Belajar Memaknai Kesederhaan dari Nasi Goreng Kebon Sirih. Pantesan Legend Banget di Jakarta

Belajar kesederhanaan dari Nasi Goreng Kebon Sirih

Siapa yang tidak tahu Nasi Goreng Kebon Sirih? Sebuah warung emperan pinggir jalan di ibukota yang tak istimewa ini ternyata sudah ada konon sejak 1958. Sangat tua, bahkan sampai saya dan ayah saya belum lahir. Lokasinya sebetulnya hanya berada dalam gang yang tak istimewa. Lingkungannya pun tak memberikan garansi dari ancaman kebersihan. bahkan karena tempatnya di gang, tak heran kita semua akan menjumpai pengamen, pengemis yang bagi sebagian orang membuatnya tak nyaman.

Dari yang saya ceritakan di atas menggabarkan bahwa sekilas tak ada yang istimewa dari tempat itu. Tapi kita yang pernah kesana pasti sepakat bahwa tempat itu memang layak jadi legenda. Warung nasi goreng yang didirikan oleh almarhum H. Nein ini sebetulnya memiliki harga yang di atas emperan rata-rata. Harganya bisa menyamai harga restoran sekelas Solaria. Lingkungan ala kadarnya bisa menyamai restoran ternama. 

Setelah penulis telusuri ternyata kuncinya adalah istiqomah dan fokus pada rasa. Istiqomah untuk terus berusaha dan jualan walaupun banyak rintangan, halangan dan yang lainnya. Serta fokus pada yang kita buat dan kita kerjalan. walaupun pada saat itu sedang banyak pilihan, ajakan, dan perubahan. 

Dari kunjungan di Nasi Goreng Kebon Sirih ini setidaknya ada dua hikmah bagi kita seorang manusia yang ingin menjadi legenda. Pertama teruslah istiqomah dalam setiap ikhtiar atau ketika berusaha. Yang kedua adalah fokus. Fokus pada karya bukan pada harta. Karena dari karya, harta akan menghampiri kita. Baik berupa materi maupun non materi. Hindari banyak mnegeluarkan kata-kata tak berguna. Namun perbanyaklah karya dan aksi nyata. Jangan fokuskan karya pada tahta. Tapi fokuslah membuat karya dengan cinta. Agar cinta itu kembali kepada kita. Cinta pada sang pencipta, cinta dari mahkluk yang dicipta dan tentunya yang sedang dilanda cinta. 

Ternyata dari yang warung yang sederhana bisa menciptakan nasi goreng legenda. Tak perlu menjadi orang lain untuk tampil sempuna. Tapi jadilah diri sendiri walaupun sederhana. Karena sederhana bukan berarti tak punya harta. sederhana adalah soal menampilkan apa yang tak harus ditampilkan dan menyembunyikan apa yang tidak harus dilihat. Yang sempurna pun bukan berarti yang tak mempunyai kekurangan. Tapi sempurna adalah soal mensyukuri segala nikmat secara paripurna.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa yang sedang berjuang dan menimba ilmu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya , Malang

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE