Sejak di beritakan tentang virus Corona pada akhir tahun 2019 di Wuhan China dan mulai masuk ke Indonesia pada awal tahun 2020 hingga sekarang tahun 2021 Indonesia masih melakukan pembelajaran daring. Namun, sekarang sudah mulai dilakukan pembelajaran offline dibeberapa sekolah, perkantoran dan perkuliahan secara bertahap dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah disetujui oleh pihak Satgas Covid-19.
Selama pandemi ini khususnya mahasiswa mudah bosan dan stress karena pembelajaran daring, banyak tugas yang harus dikerjakan, tidak bertemu dengan teman, dan sulit untuk keluar rumah, belum lagi saat pembelajaran daring menggunakan zoom meeting atau google meet, mahasiswa harus duduk berjam-jam.
Mahasiswa yang berada dirumah ataupun di kost sendirian, memiliki kesulitan masing-masing. Menurut pengalaman pribadi saya, saat berada dikost sebagai mahasiswa akan lebih fokus untuk belajar dan memperhatikan pembelajaran.
Namun, pola makan dan tidur tidak teratur dengan baik, hal ini dipengaruhi oleh sikap (malas atau tidak nafsu makan), stres (banyak tugas atau masalah pribadi) dan bosan karena sulit untuk bertemu teman, sehingga ini sangat berpengaruh dengan imun yang ada di tubuh.
Saya pernah mengalami tujuh hari lebih tidak makan secara teratur seperti tidak makan pagi, untuk makan siang hanya kadang-kadang saja itupun saya hanya makan satu kali dalam sehari dengan porsi makanan yang berisi cuma nasi dan lauk (membeli makanan siap saji melalui go-food), kadang juga hanya malam di malam hari.
Ditambah dengan banyak tugas dan stress karena masalah pribadi sehingga tidur selalu larut malam. Hal ini mengakibatkan hasil tes g-nose saya  positif (reaktif). Dokter memberitahu saya agar tidak boleh cemas berlebihan, karena ini belum memastikan bahwa saya terpapar oleh virus covid-19, hal ini tidak terlalu membuat saya terkejut karena saya sudah merasa bahwa imun saya memang sedang menurun. Saya di sarankan untuk istirahat di kost selama tiga hari dan hari keempat saya melakukan tes swab PCR. Hasil tes swab PCR saya negatif yang berarti benar imun saya saat melakukan tes g-nose sedang turun (tidak baik).
Selama istirahat mandiri di kost, pertama saya lakukan adalah berpikir secara positif, meyakinkan ke diri saya bahwa saya pasti bisa melewati ini. Kedua mengatur pola makan secara teratur dengan komposisi lengkap sesuai isi piringku seperti ada nasi, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah, tidak lupa tambahan vitamin C dan air minum yang cukup. Ketiga mengatur pola tidur agar tidak tidur diatas jam 12 malam.
Saya juga merjemur di bawah sinar matahari pagi setiap jam 09.00, menyemprot setiap sudut kamar dengan disinfektan, mengikuti protokol kesehatan saat berada diluar rumah, dan mandi secara teratur. Saat kita dinyatakan reaktif, sangat membutuhkan dukurangan orang di sekitar kita, hal ini sangat berpengaruh dalam penyembuhan atau meningkatkan imun kita.
Menurut pribadi saya, ketika mahasiswa berada dirumah, pola makan dan pola tidur teratur. Namun, tugas pekerjaan rumah juga menjadi tanggungjawab, belum lagi tugas yang diberikan oleh dosen, mungkin hal ini terjadi oleh beberapa orang saja.
Jadi menurut saya, baik kita berada di rumah atau dikost tergantung ke diri kita sendiri menyadari dan menyikapi betapa pentingnya melakukan hidup sehat dalam masa pandemi ini. Virus covid-19 jangan dianggap sepele, saat terpapar reaksi disetiap orang berbeda-beda, apalagi kita yang tinggal di rumah dengan orangtua yang mempunyai penyakit bawaan, sangat rentan terpapar oleh virus covid-19 ini. Oleh itu penting sekali untuk mematuhi protokol kesehatan dan pola hidup sehat. Semoga pengalaman pribadi saya bermanfaat.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”