Dapat dikatakan bahwa aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Tidak kaya tidak pula miskin. Kebutuhan sehari-haripun masih dapat kami penuhi. Setelah tiga tahun menyelesaikan kuliah, akhirnya aku diterima bekerja disalah satu perusahaan swasta. Senang sekali rasanya bisa mendapatkan uang dari hasil kerja keras sendiri. Mau beli apa-apa pun tidak lagi meminta uang orang tua. Pernah suatu kejadian yang membuat aku terharu sekaligus bahagia. Ini cerita tentang ibuku.

Hari itu tiga hari sebelum hari raya Idul Fitri tahun 2017, gajiku cair dan aku mendapatkan uang THR. Rasanya senang sekali mendapatkan bonus di hari raya. Lumayan untuk membeli baju. Aku pun mempunyai ide untuk mengajak ibuku pergi ke mall. Tentunya, ibuku senang sekali. Karena kami tidak mempunyai mobil, maka aku memesan driver online. Ibu yang baru pertama kali diajak pergi menjadi ketakutan. Di sepanjang perjalanan, entah kenapa aku di buat geli oleh tingkah laku ibuku. Sudah aku bilang bahwa semuanya akan aman tapi mulut ibuku masih saja komat kamit membaca doa-doa.

Advertisement

Sesampainya dimall, kami segera melihat-lihat baju. Ibuku langsung ke arah stand yang menjual baju dan celana. Disaat seperti ini, ibu masih saja memikirkanku.

“Yuk, lihat ada baju. Belilah Yuk, untuk baju kerja Ayuk.”

“Ibu saja, punya Ayuk sudah banyak. Kan aku ngajakin ibu kesini buat beli baju untuk ibu.”

Advertisement

“Nggak usah baju, sandal aja yah.”

Ibuku langsung ke arah stand yang menjual sandal. Selama satu jam, akhirnya sandal yang dicaripun ketemu. Puas berkeliling, kamipun merasa lapar. Aku mengajak ibu makan disalah satu restoran di mall tersebut. Ibu bilang makan di luar saja mahal di sini. Tapi, aku tersenyum dan segera menarik tangan ibu. Aku menyuruh ibu memesan makanan yang ibu suka. Akhirnya setelah dipesan, makananpun datang.

“Enak, Nak. Belum pernah ibu makan di restoran seperti ini.”

Setelah makan, akhirnya kamipun pulang menggunakan driver online lagi. Di sepanjang perjalanan, ibu bilang kepadaku. “Nak, kapan-kapan ajak ibu lagi yah jalan-jalan? Ibu senang sekali rasanya diajak jalan-jalan seperti ini. Ibu jadi tahu tempat-tempat yang sering dibilang sama tetangga kita, Nak. Makasih sudah membelikan sandal lebaran juga buat ibu. Ibu bahagia sekali.”

Mendengar ibu bilang begitu rasanya egois sekali bila aku yang sering makan diluar sehabis pulang kantor ataupun jalan bersama teman-teman, tapi melihat ibuku sendiri yang belum pernah merasakan jalan-jalan seperti ini. Ternyata, bahagiamu itu sederhana sekali yah, Bu. Doakan anakmu agar selalu mendapatkan rezeki agar bisa mengajak ibu jalan-jalan lagi seperti ini. Aku sayang sekali sama ibu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya