Dengan cara apa kamu biasanya mengingat mantan?


Eh, tunggu, sepertinya itu adalah pertanyaan yang salah. Yang sering dibicarakan oleh para netizen ketika baru mengalami putus cinta bukanlah cara mengingat mantan, tapi justru seribu taktik melupakan mantan. Kita seringkali menganggap mantan sebagai penjahat yang telah bikin hidup kita berantakan. Bahkan udah gak aneh lagi kalau lihat meme atau guyonan yang menggambarkan mantan sebagai sampah. Misalnya pepatah yang kemudian diplesetkan jadi berbunyi "buanglah mantan pada tempatnya." Jadi kayaknya, bukan kebiasaan kita untuk mengingat-ingat mantan. Begitu putus, fokus kita adalah move on sesegera mungkin, beranjak ke lain hati, cari pengganti dan membuang semua ingatan dengan mantan jauh-jauh. Apakah kamu termasuk orang seperti itu?

Advertisement

Ternyata, Ariana Grande punya cara berbeda dalam memperlakukan mantannya, lho. Hal itu bisa kita lihat (tepatnya sih dengar) dari lagu terbarunya yang berjudul "Thank U, Next". Lagu tersebut dirilis secara mendadak pada tanggal 03 November 2018. Iya sih, sebelum itu Ariana pernah nge-twit penggalan liriknya, tapi gak ada pengumuman resmi soal rencana perilisan lagu baru. "Thank U, Next" adalah salah satu trek dari album kelima Ari berjudul sama yang bakal segera beredar di pasaran. Trek ini ditulis sendiri oleh Ariana Grande dan sudah menduduki puncak tangga lagu di beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Malaysia. 

Dalam lagu barunya ini, Ariana tanpa malu-malu mengabsen nama orang-orang yang pernah menjalin hubungan dengannya namun kemudian kandas. Atau dalam kata lainnya: mantan. Yup, lirik pertama lagu "Thank U, Next" berisi rangkuman perjalanan asamaranya Ari. Begini penggalan liriknya:


Thought I'd end up with Sean

But he wasn't a match

Wrote some songs about Ricky

Now I listen and laugh

Even almost got married

And for Pete, I'm so thankful

Wish I could say, "Thank you" to Malcolm

'Cause he was an angel


Advertisement

Memang sih, yang namanya seniman, dalam hal ini penyanyi sudah gak aneh lagi kalau bikin lagu yang terinspirasi dari mantan. Tapi kalau yang seterbuka ini, kayaknya masih jarang-jarang, deh. Selain namanya disebut dengan jelas, mantan yang disebut bukan cuma satu pula. Bisa jadi, ini karena Ari juga terbuka soal hubungan asmaranya pada publik. Jadi gak ada rahasia lagi soal siapa aja yang pernah jadi pacaranya dia.

Setiap mantan tentunya meninggalkan kesan yang berbeda-beda bagi kita. Ada yang baik banget kayak malaikat. Ada yang bikin kita langsung yakin seratus persen bahwa dialah orang yang tepat. Ada juga yang meninggalkan kita tanpa mengucapkan selamat tinggal. Tapi semua itu tetap layak untuk diingat.

Selain kenyataan bahwa Ariana gak hobi buang-buang manta kayak kita, dia juga bisa dengan bijak mengenang para mantannya. Bagi Ari, meski semua hubungan itu akhirnya kandas dan tentunya meninggalkan duka, ia tetap harus bersyukur. Kenapa? Karena setiap orang yang pernah singgah dalam hatinya telah memberikan pelajaran yang berbeda-beda untuknya. Kata Ari:


One taught me love

One taught me patience

And one taught me pain

Now, I'm so amazing

I've loved and I've lost

But that's not what I see

So, look what I got

Look what you taught me

And for that, I say



Thank you, next (Next)

Thank you, next (Next)

Thank you, next

I'm so fuckin' grateful for my ex


Kalau mau berpikir jernih tanpa termakan drama, kita juga bisa memandang mantan-mantan kita dengan cara yang sama. Tak perlu disesali apalagi dibenci. Setiap luka mengajarkan kita cara untuk lebih baik menjalani hidup dan menjaga diri sendiri. Toh, walau akhirnya putus, tak bisa dipungkiri bahwa pernah ada masa kita saling mencintai.

Masing-masing mantan mampir di hidup kita untuk mengajarkan hal-hal tertentu. Seperti kata Ari, ada yang mengajarkan kita untuk sabar. Ada yang mengajarkan kita untuk mencintai. Ada juga yang mengajari kita seperti apa rasanya duka. 

Jika kita masih menganggap mantan kita sebagai penjahat yang harus dilenyapkan dari memori otak, kita belum tentu bisa belajar. Ikhlaskan apa yang sudah terjadi, lalu syukuri. Dengan begitu, semua luka gak akan sia-sia. Kita akan menjadi lebih kuat karenanya.

Sikap semacam ini juga bisa kita terapkan pada banyak hal lain yang sama-sama berlabel "masa lalu". Misalnya sakit hati, kegagalan, kekecewaan, impian yang tidak tercapai, rencana yang gagal terlaksana, kesalahan yang kita lakukan, juga kebodohan yang mendatangkan kesengsaraan. Gak usah dilupakan apalagi disangkal. Terima saja bahwa itu pernah terjadi dan kini sudah berlalu. Kini yang harus kita lakukan adalah mengambil pelajaran dari semua kepahitan masa lalu dan menjadikannya pijakan untuk menjalani masa kini yang lebih baik.


Jadi gimana? Udah siap untuk bersyukur tiap lain kali ingat sama mantan?


Selain perkara mantan, Ariana juga membicarakan hubungannya dengan diri sendiri dalam lagu ini. Ada atau tidak ada kekasih hati, yang bakal jadi teman sejati sebetulnya adalah diri sendiri. Kalau sudah putus, gak perlu merasa harus buru-buru cari pengganti. Santai aja. Jadi jomlo itu bukan aib, kok. Justru ada baiknya kamu memanfaatkan masa-masa jomlo untuk jadi lebih dekat dengan diri sendiri. Kayak Ari yang setelah pacaran dan putus berkali-kali justru merasa dirinya sendirilah teman paling menyenangkan untuk diajak berbincang dan menghabiskan waktu.

Kalau kita bisa jadi tim yang hebat dengan diri kita sendiri, we'll be amazing.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya