Kepadamu yang tengah bersedih, menyendirilah. Tak pernah ada yang salah dengan menangis. Karena dengan begitu, lukamu akan perlahan mengikis.

Kepadamu yang rela memberikan waktu untuk bertahan, saat semua yang pernah kalian impikan perlahan menjadi angan. Tersenyumlah. Tidak semua hal berangsur buruk. Setidaknya kamu pernah belajar bagaimana cara untuk berusaha dan mewujudkannya. Sekarang, tugasmu adalah belajar lagi menumbuhkan percaya diri. Setelah ditinggal seorang diri.

Advertisement

Kepadamu yang sedang terluka. Pasti sulit bagimu untuk kembali memupuk rasa setelah dibuang begitu saja. Pasti berat, untuk mencoba kembali mencinta setelah tau bahwa baginya kamu tidak begitu berharga. Namun, percayalah. Bahwa pada tiap orang yang datang, entah sebagai seseorang yang singgah atau akan menjadi rumah. Mereka akan membawa sedikit tawa. Pun jika itu hanya sementara.

Kepadamu yang tengah berusaha. Waktu yang kamu lalui untuk bersedih tidak akan pernah menjadi sia-sia. Sebab setelah semua yang terjadi, buktinya kamu masih disini. Berusaha tetap berdiri, meski mungkin dengan tubuh yang penuh duri.

Kepadamu yang masih berharap. Tidak ada yang salah dengan kecewa, karena tanpanya. Kamu takan tahu bagaimana sebaik-baiknya cara untuk kembali percaya. Kepada siapapun yang pernah patah dan hilang arah.

Advertisement

Seperti tiap-tiap sementara yang pernah kamu lalui. Hari-harimu akan berangsur pulih. Lalu, kelak akan ada seseorang yang datang untuk menutup perih. Hatimu yang tengah rapuh, lukamu yang tak kunjung sembuh, serta hancurnya harapanmu kala tumbuh. Perlahan akan kembali utuh.

Mungkin tidak akan ada kata atau kalimat yang benar-benar tepat yang dapat mewakili apa yang kamu rasakan saat ini, mungkin juga tak ada seorang yang mengerti tentang bagaimana cara membaca hati.

Mungkin, beberapa malam tengah kamu lewati hanya untuk bertanya "mengapa?"

Mungkin juga, kamu telah mencoba memperbaikinya dengan orang yang berbeda, namun belum berhasil jua.

Perihal hati yang patah, kelak akan tumbuh lagi. Perihal semangat yang pudar, perlahan ia akan kembali. Perihal ia yang pergi, semoga takan pernah ia sesali. Biarlah kepergiannya menjadi sebuah kenangan yang paling berkesan. Kelak ia akan mengenalmu sebagai seseorang yang pernah ia banggakan, dan ia akan menyadari bahwa hanya kamu, yang mampu membuatnya sebahagia itu, dulu.

Kemudian, kepadamu yang tengah membaca tulisan ini.

Bahkan jika terlalu perih bagimu tuk bicara, sekali lagi, tersenyumlah. :)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya