Berjalan bersama mu, hampir 2 tahun.. Tapi bagiku aku mengenal apa artinya melayani.. Apa artinya mencintai dengan ikhlas hati, aku belajar bagaimana caranya menjadi wanita yang mau memampukan dirinya untuk menjadi wanita yang penuh kasih dan menerima kekuranganmu.

Kala itu, kamu menjadi obat dari kesepianku, ketakutanku tentang "pernikahan" dan kamu menjadi alasanku untuk menjadi seorang pribadi yang mau melayani tanpa pamrih.

Advertisement

Lalu, aku kelelahan sayang.. Kita memang menyalahi norma, kita bersama hidup tanpa ikatan rumah tangga.. Inikah hukuman kita?

Saat itu, akulah si wanita dan kamulah si pria.. Aku kelelahan karena aku menahan semua ketakutanku dengan menyampaikannya padamu.. Itu sama saja dengan aku membuat kamu pergi karena alasan tidak kemampuanmu.. Ketidakmampuan kamu untuk menjadi pria yang seharusnya bertanggung jawab untuk berjalannya hidup kita.. Bagaimana aku harus terus dimampukan untuk mengayuh rodaku sendiri? Aku memahami kebuntuanmu, aku memahami traumamu.. Lalu, sayangkah kamu padaku? Jika kamu biarkan aku berjalan sendiri? Sayang, logikaku memang menang, namun aku disandung kesalahan terbesar dengan merasakan kenyamanan dengan pria lain. Pria yang tidak seharusnya ada dalam cerita siapapun itu.. Aku mulai menceritakan keluh kesahku.. Aku menceritakan ketidakpuasanku terhadapmu.. Tanpa kutau, ternyata ada hati yang pria itu coba sampaikan kepadaku..

Sementara itu,

Advertisement

Kamu… Kamu tau ada yang berubah padaku.. Ada yang berbeda dari caraku mencintaimu.. Ada yang aneh dengan sikapku.. Setahun lamanya kamu menahan rasa cemburu dan ketakutanmu.. Namun tidak satupun berubah dari caramu menyayangiku. Dengan kebisaanmu, kamupun melayaniku, menemaniku, mencintaiku dengan seluruh yang kamu punya. Sayang, adakah yang lebih baik dari Rasa penyesalan dan maafku? Sehingga saat kamu tau semua.. Kamu tak lagi ingin melihatku.. Tak rindukah kamu?

Aku pernah begitu mengandalkan kekuatanku, sehingga aku lupa bahwa hanya engkau Tuhan, yang ku perlu.

Kini, sang Tuhan hanya sedang menyelidiki hatiku, apakah aku sungguh mengasihi-Nya.. Sehingga suatu saat aku akan dimampukan mengasihi mahluk indahnya, yang sampai dengan saat ini aku inginnya kamu.

Telah aku rasakan kebaikan-Nya, dalam sepanjang hidupku.. Maka aku janjikan kepada-Nya, bahwa aku akan tetap setia.

Ini, apa yang aku dapatkan dari selesainya cerita yang kita pernah mulai. Kesalahanku melupakan bahwa tangan dan kakiku kepunyaan-Nya.. Bahwa kekuatanku seluruhnya adalah milik-Nya. Sehingga aku mulai angkuh dan berbesar diri hingga aku menyepelekan kamu. Kamu yang diberikan-Nya, sebagai teman hidup yang menemaniku.

Aku sungguh menyesali, kesombonganku, keangkuhanku dan kebisaanku.. aku lupa bahwa segala yang aku dapatkan berasal dari kehendakNya

Dan aku memulai merendahkan kamu, menyepelekan kamu.. Aku lupa bahwa kamu adalah berkat yang Tuhan sediakan untuk menunjukan kepedulian-Nya kepadaku. Aku kesepian Ia hadirkan kamu, Aku sendirian, Tuhan berikan Kamu.

Sayang, maafkan aku yang sebegitu merasa hebat .. Padahal aku Cuma sedang merasa ketakutan. Sayang, maafkan aku yang melupakan betapa baiknya kamu, padahal aku hanya bertingkah agar aku tau sebesar apa cintamu padaku. Sayang, maafkan aku menyepelekan kamu, padahal aku sungguh rindu dan perlu kamu.

Sudah aku katakan kepada-Nya, bahwa aku mengaku kalah, aku kembalikan kamu kepada-Nya. Karena aku percaya kamu milik-Nya, bukan milikku. Aku percaya bahwa Dialah yang akan mengubahmu, mengangkat rasa sakit mu, melembutkan hatimu..

Akupun meminta yang sama padanya, agar dia mampukan aku memahami kodratku, bahwa aku yang seharusnya melembutkanmu, menemani rasa lelahmu, melayani kamu, aku memintaNya mengubahku untuk dimampukan menjadi yang baik tanpa ataupun denganmu.

Jika sekarang ingin menyendiri, lakukanlah.. Biarkan kehendak-Nya mengembalikan kamu.. Dengan atau tanpaku

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya