Karena keinginanku hanya satu, menjalin rumah tangga denganmu dalam taat menuju jannah-Nya

Kamu mungkin tak pernah tahu dan tak akan pernah tahu, bahwa ada banyak lelaki yang mengagumi dengan banyak cara. Mungkin mereka mengangumi karena paras cantikmu, sifatmu atau mungkin juga karena kamu berasal dari keturunan yang baik-baik.

Ada berbagai cara lelaki ini mengagumimu. Mulai dari mendatangimu dengan cara mengajak pacaran, mendatangimu dengan cara berteman, mendatangimu dengan cara mendekati orang tuamu dan ada juga yang mendatangimu dengan cara merayu pemilik hatimu.

Advertisement

Salah satunya aku. Aku yang selalu diam di depan kamu, aku yang selalu tak berani menatap kamu dan aku yang masih belum berani mengajak kamu untuk menikah karena berbagai hal. Percayalah, saat ini aku sedang berjuang untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk bisa melamarmu segera.


Doaku tak pernah padam karena aku yakin separuh agamaku adalah bersamamu.


Bukannya aku tidak ingin mengajakmu untuk segera membina rumah tangga dengan taat untuk menuju jannah-Nya, bukan pula aku tidak berusaha sekuat tenaga. Hanya saja aku tak ingin, jika aku menikahimu dengan tidak ada persiapan dan niat karena Allah. Bisa saja kamu dan aku menderita kelak, dan aku tak ingin hal itu terjadi dalam hubungan kita kelak.

Advertisement

Sejujurnya, aku sangat mencintaimu dengan segenap hati. Tak ada gadis lain yang bisa meluluhkan hatiku sepertimu. Memang saat ini aku tak berani banyak untuk menyapamu, karena melihatmu saja aku sudah bahagia. Saat ini biarlah aku menjaga cintaku dengan segala gundah gulananya.

Saat ini biarlah aku menjaga hati ini hingga siap datang ke orangtuamu mengambil tanggung jawabnya menjadi tanggung jawabku. Saat ini biarlah aku terus berusaha dan berdoa supaya bisa segera menghalalkanmu dan biarlah semuanya kujalani dulu.


Tak perlu kau tahu, jika aku rindu maka aku sebut namamu dalam setiap dekapan doaku.


Saat ini biarlah, aku hanya bisa memperjuangkan namamu lewat doa. Membaitkan rindu yang tak bertuan ke ini ke sang pemilik hati, biarkanlah diri ini merayu dan memohon kepada pemilik hatimu supaya kita dipersatukan dalam waktu yang tepat dan cara yang benar juga.

Bersabarlah sebentar, karena aku yakin waktunya sudah semakin dekat. Dan jika waktu itu sudah datang, semoga kita bisa bersatu dalam taat dan saling melengkapi dan memperbaiki diri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya