Aku hanya berjalan mengikuti arus, memandangi karang yang di hantam ombak. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepatnya, hingga musim mengingatkanku bahwa telah lama aku berdiam di sini.

Setahun kemudian, akupun kembali di kampung halamanku, tidak lama hanya 2 bulan lewat seminggu lebih 20 jam. Hari itu, waktuku telah habis untuk rumahku.

Advertisement

Saatnya aku beranjak untuk kembali di perantauan, tapi sebelumnya ku tengadahkan kepalaku, kupandangi langit, yang seakan tidak pernah mengizinkanku kembali, kakiku menjadi kaku tak bisa bergerak.

Hei, ada apa dengan mereka? Aku menyadari kelak aku pergi akan ada banyak hal yang akan kurindukan dan begitupun sebaliknya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya