Ayah Juara Satu di Muka Bumi, Aku Ingin Menua Bersamamu Hingga Hari Tua

Selamat hari Ayah untuk semua Ayah hebat di muka bumi ini.

Tinggal di rumah dan lalui hari dengan damai bersama orang-orang yang istimewa rasanya semakin mempertegas narasi tentang rumah yang membuatmu nyaman dan aman. Menulis  tentang rumah akan abadi dalam hidup, tentang cinta yang berpendar dari lubuk hati yang paling dalam dari orang-orang yang bernaung di bawah atapnya.

Setelah aku berkelana di tempat nan jauh di sana, kini hari-hariku diisi dengan menghabiskan waktu  bersama dengan orang terkasih. Aku bersyukur diberi kesempatan untuk kembali pulang ke dalam rumah, sebab di luar sana ada yang ingin pulang namun tidak tahu kemana arah untuk pulang ke rumah. Kamu tentu beruntung jika satu di antara orang yang selalu dipanggil untuk pulang ke rumah.

Advertisement

Rumah bagiku bukan hanya tentang bangunan semata, bukan tentang bangunan yang luks atau tidak, tapi tentang Ayah yang membuat diriku bangga dengan pengabdiannya. Ayah yang dalam defenisi setiap anak relatif itu selalu saja melahirkan rasa bangga dalam diri buah hatinya. Ia selalu hadirkan cerita cinta yang kuat dan mengakar dalam perjalanan panjang setiap anaknya.

Ayunan langkah di setiap harinya hanya tertuju pada satu tujuan; membahagiakan buah hatinya. Pengabdiannya total. Militansi yang ia miliki lahir dari cinta yang tulus, daya juang yang keluar dari dalam dirinya berpendar dari tanggung jawab moral sebagai seorang Ayah. Energinya bersumberkan dari serpihan hati yang putih, tentang cinta yang akan abadi, sampai nanti sampai mati.

Dalam hari-hari yang ia arungi, doa dan harapan Ayah tidak muluk-muluk. Ia hanya mendaraskan doa bagi anaknya agar langkah mereka  semakin kokoh, hari depannya semakin baik tanpa memilih jalan yang mendustai cinta yang telah ia tanam.

Advertisement

Ayah selalu merasa bahwa dirinya memiliki energi yang cukup meski wajahnya perlahan-lahan mulai keriput. Ayah memang begitu orangnya, merasa sok kuat di tengah usia yang kian merangkak jauh. Ayah juara selalu mengutamakan kebahagiaan anaknya bahkan mengorbankan kebahagiaan dirinya sendiri.

Lelaki tua yang terkadang jarang tersenyum itu, yang tawanya terdengar sesekali, yang langkahnya tertatih-tatih itu selalu saja membawa aura optimisme pada diri buah hatinya. Ia selalu menyakinkan pilihan setiap anaknya bahwa ia masih memiliki segudang energi yang masih bisa diandalkan.

Sekali lagi semua Ayah di muka bumi memang begitu orangnya. Terik mentari yang menyengat bagi mereka bukanlah tantangan yang berarti, gelombang laut yang ganas tidak akan menciutkan nyali mereka, Ayah tetap angkat kaki untuk menghalau seluruh tantangan dalam perjalanan hidupnya. Barangkali cinta yang tulus tanpa membutuhkan balasan berupa fulus sebagai modal utama dari dalam diri semua Ayah di muka bumi ini.

Tugas kita sebagai anak-anaknya barangkali tidak terlalu berat, cukup konsisten dalam berjuang demi menambah usia mereka agar langkah kakinya tetap tegar. Tawa membahana akan terdengar dari ruang utama di rumahmu, saat cerita tentang dirimu yang sudah sukses terdengar di kupingnya, luka merebak di dalam hatinya saat apa yang Ayah titipkan untuk kamu lunasi diabaikan begitu saja.

Ayah selalu mengharapkan agar seluruh buah hatinya dapat melangkah dengan pasti, sebab kita memiliki tugas pokok untuk tidak mengecewakan dirinya. Tuntasi apa yang perlu kita tuntaskan, bayari apa yang perlu kita bayar, lakukan apa yang perlu kita lakukan. Bantu Ayah agar ia tidak lekas menua. Lalu jika di suatu masa semuanya sudah tuntas digapai, jangan sungkan apalagi malu untuk kembali ke pangkuannya. Habiskan hari-harimu dengan menua bersamanya, dengar keluh kesahnya, dan bukakan pintu hatimu sembari mengisi waktu untuk mengabdi bagi dirinya.

Sebentar lagi 12 November kian dekat, hari yang istimewa bagi semua Ayah di bumi Nusantara ini. Pasalnya, semua anak akan bersujud syukur untuk mendaraskan doa berupa ucapan terima kasih atas seluruh pengabdiannya, tentang cinta yang tidak pernah pudar meski rambutnya perlahan-lahan memutih.

Barangkali semua Ayah tidak mengharapkan hari Ayah dirayakan. Ia mungkin hanya memiliki satu permintaan yang bisa saja kita penuhi dengan membahagiakan dirinya dengan tidak mengabaikan cinta dan cita yang Ayah titipkan. Ia mungkin tak menginginkan doa-doa yang panjang terpampang di media sosial, tak mengharapkan bunga yang indah terletak di pintu kamarnya, Ayah hanya mengharapkan agar kita bisa menua bersamanya, sampai nanti sampai mati.

Selamat hari Ayah untuk semua Ayah hebat di muka bumi ini. Selamat hari Ayah juga untuk Ayah kami di rumah. Terima kasih untuk kopi pagi, cerita tentang hidup dan pengabdianmu yang begitu tulus. Hormat diberi untuk semua Ayah yang kuat, Ayah juara satu di dalam hati setiap anak-anaknya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya seorang pendidik di Barat Sumatera. Selain menjadi guru, saya juga seorang blogger yang suka berkelana ke tempat yang baru. Saya menyukai kopi, puisi, cerpen dan pengagum tenunan hebat mama-mama di bumi Flobamora. Sebagai anak yang berbakti kepada kampung halaman, saya akan terus menceritakan kampung halaman melalui pena yang tidak akan mati.

CLOSE