Ketika selintas kenangan itu numpang laju untuk lewat sebentar, membuat angan move-on ku terhenti sejenak membawa jiwa ini untuk merasakan hangat dan manisnya lembaran lama yang telah ku tutup dulu. Terhempas untuk sekian kalinya, terjatuh untuk beberapa kali, teringat untuk ingin kembali. Tak bisa ku menyalahkan waktu, karena waktu selalu tepat dan pas pada sasaran.

Lapang dada untuk keseribu kali telah ku ambil lari, Letih untuk mengambil lagi telah ku ikhlaskan

Advertisement

Hanya saja aku yang bisa kau salahkan pada saat ini, aku yang tak pernah puas dengan keadaanmu, dan aku pula yang menanggung semuanya sekarang. Tak pernah puas dengan keadaanmu? bukan maksudku untuk kamu menjadi seperti orang lain, hanya saja yang kulihat kamu sulit untuk larut dalam kepedihanmu dahulu dan kau tumpahkan kepedihanmu di gelas hatiku.

Merasa seperti tidak kau hiraukan, ketika pikiranmu pergi menjemput kenangan lamamu bersama dia. Masih terbayang dengan dia ketika kamu bersama ku, sehingga kamu sering mengucapkan beberapa kata dari dia untuk aku tanpa kamu sadari yang membuatku sedikit sakit :').

Aku terbangun dari lamunanku, dari semua yang sudah ku tutup lama kini menghantui tidur ku setiap malam. Terheran karena itu semua terlintas sangat jelas, sudah setengah tahun lebih untuk tak mengingat moment itu, menghapus semua dari memory namun yang kurasa sekarang justru kenangan itu begitu nampak hadir di dalam lingkup pikiranku ini.

Advertisement

Inginku bersikeras menolak, namun apa dayaku ku terima dengan ikhlas ketika itu hadir sejenak. Ku nikmati setiap tetes air mata yang keluar, rasa kekecewaan, rasa penyesalan, dan rasa kerinduan yang besar.

Andaikan waktu itu bisa terputar kembali, inginku merubah skenario ceritaku bersamanya. Andaikan masih ada kesempatan yang bisa ku raih, inginku gapai secara cepat. danAndaikan itu semua tak pernah terjadi diantara kita mungkin tak pernah kurasakan arti pengalaman hidup.

Mendoakanmu dari jauh adalah caraku untuk membuatku sedikit tenang.Terngiang pada 2 arti kata yang berat, benci dan cinta menjalar pada pandanganku sekarang. Harapan besar telah pupus dan tak ada lagi harapan baru untuk menjalin kembali, namun jika takdir yang sanggup merubah semuanya itu, aku terima. Terima kasih telah hadir dan merubahku menjadi orang seperti belum pernah kamu kenal dahulu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya