Akun Instagram Resmi Boygroup BTS, Baru-baru Ini dipenuhi dengan Komentar Rasis! Ada Apa Ya?

Their music taste really sucks

“Apaan, sih. Plastik aja didukung. Kena kipas aja nangis.”

“Moment 4 tahun sekali rusak gara-gara batues”

Advertisement

Baru-baru ini, akun Instagram resmi boygroup ternama asal Korea Selatan, BTS, dipenuhi akan komentar-komentar rasis seperti ini. Lucunya, mayoritas dari top comment tersebut berbahasa Indonesia. Yang jelas, kalimat-kalimat rasis itu memang diucapkan oleh segelintir netizen Indonesia yang merasa dirugikan perihal lagu yang bakal diputar di final event bergengsi Euro 2020.

Jadi, apasih sebenernya duduk permasalahan perkara ini?

Seperti halnya event-event olahraga sebelumnya, panitia Euro 2020 mengadakan voting untuk menentukan lagu yang bakalan diputar pada babak final nantinya di Stadion Wembley, London tanggal 12 Juli. Empat lagu terpilih pun dimunculkan di akun twitter resmi Euro 2020. ‘Kill My Mind’ milik Louis Tomlinson, ‘Bad Boy’nya Billie Eilish, ‘Yeah’ milik Usher, serta ‘Butter’ milik BTS itu sendiri. Voting ini berlangsung selama 4 hari dan hasil voting total menunjukkan bahwa ‘Butter’ menempati posisi pertama dengan perolehan 46%, sedangkan ‘Kill My Mind’ milik Louis Tomlinson menduduki urutan kedua dengan total voting sebanyak 42%.

Advertisement

Lalu masalahnya dimana?

Nah, disini para penggemar bola merasa tidak terima dengan hasil voting. Mereka beralibi bahwa lagu ‘Butter’ ini tidak cocok dimainkan di acara sepak bola. Vibes nya kurang terasa, katanya. Genrenya nggak cocok buat nonton pertandingan, katanya. Intinya, para penggemar bola pada nggak terima karena lagu yang bakalan diputar punya BTS. Dari sinilah awal mura ujaran-ujaran rasis bertebaran di dunia maya. Semula yang hanya ngatain Army si fansnya BTS, berlanjut ke ngatain BTS, berlanjut sampai ngatain orang-orang Korsel pada operasi plastik. Tak main-main, kelakuan buruk para netizen ini pun masuk di salah satu situs berita asal Korea Selatan, Theqoo.net. Pada berita tersebut mereka melampirkan screenshot bukti komentar-komentar rasis netizen yang ditemukan di akun resmi Instagram milik BTS. Knetz pun melontarkan komentar pedas ketika menanggapi hal ini. “Kenapa mereka rasis sekali,” ujar salah satu akun di bagian kolom komentar. “Mereka pasti sudah gila”, komentar akun lain. Ujaran rasis itu tak hanya berujung di Instagram aja. Platform sosmed ‘TikTok’ yang lagi viral ini pun juga dipenuhi konten-konten yang menunjukkan ke tidak terimaan para fans bola terhadap lagu ‘Butter’. Jangankan konten videonya, komentar yang tercantum pun juga tak kalah rasis, bahkan lebih parah. Lucunya, komentar-komentar rasis ini mendapatkan jumlah like hingga ribuan bahkan ratusan ribu. Bukannya artinya banyak yang setuju dengan pendapat rasis mereka?

Advertisement

Ya terus, sebenernya siapa yang salah?

Kedua belah pihak, baik para fans bola maupun fans BTS sebenarnya tidak ada yang salah. Kalau dikata, memang benar lagu ‘Butter’ ini nggak cocok buat diputar di final Euro 2020. Genrenya yang funky dan tempo lagu yang sedikit slow memang lebih cocok buat diputar di dance party. Itu sebabnya para fans bola pada gak terima. Tapi apakah dengan begitu ini jadi salahnya Army karena sudah ngevote idolanya? Tentu tidak juga. Yang namanya fans pasti bakalan mendukung idolanya, dengan apapun itu caranya. Ga peduli mereka nonton pertandingan bolanya atau nggak, asal lagu idolanya masuk nominasi mereka pasti bakal mengerahkan pasukan untuk ikutan voting. Jadi sebenernya percuma aja kalo kedua kubu ini tetep berseteru, saling lempar ujaran hate speech satu sama lain di sosial media. Nyatanya, memang pihak panitia Euro 2020 sendiri yang memberikan pilihan lagu untuk dijadikan nominasi. Harusnya, kalau memang protes ya protes ke panitianya. Kenapa harus ngebash para fans K-Pop, bahkan sampai ngejelek-jelekin ras orang Korea?

Yang lebih lucu, ternyata pihak panitia Euro 2020 memutuskan untuk memutar keempat lagu nominasi di final tanggal 12 Juli. Ya terus, apa gunanya mati-matian voting dari kemarin? Ya terus, apa gunanya capek-capek berdebat di sosial media? Ya terus, apa manfaatnya saling lempar ujaran hate speech bahkan pendapat rasis?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

a long-life learner.

CLOSE