Setiap kita berhak untuk hidup bahagia, siapapun itu. Tidak perduli seberapa tidak stabilnya kondisi keuanganmu atau seberapa buruknya kondisi kesehatanmu, kamu tetap punya hak untuk bahagia. Menjadi bahagia versi kamu tentu saja akan jauh berbeda kalau coba didefinisikan dengan bahagia versi sahabat kamu. Lantas mau saling menyalahkan definisi bahagia orang lain? Eh, jangan gitu. Perbedaan situasi dan kondisi bisa menjadikan definisi bahagia berbeda-beda.

Tidak ada variabel pasti untuk mengukur kebahagiaan. Orang yang super kaya dan bisa beli segalanya bisa jadi nggak lebih bahagia dari kamu yang sedang stress dari banyaknya kerjaan kantor yang harus kamu selesaikan. Dibandingkan materi, banyak orang yang beranggapan bahwa ketenangan hati jauh lebih penting dalam menentukan bahagia atau tidaknya hidup seseorang.

Advertisement

Banyak orang yang memutuskan resign dari pekerjaan dengan gaji tinggi karena hubungan dengan rekan kerja nggak baik, lalu lebih memilih mengerjakan pekerjaan yang gajinya tidak seberapa namun memberikan kenyamanan dan ketenangan. Banyak juga orang yang sudah punya pacar mapan dan tampan lalu memilih berpisah karena alasan si pacar terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk pasangannya. Dua situasi sebelumnya adalah contoh di mana bahagia itu bukan hal konkrit yang bisa diukur, melainkan sesuatu yang sifatnya personal dan menyangkut ketenangan hati.


"Folks are usually about as happy as they make their minds up to be,"

- Abraham Lincoln


Advertisement

Nggak bisa dipungkiri, sih, akan selalu ada hari di mana kamu merasa sangat lelah nggak peduli seberapa banyak kamu mensugesti pikiranmu untuk tetap bahagia. But what Abraham Lincoln said about being happy before, is definitely right.

Kamu hanya harus berhenti sejenak, menarik nafas dalam-dalam dan menghilangkan pikiran-pikiran buruk kamu. Lalu menghembuskanya pelan-pelan. Hal negatif apapun yang terjadi saat ini nggak akan bertahan lama, memahami itu akan membuat perasaan sedih atau kecewamu berkurang.


"For every minute you are angry, you lose sixty seconds of happiness,"

- Ralph W Emerson


Menjadi bahagia versi kamu adalah bahagia tanpa sedikitpun dihinggapi rasa bersalah atau ada orang yang terluka karenanya, menjadi bahagia vesi kamu berarti menempatkanmu sebagai prioritas nomer satu tanpa menggangu prioritas lainnya. Menjadi bahagia versi kamu tidak bisa ditentukan dari pandangan orang lain. Kamu hanya harus menikmati hidup yang singkat ini dan memastikan kamu bahagia di mana pun dan kapan pun.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya