Lalu siapa yang akan mengusir kabut kecuali perantara angin? Terima kasih dulu sedu sedan ku kau tampung, namun yang sewaktu dulu kau tulis ucap seakan hilang. Kau yang kini merasa bahagia karena separuh agamamu sudah kau lakukan seakan seduku hilang berhamburan

Bagaimana aku wanita yang pernah kau bilang sebagai laksmi? Laki-laki laram tak pantas untuk mengindahkan wanita yang dianggapnya seperti laksmi, aku datang bukan sebagai penghalang tapi untuk lima tahun lalu saat kau memperkeruhnya. Untuk selanjutnya ada maaf tapi lagi dan lagi perihal laki-laki selalu benalu dihati, aku hanya merindukan seseorang yang ku pikir ku rindukan.

Advertisement

Aku yang pernah mengagungkan dirimu semenjak pertama bertemu tapi kini semua itu beranjak lalu,aku sudah menerimanya untuk kesekian kali tapi tetap hati ini masih mencari.

Aku pernah mambagi waktu antara Tuhan yang memang mencinta sepenuhnya dan kamu yang datang lalu merusaknya. Karena cinta dari yang bukan asalnya memang jauh lebih hebat sakitnya daripada cinta-Nya.

Aku pernah mencoba mencarinya lagi tapi hebatnya lebih dari rasa sakit dihati, salahku waktu itu terlalu menggebu menerima semuanya demi untuk yang sebenarnya telah lalu.

Advertisement

Untukmu, aku tak apa.. Asal semua cinta yang dulu kau lalukan, kau juga harus berikan kepada wanita yang selalu ada dalam angan. Untuk wanita itu, terima kasih kau juga perempuan aku juga perempuan sejalan dengan angan telah membantu melepaskan cinta yang hanya manis ditangan.

Dan untuk Tuhan beserta cinta-Nya terimakasih banyak pilihan cinta yang Engkau berikan, tapi memang cinta-Mu berada di pihakku membantu semua angan terutama semua kenangan menjadi lebih untuk dikenang, selama ini mungkin cinta tak pernah salah yang ada manusia yang menerima pemberian cinta-Mu tidak pernah memperdamaikan semua

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya