Punya mantan terindah? Masih sering teringat padanya? Apa kamu belum move on? Nanti dulu. Sabar. Jangan terburu-buru menyimpulkan situasi. Bisa saja kamu sering ingat padanya bukan karena belum move on. Bisa saja memang belum move on. Jangan sampai salah menafsirkan. Jangan juga segera mengatakan bahwa setiap kali kita mengingatnya adalah sebagai perasaan rindu. Tidak secepat itu, Ferguso.

Urusan hati memang tak boleh sembrono. Maka, berhati-hatilah dengan hati. Sebab, niat untuk kembali menjalin komunikasi dengan mantan bisa-bisa malah membuat hati kita terluka. Toh, balikan dengan mantan juga tidak punya akhir cerita yang pasti. Beberapa pasangan ada yang bahagia setelah balikan dan beberapa pasangan yang lain tetap saja tak bisa bersatu meski telah berulang kali mencoba memperbaiki hubungan mereka. Jadi, bagaimana menyikapi pikiran atau hati kita yang tampaknya masih menginginkan mantan kekasih itu? Mari kita bedah.

Advertisement


Paling tidak ada dua penyebab pasti yang membuat kita sering teringat seseorang.


Pertama, kita punya kenangan baik bersamanya. Jelas sudah dan tak perlu diragukan lagi. Kita semua menginginkan hidup yang bahagia, yang manis dan yang romantis. Oleh karena itu, bila hidup yang bahagia-manis-romantis itu terjadi, kita akan mengingatnya senantiasa. 

Namun, perlu dijelaskan pula, apa sebenarnya yang paling berkesan dari bagian hidup yang bahagia-manis-romantis itu? Apakah momennya? Ataukah orangnya? Tentu saja ini berbeda. Suatu kenangan yang berkesan bisa saja diulang bersama orang berbeda dengan perasaan yang tak jauh berbeda. 

Advertisement

Artinya, kita bisa mengulangi pengalaman indah di suatu pantai bersama orang yang berbeda dari orang sebelumnya. Mungkin akan jauh lebih berkesan daripada kenangan sebelumnya. Misalnya, jika dulu kita pergi ke pantai itu bersama keluarga dan akan kita kunjungi lagi pantai itu bersama sahabat atau pasangan, tentu kesannya akan berbeda. Jadi, jangan terburu-buru menyimpulkan ingatan terhadap mantan. Bisa saja yang kita ingat adalah momennya. Bukan si mantan.

Selain itu, kita harus paham pula dengan diri kita; di saat-saat bagaimanakah kita sering teringat padanya atau pada momen itu? Karena, otak kita sepertinya secara otomatis memutar kenangan manis di saat kita tengah lelah atau sedang kecewa. Bisa jadi, kita teringat padanya hanya ketika kita merasa sendirian dan tak ada yang membantu atau menghibur. 

Katakanlah si mantan dulu selalu ada untuk kita seperti Spiderman atau Captain America, tentu terasa sekali ketidakhadirannya setelah putus. Atau, apakah kita memang sering teringat padanya di banyak kesempatan? Dua pertanyaan barusan kiranya akan lebih menjawab tentang ingatan kita yang sering tertuju padanya.

Sedangkan penyebab yang kedua adalah kita punya kenangan buruk dengannya. Penyebab yang kedua ini rasanya tak perlu dituliskan dengan panjang-lebar, karena memang tak perlu diingat lebih lama. Hanya akan membuat bad mood. Tak ada pilihan lain selain Maafkan dan ikhlaskan! Bila berat, lakukan perlahan. Jangan pula paksakan diri karena justru akan membuat kita semakin mengingatnya. Sikapi secara dewasa, bahwa tak mungkin kita selalu menerima kejadian yang enak saja. 

Kita perlu lelah dan luka agar bisa lebih kuat. Kita juga perlu memaafkan dan mengikhlaskan agar kita bisa berjalan ke tempat yang baru dan bertemu dengan orang baru. Mungkin akan memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Tak apa. Beberapa penyakit pun butuh waktu pemulihan yang lebih lama. Akan tetapi, setelah kecewa itu berakhir, hari-hari kita akan jauh lebih bermakna.

Jadi, itulah dua penyebab kita masih sering teringat seseorang. Semoga bermanfaat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya