Beberapa Tipe Tanggapan Masyarakat Terkait Dimulainya Vaksin Booster

Jangan remehkan vaksin booster, karena dua dosis saja tidak cukup

Adanya vaksin booster yang diberikan cuma-cuma oleh pemerintah per tanggal 12 Januari 2022, nampaknya menjadi kelegaan tersendiri bagi masyarakat. Seperti yang kita ketahui bahwa munculnya virus Covid-19 varian Omicron adalah sebuah pertanda bahwa virus ini masih ada dan bahkan berpotensi menjadi gelombang besar apabila tidak ada pencegahan kuat untuk melawan virus ini. Oleh karenanya, dengan dimulainya vaksinasi tahap tiga alias vaksin booster, ini adalah sebuah kabar bahagia yang sekaligus pertanda bahwa masyarakat mulai melangkah menuju Indonesia bebas Covid-19.

Advertisement

Walau begitu, jika dilihat secara meluas, dengan menurunnya kasus Covidbeberapa waktu lalu, masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan. Dan sikap abai tersebut masih terbawa hingga saat Omicron hadir di Indonesia. Walau tidak semua, beberapa masyarakat terlihat lebih santai, terlebih mereka sudah menjalani vaksin dosis dua.

Yang menjadi pertanyaan adalah jika vaksin dosis dua saja sudah membuat masyarakat lalai terhadap protokol bahkan tidak membatasi mobilitas, apakah hal tersebut adalah pertanda bahwa urgensi pencegahan Covid sudah menurun?  Lantas bagaimana masyarakat bereaksi terhadap kehadiran vaksin dosis ketiga. Berikut adalah beberapa tipe tanggapan masyarakat terkait adanya vaksin dosis tiga atau vaksin booster

Pertama, masyarakat merasa sangat antusias. Tidak dipungkiri bahwa kehadiran vaksin booster ibarat penyelamat bagi masyarakat yang nantinya dapat membawa Indonesia bebas Covid-19 sesegera mungkin. Wajar apabila masyarakat merasa antusias untuk segera mendapatkan vaksin booster ini. Antusiasme tersebut bahkan sudah terlihat sejak sebelum pemerintah mengumumkan vaksis booster digratiskan.

Advertisement

Banyak media yang melakukan wawancara kepada masyarakat dan tidak sedikit dari mereka yang tidak mempedulikan harga dari vaksin booster. Dan jika dilihat dari survei Ipsos bertajuk South East Asia (SEA) Ahead gelombang 5, masyarakat yang antusias mendapatkan vaksin booster walau berbayar yaitu sekitar 32 persen. Tentunya dengan digratiskannya vaksin booster, antusiasme masyarakat akan lebih melejit.

Kedua, masyarakat merasa biasa saja dengan kehadiran vaksin booster. Tak sedikit masyarakat yang menganggap dua dosis vaksin saja sudah cukup. Terutama masyarakat yang kurang menganggap penting vaksinasi. Sebenarnya meskipun vaksin ketiga itu sifatnya sebagai booster, namun bukan berarti bahwa vaksin booster tidak sepenting vaksin dosis satu dan dua. Dosis booster dapat membantu memperkuat proteksi yang diberikan oleh vaksin sebelumnya. Karena pada dasarnya, antibodi masih bisa mengalami penurunan dalam jangka waktu enam bulan usai dosis satu dan dua. Sehingga masih diperlukan vaksin booster untuk memperkuat imunitas.

Advertisement

Ketiga, masyarakat merasa kurang antusias melakukan vaksinasi booster. Jika ada kelompok masyarakat yang sangat antusias, sudah pasti ada pula yang kurang antusias. Karena masyarakat sendiri sifatnya heterogen dan memiliki pemahaman yang berbeda-beda tentang suatu hal tertentu. Masyarakat yang kurang antusias melakukan vaksinasi ketiga ini bisa disebabkan beberapa faktor. Beberapa ada yang merasa takut terhadap efek sampingnya dan sebagian ada yang kurang memaknai betapa pentingnya vaksinasi. Tentu saja ini adalah salah satu PR pemerintah untuk terus melakukan optimalisasi dalam mempersuasi masyarakat. Karena semakin cepat vaksin booster tersalurkan, semakin dekat pula Indonesia akan terbebas dari Covid-19.

Itu tadi adalah tiga golongan masyarakat dalam menanggapi dimulainya vaksinasi booster. Diharapkan masyarakat bisa menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melakukan vaksinasi, sehingga kita semua bisa kembali menjalani kehidupan yang normal seperti sedia kala.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Selalu berusaha mencintai diri sendiri ✨

CLOSE