Everybody’s looking for a something. One thing that makes it all complete.


Sadar atau nggak, kita selalu mencari sesuatu dalam hidup. Seorang bayi yang baru lahir menangis dan mendapati pencarian pertamanya berhenti ketika menikmati ASI ibunya. Beranjak dewasa, ketika manusia telah belajar untuk hidup mandiri, telah memiliki semua yang harus dimiliki untuk melanjutkan hidup, makanan, pakaian, tempat tinggal bahkan pekerjaan, manusia masih mencari kebahagiaan. Ketika bahagia sudah didapat, tetap saja pencarian belum berakhir. Mereka masih ingin lebih bahagia lagi. Karena bahagia berbeda tergantung persepsi manusianya.

Advertisement


Some find it in the face of their children. Some find it in their lover’s eyes. Who can deny the joy it brings.


Well, beberapa orang juga mencari kebahagiaan di tempat yang dunia anggap tempat yang salah. Di dada setiap wanita yang berbaik hati misalnya. Atau di meja judi. Atau di jarum suntik. Atau dengan menghisap apapun yang dapat dihirup dan mengeluarkan asap.


Some find it sharing every morning. Some in their solitary lives. You’ll find it in the words of others. A simple line can make you laugh or cry.


Advertisement

Terkadang, bahagia terlalu sederhana. Sesederhana menyapa orang yang kamu benci, atau orang yang membencimu. Sesederhana ketika kamu bisa mentertawakan hari-hari burukmu. Sesederhana ketika kamu bersyukur ketika satu hari buruk telah terlewati. Atau ketika kamu berhasil melakukan sesuatu yang membuat mereka tersenyum bangga. Lulus dan wisuda, misalnya.


You’ll find it in the deepest friendship. The kind you cherish all your life.


Waktu itu seseorang pernah bilang, selalu hargai temanmu. Sadar banget, itu harus. Karena terkadang bahagiaku ada di mereka. Obrolan ringan atau sekedar bertemu muka satu atau dua jam. Terkadang bahagiaku ketika aku tahu temanku masih mentertawakan lelucon kami yang dulu.


Well, for me it’s waking up beside you. To watch the sunrise on your face. To know that I can say I love you. At any given time or place.


Bahagiaku itu kamu. Ketika kamu bilang aku minum nggak pernah dihabisin. Atau ketika aku tahu kamu mengerti ketika aku tanya, "Berapa lama sih ini filmnya, sayang?". Atau ketika kamu cium keningku. There are so many. "Bahagiaku itu ketika kamu," yang aku rasakan.


So, impossible as it may seem You’ve got to fight for every dream. ‘Cause who’s to know which one you let go. Would have made you complete.


Hari ini aku chat dengan seorang teman. Dia bilang, suatu perjuangan nggak akan sia-sia. Banyak orang nggak sadar apa yang membuat mereka terus mencari. Apa yang membuat mereka nggak lengkap dan apa yang membuat mereka nggak bahagia.

Setiap pencarian pasti ada ujungnya. Setiap pencarian adalah sebuah mimpi. Mimpi yang harus dikejar. Seperti mimpi saat aku bisa bertemu teman-temanku kembali. Atau mimpi untuk membahagiakan kedua orang tuaku atau mimpi untuk medapatkan pekerjaan yang itu atau mimpi untuk menikah denganmu. Mimpi-mimpi yang masih perlu aku perjuangkan.


Who can deny the joy it brings. When you’ve found that special thing.


Bahagia itu seperti terbang. Terbang tanpa sayap. Pencarianku belum berhenti. Belum, sampai aku bisa terbang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya