Aku menulis artikel ini dengan banyak memikirkan tentangmu, aku hanya memikirkan betapa aku membutuhkanmu, membutuhkan segala hal tentangmu. Ini kali pertamanya bagiku mencintai seseorang dengan tanpa alasan jelas yang kuketahui, beberapa waktu aku selalu bertanya mengapa semakin hari semakin bertumbuh cinta ini, awalnya aku mencintaimu hanya sedikit setiap harinya. Ketika patah perasaan itu tumbuh kembali tanpa ku minta untuk tumbuh. Berkali-kali ia patah berkali kali pulak ia tumbuh, aku tak ingin mencintaimu terlalu banyak dan penuh. Sebab itu hanya akan terasa sesak sekali.

Ingatkah pertama kali kita bertemu dikala sore itu ? Senja seperti sengaja membiarkan kita menikmatinya bersama sama dengan rintikkan hujan kecil membasahi bumi, senyummu, caramu menatapkku segalanya terasa sangat sempurna. Sesederhana itu rasa cinta yang kita bangun, bersamamu segala hal mampu mengubahku, rasa ini menuntut banyak untukku berbenah diri,mengontrol segala emosiku yang terkadang susah terkendali.

Advertisement

Aku ingin menjadi wanita pilihanmu menjadi istri dan ibu bagi anak-anakmu, menghabiskan sisa waktu dan menua bersama dengan anak-anak kita di sebuah rumah mungil asri dengan di temani sebuah pohon mangga dan jambu disekitarnya.menanam bunga mawar dan angrek sebagai hiasan tanam kecil kita ketika bersantai sore menemanimu menikmati secangkir kopi hitam buatanku.

Mengingat perjalanan yang telah kita lalui, kau tau apa yang selalu menjadi kata idolaku untuk selalu bertanya. Padahal aku tau kau tipe lelaki yang sulit mengatakan perasaanmu. Namun lagi dan lagi aku selalu bertanya tetang perasaanmu padaku, berkali kali aku menggangu dan menggodamu dengan pertanyaan yang seperti film yang selalu diputar putar berkali-kali.

Dan lagi utnuk seterusnya mungkin sampai menua segala pertanyaanku akan selalu tergantung tanpa jawaban. Bagimu cinta dan rasa sayangmu adalah tentang melindungi dan menjagaku, kau yang sulit mengatakan segala hal diam – diam paham betul apa yang menjadi kenginan dan kelemahanku, kau yang memilih bertahan menjagaku di kala hal buruk sekalipun menimpaku

Advertisement

Terimakasih karna tak sekalipun kau beranjak pergi di kala masalah menghampiri kita, bersama kau rangkul dan genggam tanganku. Tetaplah selalu menjadi bagian dari cerita hidupku, aku akan selalu menyisahkan cinta seujung kuku untukmu, cinta yang walau harus patah berkali kali akan tetap selalu memilih untuk tumbuh tanpa di minta, cinta yang akan tetap memilih untuk tumbuh perlahan dan selalu ada.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya