Kita tidak pernah sadar akan jatuh hati pada siapa, dimana dan kapan saja. Bahkan aku pun tak tau bahwa jika akhirnya aku pernah mencintaimu dan kemudian membiarkan bayangmu hilang ntah kemana. Jujur, mencintaimu itu adalah hal yang menyenangkan.

Pertemuan kita, ungkapan sayang kita, semua hal tentangmu aku pikir akan menjadi akhir perjalanan kisahku karena ku t’lah menemukanmu. Tapi sayang, mungkin sang khalik tak berpihak pada kita. Kita berpisah meninggalkan bekas kekecewaan.

Advertisement


Sebelum dan sesudah denganmu aku pernah merasakan jatuh hati, pada mereka-mereka yang tak perlu kusebut namanya. Baik yang sempat kumiliki atau hanya datang kemudian singgah sebentar lalu pergi.


Klise dan terdengar seperti lagu, tapi pasti pernah dialami sebagian orang termasuk aku atau mungkin kamu. Sebenarnya aku bukan tipe yang gampang membuka hati. Aku hanya mempersilahkan mereka seperti kamu dahulu jika ingin menyentuh hatiku. Tapi sejak saat berpisah denganmu, aku jadi takut, takut patah hati itu terulang lagi.

Aku tau jatuh hati itu menyenangkan dan bersamamu telah kubuktikan, tapi jika aku jatuh hati lalu kemudian patah siapa yang mau membalut jika hati ini kemudian luka? Tak mungkin aku mencari pelampiasan atas luka ini, maaf sayang, aku bukan dirimu yang pernah menempatkanku diposisi itu.

Advertisement

Bukannya aku takut akan jatuh hati, tapi aku yakin kamu tau saat aku jatuh hati aku akan jatuh sangat dalam. Dan pasti terbayang perihnya jika harus kurasakan sakit itu lagi, sakit karna sudah jatuh ke dasar tanpa mampu bangkit ke atas lagi. Bukan, bukan karna aku masih mencintaimu, tapi karna aku terlalu takut luka yang pernah kamu gores akan dibuat menganga oleh dirinya yang baru.

Apalah aku, cuma seorang yang bisa menikmati indahnya jatuh hati namun terlalu takut untuk patah hati. Semua yang “berawal” pasti akan “berakhir” . Termasuk jatuh hati, akankah berakhir bahagia atau malah berakhir derita. Sejauh ini aku hanya menerima luka, dan setelah bersamamu aku malah merasa lelah.

Aku terlalu lelah untuk jatuh hati lagi dan memulai kisah yang baru, terlebih lagi aku belum menemukan orang yang benar-benar giat untuk meraih hatiku dan meyakinkan aku bahwa dia tak akan memperlakukanku seperti yang kamu lakukan padaku.

Aku berharap cukup aku yang menjadi orang bodoh disini dan cukup aku yang pernah kau jadikan seseorang untuk membalut luka dihatimu karena ditinggalkan mantan kekasihmu dimasa lalu.


Aku biarlah menjadi diriku yang setia akan kesendirianku sampai kutemukan penggantimu yang benar-benar mencintaiku dan rela melakukan seperti yang pernah kulakukan untukmu.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya