Siapa tidak kenal dengan Andrea Hirata? Seorang penulis yang telah menuliskan dan menginspirasi pembacanya melalui buku-buku yang ia telah tulis. Salah satu buku yang laris dijual dan dibuat sebuah film yaitu Laskar Pelangi. Film Laskar Pelangi ini berlatar belakang tempat di sebuah desa yang berada di daerah Bangka Belitung. Andrea Hirata lahir di Bangka Belitung, ia selalu menuliskan buku-bukunya yang memiliki latar tempat di Bangka Belitung.

Advertisement

Bangka Belitung memang sebuah kota yang tidak begitu terkenal, tetapi jangan salah Bangka Belitung telah melahirkan beberapa tokoh yang berhasil sukses seperti Andrea Hirata, Ahok, Sandra Dewi, Artika Sari Devi, dan masih banyak lagi. Kepulauan Bangka Belitung merupakan 2 pulau yang berbeda. Untuk menyebrang satu pulau ke pulau yang lain diperlukan kapal atau pesawat terbang. Ibukota dari Bangka Belitung adalah Pangkal Pinang.

Pada tanggal 4 sampai 7 April 2017, aku memiliki kesempatan untuk berkeliling bersama teman-temanku dalam acara study touryang diadakan setiap tahunnya. Acara study tourini diadakan selama 4 hari yang diikut sertakan dari siswa siswi kelas 6 sampai kelas 9. Pada hari pertama aku dan teman-teman kelas 8 dan 9 mengambil jadwal pesawat pukul 14.40. Setelah tiba di Tanjung Pandan kami langsung menuju bis yang membawa kamu ke Danau Kaolin.

Advertisement

Di situ kami berfoto-foto dan melihat pemandangan yang indah. Pemandangan yang ditunjukan tidak bisa terganti oleh apa-apa. Selanjutnya kita melanjutkan perjalanan untuk menghias Topi Terindak yang mengambil waktu kira-kira 1 jam. Setelah selesai menghias topi kita melakukan check in di Hotel BW Suite. Kita diberi waktu untuk berberes-beres selama 1 jam lalu melakukan makan malam di Restoran Belitung Tempo Dulu dan mendengarkan penjelasan Ilmu Geografi. Selesai makan malam kami balik ke hotel dan beristirahat.

Pada tanggal 5 April 2017 merupakan perjalanan yang cukup panjang bagi aku karena pada hari ini kita melakukan island escapedimana pada hari ini kita melakukan perjalanan dengan kapal. Pertama kita ke Pulau Pair dimana kita menggunakan life jacket dan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Lengkuas. Di Pulau Lengkuas kami berfoto, melihat bebatuan di sekitar Pulau Lengkuas dan melakukan snorkeling.

Setelah melakukan snorkeling kita menuju Pulau Gede Kepayang, disitu kami berbilas, ganti baju, dan melakukan makan siang bersama. Setelah selesai melakukan sholat dan makan siang kami melepas tukik dan menanam mangrove. Setelah melakukan pelepasan tukik dan menanam mangrovekita kembali ke Dermaga TJ. Kelayang. Hari ini merupakan hari yang melelahkan dan setelah melakukan kegiatan tersebut kami menuju kembali ke hotel dan beristirahat.

Pada hari ketiga, tanggal 6 April 2017 kami melakukan jungle racedi Taman Wisata Batu Mentas. Pada jungle raceitu kami melakukan ice breakingdan pembagian kelompok, jungle race’s games, istirahat, sholat, dan makan siang, melihat tarsius dan penanaman pohon. Sekitar pukul 15.00 kami melakukan perjalanan untuk membeli oleh-oleh sampai pukul 17.00.

Setelah itu kami kembali ke hotel untuk persiapan Class Night. Class Night adalah sebuah acara yang dijalanin anak-anak dengan menyanyikan lagu dan melakukan berbagai permainan yang seru. Dalam acara ini juga kami menangis karena menurut kami adalah perpisahan dimana kelas 9 akan melanjutkan pendidikan dan berpisah dengan teman-teman. Bagi anak kelas 6, 7, dan 8 ada beberapa orang yang akan pergi dan melakukan perpisahan.

Hari keempat, tanggal 7 April 2017 adalah kami melakukan UKM Batik Daun Simpur yaitu membatik. Perjalanan dilanjutkan di Kampung Ahok, dan menuju SD Laskar Pelangi. Disitu SD Laskar Pelangi kami melihat-lihat tempat dimana film Laskar Pelangi dibuat dan melakukan foto-foto. Sebelum kami pulang destinasi terakhir kami adalah Museum Andrea Hirata dan makan siang. Di Museum Andrea Hirata kami melihat-lihat beberapa karya yang telah dihasilkan oleh Andrea Hirata.

Setelah itu kami kembali ke Jakarta pada pukul 17.15

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya