempuan bisa sekedar berteman. Salah satu dari kita pasti tidak sengaja muncul perasaan. Namun atas nama pertemananlah aku bisa menciptakan banyak waktu bersamamu.

Aku tidak tau pasti sejak kapan perasaan ini benar-benar tumbuh dan bagaimana bisa aku tidak menyadari lajunya. Memang benar ada beberapa hal didunia ini yang cukup dirasakan dan dijalani tanpa perlu diungkapkan apalagi berkali-kali. Kali ini aku memutuskan untuk menjalaninya saja, kali ini aku memilih untuk tidak mengungkapkannya. Karena aku tidak tau seberapa bijak kamu nanti jika saja kamu tau aku jatuh cinta pada kamu. Masih ada banyak waktu dalam perjalanan kita. Aku tidak ingin disisa waktu itu aku menghabiskannya tanpamu. Aku terlalu takut menerima kemungkinan bahwa kamu akan menjauh jika kamu tau perasaanku. Terlepas dari perasaan ini, aku terlalu takut kehilanganmu sebagai seorang teman, sahabat dan rival.

Aku sadar diri, sadar posisiku, aku tidak apa-apanya jika dibandingkan kekasihmu saat ini. Kekasihmu setara kelas sosialnya denganmu. Masa depannya lebih jelas dan dari keluarga terhormat. Aku? Aku hanya teman seperjuanganmu bukan calon teman hidupmu. Kamu terlalu tinggi untuk aku gapai, aku tidak ingin memimpikanmu sebagai yang harus diperjuangkan. Aku sudah lelah jatuh cinta seperti ini, jatuh cinta sendiri tanpa penyambutan. Miris ya? Entahlah aku hanya perempuan biasa yang sedang memperjuangkan mimpinya dan ‘tidak sengaja’ jatuh cinta padamu. Entah jatuh cinta yang sesungguhnya atau akan segera berakhir disapu waktu.

Advertisement

Aku tidak tau caranya memperjuangkanmu, aku perempuan yang hanya tau rasanya jatuh cinta tanpa punya keberanian untuk mendekatimu hatimu lebih jauh. Bukan semata-mata karena kamu sudah memilikinya, tapi aku terlalu menjaga pertemanan kita yang sudah lebih dulu terjalin daripada perasaanku yang masih ambigu. Yang jelas aku menikmati setiap kebersamaan kita. Aku menikmati setiap kali kamu bersikap manis padaku dengan caramu yang khas. Meskipun aku tau kamu melakukannya bukan karena kamu juga sama jatuh cintanya seperti aku.

Mungkin jika kekasihmu tau dia akan menuduhku sebagai perempuan tidak tau diri yang malah kegirangan menghabiskan waktu bersama kekasih orang. Tapi demi apapun aku tidak pernah berniat merebutmu atau dengan picik merusak hubunganmu. Lagipula aku tau betul kamu begitu setia pada kekasihmu. Aku hanya menikmati setiap kebersamaan kita. Lagi pula setiap kebersamaan kita tidak ada artinya bukan untukmu? Setiap yang kamu lakukan sebenarnya biasa saja, aku tau.

Hatiku dan perasaankulah yang membuatnya seolah luar biasa, karena sedikit banyak aku berharap padamu. Aku sadar aku jatuh cinta pada kamu yang sudah dimiliki orang lain. Aku tidak bisa memilikimu seutuhnya, tapi aku hanya ‘beruntung’ karena memiliki waktu untuk bersamamu.

Aku akan membiarkan perasaanku begini adanya, biarkan jika memang akan bertahan dan biarkan jika akan terkikis perlahan. Aku hanya jatuh cinta padamu tanpa pernah berniat menganggu kebahagianmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya