Bagaimana hari-harimu kini? Aku dengar kamu sudah bahagia dengan dia yang kamu panggil dengan panggilan sayang "bee". Seorang single parent anak 2 yang telah mengambil dirimu dariku saat aku masih setia menunggumu di saat kamu terjatuh.


Sejujurnya perasaanku sekarang sudah sangat lebih baik. Kehilanganmu ternyata tidak semenyakitkan itu. Aku hanya menyesalkan waktu yang telah aku sia-siakan selama 2 tahun bersamamu. Dan menyesalkan sudah sangat bodoh mempercayai semua kata-katamu.


Advertisement

Jika aku boleh menceritakan kembali secara singkat kisah kita. Aku mengenalmu saat aku memang sedang mencari seseorang yang bisa menjadi imamku secara sah. Aku menemukanmu di tengah kesendirianku.


Kamu datang dengan segala hal yang indah yang membuatku berpikir kalau kamu adalah pelabuhan terakhirku. Dengan semua janji-janji indahnya. Semua yang di awal sangat indah ternyata harus menjadi kehancuranku kembali di akhir.


Satu tahun kita bersama, kamu akhirnya memutuskan untuk resign dari tempatmu bekerja saat itu dan lebih memilih untuk berbisnis sendiri, ternyata telah mengambil keputusan yang salah.

Advertisement

Tapi kamu belum siap untuk total berbisnis dengan memutuskan resign dari kantormu. Aku dan kedua orang tuamu yang sebelumnya telah mencoba untuk menasihatimu, ternyata tidak kamu hiraukan. Dan ketakutanku pun terjadi. Bisnismu hancur meninggalkan banyak hutang. Ya, semua tidak berjalan sesuai rencanamu, kamu pun mengalami keterpurukan ekonomi dan memiliki banyak hutang.

Aku yang sudah terlanjur sangat mencintaimu, memutuskan untuk tetap berada di sampingmu untuk mendukungmu bangkit kembali dari keterpurukanmu. Aku berusaha membantumu sebisaku dalam hal dukungan moril dan materil. Bahkan laptop yang baru aku beli, aku pinjamkan kepadamu untuk kamu bisa membuat curriculum vitae dan mencari pekerjaanmu. Tapi sayang laptop itu tidak pernah kembali hingga sekarang.

Kamu yang tengah berada dalam kejatuhannmu, memutuskan untuk menjadi supir ojek online sementara sampai mendapatkan pekerjaan baru dan untuk bisa membayar seluruh hutang-hutangmu di bank. Dan aku mendukungmu karena kamu masih mau berusaha mencari rezeki.

Tapi ternyata keputusan itu adalah keputusan yang sangat salah. kamu justru bertemu dengan perempuan itu yang berstatus sebagai customermu, perempuan yang akhirnya merebutmu dari diriku.

Seluruh uang hasil kerja kerasmu yang kukira kamu bayarkan ke bank, justru kamu gunakan untuk bersenang-senang dengannya, membelikannya hadiah ulang tahun berupa cincin berlian, dan barang branded lainnya. Bahkan kamu membiayainya untuk travelling bersama ke Jogja dan tempat wisata lainnya.

Dan ketika kamu tidak memiliki uang lagi, atau ketika tagihan bank datang kepadamu. Kamu memelas meminta bantuan pinjaman padaku dengan alasan pendapatanmu sebagai driver ojek online tidak cukup membiayai cicilanmu dan berjanji akan menggantinya ketika kamu sudah memiliki pekerjaan lagi. Dan bodohnya aku selalu mempercayaimu. Lagi-lagi aku bodoh tertipu olehmu.

Setelah beberapa bulan kamu menjalani hari-harimu di jalanan, akhirnya berita bahagia itu datang. Kamu akhirnya diterima sebagai IT Asissten Manager di salah satu kantor berita di salah satu gedung di kawasan permata hijau.

Kamu pun berjanji akan membahagiakan aku setelahnya. Kamu akan membayar semua hutangmu padaku dan menikahiku di tahun depan. Tapi ternyata semua hanyalah kata-kata manismu. Kamu dengan teganya telah berselingkuh jauh sebelum hari itu datang.

Masih jelas kuingat hari menyakitkan itu datang. Sebulan sudah kamu bekerja, Kamu tiba-tiba mengirim chat yang menegaskan untuk mengakhiri hubungan kita dengan alasan sudah menemukan wanita lain yang lebih kamu cintai. Ternyata wanita itu telah merubahmu secara total.

Dan langsung saat itu juga aku mencoba mencari tahu semuanya hingga akhirnya aku mengetahui siapa wanita itu? Seorang single parent dengan anak 2 yang bekerja sebagai chef di salah satu bakery terkenal di Jakarta.


Aku berusaha mengikhlaskannya, tapi sayang hati ini tetap terluka atas perlakuan sepihak darimu. Tapi aku selalu percaya akan adanya hukum karma yang tidak pernah salah alamat.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya