Seberapa besar pengaruh seseorang bagi kehidupan orang lain?

Dalam proses berjalannya sebuah kehidupan, terkadang kita tidak menyadari bahwa ada pengaruh orang lain dalam sebuah proses yang tengah kita jalani. Entah secara langsung atapun tidak langsung, bentuk dukungan, ucapan semangat, pesan singkat, dan lain-lain, tanpa disadari mampu untuk mengubah kehidupan seorang pribadi, membawanya ke sebuah jalan yang lebih baik dari sebelumnya.

Advertisement

Di sini, aku tidak ingin mengomentari kehidupan orang lain. Aku hanya ingin melihat berjalannya proses kehidupanku selama ini. Bagaimana proses yang aku lewati serta peran serta siapa saja yang bisa membawaku sampai di titik ini. Ada banyak hal yang mampu mempengaruhi diriku, bukan hanya mempengaruhi cara berpikir, tetapi juga bertingkah laku dan juga bersosialisasi.

Ada sebuah hal yang sebenarnya sederhana, tetapi bagiku cukup untuk menjadi cermin akan setiap langkah yang telah aku ambil dan membawaku untuk mau menjadi pemikir akan next step yang ingin dan akan aku pilih. Kegiatan ini cukup sederhana, namun kaya akan makna. Membaca. Entah membaca buku motivasi, buku quotes penyemangat, atau (hanya) buku cerita, novel, teenlit, chicklit, dan sebangsanya bisa (sebenarnya) untuk membuat kita berefleksi dengan kehidupan kita (pada umumnya) dan diri sendiri (pada khususnya).

Mungkin terkesan konyol, apalagi berefleksi dengan sebuah buku cerita, tapi nikmati prosesnya dan kemudian rasakan dampaknya. Hal yang kita butuhkan disini (hanya) hati yang terbuka. Ketika hati kita terbuka untuk belajar, maka kita akan mampu untuk melihat nilai yang tersembunyi, yang terkadang luput, dan bahkan tidak kita lihat sama sekali.

Advertisement

Di sisi lain, pengalaman berinteraksi dengan orang-orang, mendengarkan cerita mereka tentang masa lalu, titik balik, tangga menuju mimpi-mimpi, dan masih banyak lagi, membuatku berpikir bahwa jalan kehidupan yang mereka lewati terkadang jauh lebih sulit daripada jalan yang aku lalui. Berbagai memori kemudian membawaku kepada banyak ungkap kejengkelan yang dahulu sering kugaungkan, kupertanyakan kepada Tuhan "mengapa harus AKU?" atau sekedar "mengapa harus jalan ini yang KAU berikan pada-KU?"

Banyak ungkapan 'konyol' yang dahulu sering kusiarkan. Kini, ketika aku memandang dunia yang lebih luas, bertemu dengan bayak orang hebat, aku tahu bahwa aku seharusnya mensyukuri jalan yang kini tengah aku tapaki. Mereka (hampir semua orang yang kutemui) membuka pikiranku akan nikmatnya melakukan refleksi dalam hidup, bercermin pada kehidupan orang lain jika kita sedang merasa congkak dengan ke(tidak)hebatan kita atau merasa lemah karena ke(tidak)mampuan kita.

Mereka adalah sosok-sosok hebat yang mampu membawaku ke dalam sebuah proses untuk melihat hidup secara lebih sederhana, karena pada dasarnya keindahan, kebahagiaan, kesuksesan itu selalu berdiri disamping manusia, hanya saja terkadang manusia terlalu tinggi memandang mereka. Jadi, bukan karena keindahan, kebahagiaan, atau kesuksesan itu tidak ada, mereka hanya sedang berada di sudut penglihatan, dan sedikit diabaikan oleh manusianya. Dalam proses ini, yang kita butuhkan (sekali lagi) adalah hati yang terbuka.

Keterbukaan hati (akan) membuat kita rendah hati, karena (sebenarnya) di dunia yang luas ini, kita bukanlah siapa-siapa tanpa adanya orang lain di sekeliling kita, tanpa adanya hal-hal penting nggak penting dalam kehidupan kita. Keberadaan mereka yang membuat kita ada, mereka yang membuat kita menjadi nyata. Dengan hati yang terbuka, kita akan bisa mendengar dengan lebih jernih, melihat dengan lebih jelas, berpikir dengan lebih terbuka, serta membawa kehidupan kita untuk berjalan lebih selow, namun tetap memiliki tujuan, pengharapan, untuk menuju lebih baik, dan pastinya lebih bermanfaat.

Yuukk, kita belajar!!! :)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya