Dulu ketika masih berada di posisi sebagai mahasiswa S1 Akuntansi, aku selalu merasa lelah dan jenuh dengan tugas-tugas kuliah yang sering ku hadapi. Terlebih saat hari-hari ku bergelut dengan yang namanya tugas akhir Skripsi. Jam dinding seolah-olah tak bergerak. Ia seperti membeku dan tak kompromi terhadap setiap masalah yang sedang ku hadapi. Well, it seems like they never care about my condition.


Waktu seolah berjalan lambat, seolah-olah berusaha untuk menipu dan mengelabui hidupku. Tugas-tugas kuliah dan Skripsi membuat hari-hari ku seolah-olah seperti masa sembilan puluhan dengan televisi yang tak berwarna, hanya hitam dan putih.


Advertisement

Kini, setelah semua itu berakhir. Aku mulai rindu dengan tugas-tugas kuliah tersebut. Aku rindu tugas Pajak yang dulu sempat membuatku menangis dan sakit hati dengan teman-teman kelas ku bahkan dengan dosen ku sendiri. Aku rindu tugas Auditing yang dulu membuatku pusing tujuh keliling. Serta rindu banyak hal mengenai dunia perkuliahan yang begitu indah dan lucu. Masa-masa itu benar-benar akan selalu melekat di dalam benakku.


Kini semuanya sudah hangus. Bagai kayu kering yang terbakar sengatan matahari. Semua seolah-olah musnah tanpa jejak. Aku ingin merasakan kesibukan itu kembali. Kini aku benar-benar merasa ingin kembali bergulat dengan itu semua. Aku ingin melakukannya kembali. Berperang sendiri melawan ganas nya dunia perkuliahan yang begitu menantang.


Masa-masa S1 dulu memang tidak akan pernah terulang kembali. Teman-teman yang dulu pernah mewarnai hari-hari ku memang tak akan pernah hadir kembali. Namun meskipun kini itu semua tak akan pernah terulang kembali, semua memori itu masih melekat erat dalam otak ku, serta telah ku patenkan di dalam hati ku yang paling dalam. Tak akan pernah bisa melupakan kejadian-kejadian masa lalu yang benar-benar pernah membuat hatiku bahagia.

Advertisement

Dunia perkuliahan telah mengajarkan ku banyak hal. Ia mengajari ku arti dari toleransi, agar kelak di dunia sesungguhnya diriku tak egois dan merasa paling benar diantara yang lainnya. Ia mengajari ku arti dengan rendah hati, agar diriku tak bersikap sombong dan angkuh kepada orang lain. Ia juga mengajari ku arti dari sebuah cinta dan perpisahan. Teman-teman yang mewarnai hari-hari ku benar memberikan arti cinta yang sesungguhnya.


Namun ia juga mengajarkan sebuah maka perpisahan dan melepaskan. Karena hidup ini tak selamanya untuk memiliki. Adakalanya semua yang kita miliki saat ini harus kita lepas dan berikan kembali kepada pemilik yang sesungguhnya.


Tuhan…

Aku rindu masa-masa itu. Aku ingin kebahagiaan itu kembali. Bisakah masa-masa itu terulang kembali? Masa-masa indah bersama canda dan tawa mereka yang penuh dengan kebahagiaan? Tuhan izinkan aku untuk mendapatkannya kembali. Mendapatkannya kembali adalah sebuah keajaiban yang benar-benar tak akan pernah terlupakan bagiku.

Tuhan…

Mungkin aku terlalu banyak berkhayal akan itu semua. Semua yang telah terjadi tidak akan pernah bisa kembali seperti sedia kala. Aku harusnya benar-benar paham, bahwa hidup ini bukanlah seperti roller coaster yang berputar dan bisa kembali begitu saja sesuai dengan keinginan ku sendiri. Aku sadar bahwa apa yang pernah dituliskan tidak akan pernah bisa dihapuskan oleh apa dan siapa pun. Masa lalu adalah takdir yang tak akan pernah bisa ku bantah dan ku lawan.

Namun…

Jika semua itu tak mampu kembali seperti sedia kala. Jika masa-masa bersama mereka itu tak bisa terulang kembali. Tuhan, mohon setidaknya kau tancapkan dalam-dalam semua kenangan manis bersama mereka semua itu ke dalam lubuk hatiku yang paling dalam. Agar semua tentang mereka tak mampu ku lupakan. Mereka semua, adalah teman-teman yang tak akan pernah bisa ku lupakan. Senyum, canda dan tingkah laku mereka tak akan pernah mampu kulupakan begitu saja. Walau terkadang, sering ada benci di antara kita. Namun, semua itu hilang begitu saja menjadi sebuah rindu yang tak tertahankan.


Tuhan… Lindungilah mereka semua. Berikanlah kami umur panjang. Agar kelak kami bisa bercanda dan tertawa kembali di reuni yang telah kami sepakati, tentunya bersama anak dan pasangan kami masing-masing. Sungguh, itu akan menjadi salah satu nikmat yang tak akan tertandingi nilainya.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya