Bagaimana Sebaiknya Masyarakat Menghadapi Situasi Saat Ini?

Hal yang dilakukan masyarakat selama pandemi

Di tengah pandemi COVID-19 membuat banyak warga yang menjadi cemas, bingung, dan khawatir. Adakah persiapan masyarakat untuk menghadapi covid?

Awal kemunculan COVID-19 di Indonesia sangat tidak disangka oleh masyarakat. Awalnya berita tersebut tidak dipercaya oleh masyarakat dan bahkan banyak di antara warga yang membuat pernyataan-pernyataan di sosial media bahwa kemungkinan terjangkitnya virus ini di indonesia sangatlah tidak mungkin, dari sinilah banyak masyarakat mempercayai hal tersebut. Namun harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Perlahan Indonesia juga termasuk negara yang terjangkit COVID-19 dengan korban yang terus bertambah seiring berjaannya waktu.

Masyarakat indonesia mengahadapi kasus ini dengan keadaan yang kritis dan sangat minim pengetahuan mengenai COVID-19. Sebelumnya mereka belum mengetahui bahwa penyebaran virus ini sangatlah cepat, mereka tetap saja berkumpul pada keramaian dan tidak menjaga jarak. Sama halnya dengan pemerintah, seharusnya jika sudah mengetahui penyebaran virus telah ada Indonesia, pemerintah sebaiknya menginformasikan ke masyarakat melalui telepon genggam secepatnya dengan cara mengirimkan ulasan-ulasan mengenai pengetahuan tentang COVID-19 setiap orang seperti di beberapa negara yang telah dilansir sebelumnya.

Tidak menunggu waktu yang lama, meningkatnya virus di indonesia semakin bertambah sehingga para pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk selalu tetap di rumah kecuali pada keadaan yang mendesak dan jikapun keluar harus menggunakan masker. Berdiam di rumah membuat masyarakat untuk bekerja dan belajar dari rumah. Bekerja dan belajar dari rumah memiliki pandangan yang berbeda-beda baik dari sisi positif maupun sisi negatifnya.

Menurut pandangan saya terhadap masyarakat di sekitar selama pandemi banyak warga yang bekerja dan belajar melalui sistem online. Bagi siswa ataupun mahasiswa akan diberikan tugas oleh guru atau dosen melalui online dan dikumpulkan juga melalui online yang telah ditetapkkan begitupun untuk orang-orang yang bekerja melalui online. Bekerja dan belajar selama pandemi tidak selalu berdampak negatif pada masyarakat ada juga sisi baiknya. 

Sisi dari negatif bisa dilihat ketika anak sekolah yang belajar daring. Mungkin ada beberapa yang bisa menerima pembelajaran tersebut dan ada juga yang sulit memahami pembelajaran melalui proses tersebut. Guru-guru juga tidak mengetahui apakah anak tersebut benar-benar menyimak ketika proses penjelasan berlangsung. Sama halnya juga bagi mahasiswa dan dosen. Untuk orang-orang yang bekerja juga demikian, agar aktivitas bisnis dan perkantoran tetap terus berjalan. Meski demikian, tidak semua orang nyaman bekerja di rumah. Nuansa rumah yang terlalu nyaman berpotensi menurunkan produktivitas kerja. Terlalu lama berada di dalam rumah pun juga bisa menimbulkan rasa bosan.

Bekerja dari rumah juga memiliki dampak positif diantaranya adalah lebih fleksibel dalam menyelesaikan pekerjaan. Anda tidak perlu melulu mengikuti jam masuk kantor. Ketika bangun pagi, bahkan Anda bisa langsung membuka laptop dan mencicil pekerjaan. Selain itu, ketika stres yang dirasa tak menjadi beban, tentu saja produktivitas kerja akan menjadi meningkat. Dengan begitu, Anda bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Sedikit tips, hindari bekerja di ruang tidur guna menghindari rasa malas yang bisa saja menghantui, jangan lupa mandi dan berpakaian rapi, serta dengarkanlah musik favorit yang dapat membangkitkan suasana hati Anda.

Beribadah di rumah juga harus dilakukan masyarakat untuk menghindari penyebaran virus COVID-19. beribadah dengan keluarga dirumah membuat kita semakin dekat dengan keluarga melalui shalat berjamaah, mengaji bersama keluarga dan juga berpuasa dan terawih juga dilakukan dirumah bersama keluarga.

Saya mengambil dua pendekatan teori psikologi mengenai keadaan seperti ini, teori thorndike dan vigotsky. Thorndike berpendapat bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon, jadi jika dikaitkan dengan keadaan ini masyarakat bisa mengambil pelajaran melalui keadaan saat ini dimana sebelumnya kita sulit menerima himbauan-himbauan dari orang sekitar, dan dengan kemunculan virus ini. Mungkin sebelumnya kita tidak terlalu memperhatikan kebersihan, sulit meluangkan waktu bersama keluarga dan juga istirahat, bekerja, beribadah juga seimbang bisa kita lakukan selama dirumah. COVID-19 merupakan stimulus pembelajaran bagi masyarakat bagaimana kita menghadapinya. Apakah kita menghadapi dengan hal-hal yang positif atau malah sebaliknya.

Teori selanjutnya yang terkait dengan kasus ini ialah dari tokoh vigotsky yang berpendapat bahwa pembelajaran terjadi bila anak bekerja ataupun bekerja menangni tugas yang belum pernah namun tugas itu telah berada dalam kesulitan. dari sini bisa kita ambil pembelajaran dengan kasus COVID-19 bagaimana masyarakat menghadapinya. Teori tersebut menjelaskan bagaimana seseorang menggunakan kognitifnya untuk menghadapi COVID-19 selama pandemi, kasus yang terjadi saat ini merupakan masalah terbesar jika seseorang menghadapinya dengan cara yang salah dan bahkan bisa membawa seseorang ke tahap stress. Maka dari itu sebaiknya kita menghadapi suatu hal itu janganlah terlalu berlebihan karena takut memunculkan hal yang berdampak lebih buruk lagi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini