Sebut saja nama Carolina Sinaga, perempuan yang dulu pernah hadir mengisi rongga-rongga dadaku yang menjadi bagian mengapa aku alasannya untuk hidup. Kita berkenalan melalui media sosial Facebook, yang saat itu di mana menjadi media tempat kita bertemu melalui foto-foto dan chating atau juga panggilan video.

Setiap hari dilalui dengan kebahagian tidak pernah ada duka di antara kita, karena setiap harinya kita selalu renew hubungan itu, yang artinya kita satu sama lain berusaha saling memahami bagaimana jarak yang memisahkan cukup jauh antara Pematangsiantar dan Tanjung Pinang. Jika di bayangkan itu lumayan jauh, kita berkenalan lewat media sosial, kita berpacaran juga lewat media sosial dan sebelumnya kita tidak pernah berjumpa tetapi entah mengapa hubungan sangat indah di jalani. Selama hampir dua tahun kita menjalani hubungan melalui media sosial setelah itu kita baru bertemu. "ya pertemua pertemuan pertama ini si cewe yang datang duluan" .

Advertisement

Bandara Kualanamu Internasional adalah salah satu sejarah di mana kita pertama kali bertemu, setelah dua tahun menjalin hubungan. Dan pasti pertemuan pertama ini adalah hal yang paling kaku, di mana sebelumnya hanya melihat foto saat ini akan melihat wujud aslinya. Ya aku duduk di ruang tunggu ini menunggu bidadari cantikku datang menyapa aku setelah sekian lama ku nanti, di mana sebelunya mereka saling komunikasi dan sebuah penggalan isi chat mereka "aku kekasih mu datang dengan hanya sekoper pakaian tetapi dengan segunung tidak terbendung kerinduanku".

Pertemuan pertama ini, berlangsung tidak begitu lama hanya sekitar dua hari lamanya ia berada di Pematangsiantar. Tetapi untuk momen yang singkat ini, kita mengusahakan setiap momen didokumentasikan sebagai bukti otentik kita telah pernah bertemu dan ternyata aku dan kamu itu nyata adanya. Waktu itu kita sempatkan berfoto di Parapat, karena permintaan lembut mu itu, "kekasihku maukah kamu menunjukkan kepada ku Danau Toba, aku belum pernah melihatnya." Dengan waktu yang terbatas aku coba melajuhkan sepeda motor untuk membawanya walau hanya berapa saat saja di Parapat, hanya untuk memberikan suatu momen indah sesuai dengan permintaan lembutnya, "Suatu hubungan yang sangat lucu, rumit tetapi sungguh sangat menyedihkan di akhir cerita ini nantinya".

Pada waktu kembali wanita pujaan hatinya itu, mereka kembali beraktifitas seperti biasanya bekerja dan tidak lupa membangun komunikasi medsosnya. Hari-hari dijalani penuh perjuangan dan cita-cita kedepan, "coba kamu bayangi lewat telpon dan chat tiap hari kalo di pikir-pikir sudah sampai di mana saja pembahasannya itu", memang sangat misterius hubungan tersebut. Di tahun kedua hingga kempat ini adalah tahun perjungan buat hubungan mereka. Dimana fase-fase jenuh dan cemburu mulai menggerogoti hubungan tersebut, di mana ketika si lelaki sedang berfoto dengan perempuan lain, si perempuannya langsung cemburu luar biasa.

Advertisement

Hingga pada akhir-akhir tahun keempat tibalah saat-saat yang paling memiluhkan dirasakan si lelaki ini. ia mendapatkan sms dari orang tua pujaan hatinya dengan isi demikian "tolong jangan hubungi dan berkomunikasi dengan putri saya lagi, kamu bukan orang yang tepat untuk putri saya" . Membaca hal ini langsung membuat luka dan terbakar hatinya lelaki tersebut, tidak ada masalah tiba-tiba orang tua kekasihnya mengirimkan hal demikian.

Beberapa saat kemudian mereka sempat berjanji untuk tetap berjuang mempertahankan hubungan tersebut, walau hati si lelaki tersebut tidak siap, karena baginya mencari pendamping hidup tidak cukup bisa bersama dengan kekasihnya tetapi keluarga dari kekasihnya juga harus dapat bersama-sama dengan ia.

Seiring berjalannya waktu, bulan berlalu bulan si perempuan mulai menunjukkan hal-hal aneh, di mana ia mulai tidak respek dan ingin mencari tahu kabar dari kekasihnya, tetapi hal itu masih tetap di jauhkan sang lelaki untuk mencegah hubungan itu agar tidak makin rumit. Hingga pada suatu pagi di hari minggu, si perempuan meneleponnya, dengan nada sedikit marah ia mempertanyakan persoalan foto perempuan yang ada di akun fb nya, tanpa bicara panjang lebar menyusul perempuan tersebut kembali berucap bahwa ia akan menikah di bulan Oktober mendatang.

Lelaki itu terdiam, seolah tidak percaya dengan yang terjadi ia meneteskan air mata tanpa diketahui kekasihnya, pujaan hatinya yang jauh disana di balik telepon yang masih terhubung di genggamannya. Dengan berusaha tegar ia mempertanyakan "lelaki mana yang berhasil merebut hati mu dariku" Ia menjawab bahwa ia dijodohkan orang tuanya dengan marga Siregar yang semarga denganku, hati lelaki itupun teriris-iris di mana orang yang mengambil pujaan hatinya itu semarga dengan dirinya di tambah lagi foto mesra sebelumnya telah dilihatnya.

Semenjak saat itu, ia bersumpah akan tetap menyayanginya apapun yang terjadi meski rasa sayang tersebut tinggal sebagai adik, karena sebetulnya dirimu adalah adikku dalam bahasa batak Ito ku, kita sama serumpun marga Lottung. Berbahagiahlah dengan lelaki pilihan mu, karena aku tahu itu adalah yang terbaik bagimu dan kamu belum yang terbaik bagiku versi kamu, dan untuk saat ini aku akan mencoba memanfaatkan waktu dengan sempurna mengisi hal-hal positif yang berguna untuk masa depanku, siapa tahu nantinya aku dapat menyusul kebahagiaan mu dengan orang yang tepat untuk aku bahagiakan dan membahagiahkanku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya