#BeraniWujudkanMimpi- Kekuatan Usaha dan Doa Membuat Mimpi Terus Melesat Jauh di Angkasa

Kekuatan usaha dan doa dalam merealisasikan mimpi


"Jangan pernah berhenti bermimpi karena mungkin suatu saat nanti, mimpi kalian akan jadi kenyataan" -Bambang Pamungkas-


Advertisement

Terlahir sebagai anak desa tentu bukan suatu halangan untuk #BeraniWujudkanMimpi. Bukan suatu hal yang mudah memang untuk menggambarkan semua mimpi itu secara jelas dan gamblang, terlebih dengan segala keterbatasan akses di desa. Namun hambatan dan rintangan yang berasal dari keterbatasan bukanlah alasan yang tepat untuk memutuskan menyerah dalam merintis perwujudan sebuah mimpi.

Memiliki mimpi merupakan hak atas semua orang tanpa terkecuali. Tak ada satupun orang yang berhak untuk membatasi mimpi-mimpi orang lain. Masing-masing orang bebas untuk melukiskan semua mimpi-mimpinya. Aku percaya akan kekuatan sebuah mimpi. Akupun percaya akan keajaiban sebuah usaha dan doa dalam proses mewujudkan mimpi. Oleh karenanya, di setiap fase melangkan selalu kulukiskan mimpi-mimpi yang suatu hari nanti akan kucapai, entah itu terlihat realistis ataupun tidak bagi orang lain.

Sangat menyenangkan ketika mampu memelihara mimpi kita dalam dekapan dan iringan setiap langkah. Dan akan sangat sempurna ketika disetiap langkahnya, kita selalu diiringi oleh doa dan pengakuan oleh orang lain akan mimpi kita. Namun mungkin itu hanyalah suatu pengharapan yang akan jarang terjadi dalam fase meraih sebuah mimpi. Bahkan akan kurang menantang ketika dalam proses berjuang hanya melalui jalan yang terlalu landai tanpa banyak rintangan, begitupun juga dengan mimpi. Oleh karenanya akan sangat berarti dan berkesan pencapaian sebuah mimpi ketika dalam proses meraihnya terdapat banyak kerikil yang harus kita lewati dan singkirkan guna meraih apa yang diimpikan. Dan hal ini pun terjadi pada diriku yang masih berjuang mewujudkan mimpi yang telah lama kugenggam dalam dekapan doa dan harapan.

Advertisement

Terlahir di sebuah desa yang akses ke dunia luarnya masih terbatas dan pemikiran masyarakatnya masih tradisonal, menjadi tantangan tersendiri bagiku untuk #BeraniWujudkanMimpi. Mimpi untuk dapat melanjutkan pendidikan di universitas negeri menjadi suatu bahan cemoohan dan ejekan bagi kebanyakan masyarakat kepadaku. Remehan yang menganggap terlalu bermimpi tinggi tanpa mempertimbangkan asal sudah terbiasa kuterima, terlebih memang aku berasal dari orang tidak punya dan hanya dibesarkan oleh seorang Ibu. Tentu hal itu menjadi bahan yang empuk untuk digunakan masyarakat dalam mengganggapku terlalu berkhayal dan melupakan realita.

Tapi semua remehan, tantangan, dan hambatan itu tidak lantas menghentikanku untuk #BeraniWujudkanMimpi, bahkan dengan segala anggapan itulah mimpiku semakin kuat dan mengembang di atas pikiran. Menyerah bukanlah suatu sikap yang tepat, berputus asa juga bukanlah jalan untuk menyelesaikan suatu rintangan, dan membelas pun bukan tindakan yang akan mengakhiri suatu persoalan dengan bijaksana.

Advertisement

Maka pembuktianlah langkah yang kuambil untuk menjawab semua remehan dan keraguan masyarakat akan kemampuan dan kekuatan mimpiku. Dengan berbekal semangat yang begitu menggebu dalam mendekap mimpi, serta doa dan dukungan dari keluarga, maka ukiran mimpi-mimpi yang telah kugambar dengan indah kembali kugenggam erat. Dan semua mimpi itu mulai kurealisasikan dengan langkah-langkah nyata dalam proses menggapainya.

Hingga tibalah di mana hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Pengumuman kelolosan mahasiswa baru jalur SNMPTN telah keluar. Dan mungkin itulah salah satu jawaban akan awal mimpi-mimpiku untuk dapat kuliah terjawab. Aku dinyatakan lolos sebagai mahasiswa baru di universitas negeri di Solo. Maka pada saat itu ungkapan syukur tiada hentilah yang selalu keluar dari kalimatku. Bagaimana tidak, aku yang selalu diremehkan oleh orang lain akan mimpiku untuk dapat kuliah di universitas negeri akhirnya terbantahkan.

Maka sejak itulah aku semakin percaya akan sebuah kekuatan mimpi yang memang harus dipelihara dengan usaha dan doa. Namun sekali lagi itu hanyalah awal dari langkahku untuk merealisasikan mimpi untuk kuliah. Masih ada kekhawatiranku yang sebenarnya lebih besar, yaitu tentang biaya yang harus ditanggung selama kuliah. Jelas bukan perkara yang sederhana untuk masalah biaya. Memikirkan biaya kuliah saja sudah membuat pikiran berkali-kali menolak, apalagi ditambah dengan biaya hidup yang harus dikeluarkan, tentu menjadi salah satu alasan yang terus kupertimbangkan.

Dengan topangan penghasilan dari Ibu yang hanya bekerja sebagai petani, tentu itu bukan menjadi jawaban agar semua biaya itu mampu untuk dibayarkan,. Bahkan sangat sulit untuk diwujudkan, mengingat biaya untuk makan sehari-hari saja sudah sangat susah. Terlebih lagi masih ada tanggungan adik yang sedang bersekolah di bangku SMP. Tentu menjadi pertimbangan yang begitu sulit dan hampir membuatku menyerahkan impian itu dengan keputusasaan. Tapi sekali lagi, ternyata kekuatan mimpi itu ada, bahkan sangat besar. Kekuatan untuk #BeraniWujudkanMimpi itulah yang selalu mendorongku untuk mencari jalan kaluar agar dapat merealisasikan mimpi-mimpi yang begitu indah.

Pada akhirnya dengan kepercayaan kembali akan kekuatan dan keajaiban mimpi, aku kembali memgayuhkan langkah untuk terus berusaha mencari banyak informasi dan meminta saran ke orang lain tentang beasiswa yang sekiranya bisa kutempuh. Hingga suatu ketika guru BK menyarankanku untuk mengambil kesempatan mendaftar beasiswa bidikmisi. Antara percaya atau tidak, dengan adanya pencerahan informasi tentang beasiswa bidikmisi itulah, kini mimpiku seakan semakin dekat dengan harapan.

Harapan yang jauh berkembang, tumbuh, hingga akhirnya harapan mimpi itu semakin kuat dan mantap untuk diperjuangkan. Maka dengan segala keyakinan akan kekuatan doa, akhirnya aku mendaftar beasiswa tersebut. Dan hingga keajaiban sebuah pertolongan-Nya itu datang. Aku dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa bidikmisi di universitas negeri di Solo. Maka sekali lagi, ini adalah sebuah pencapaian yang membuatku selalu bersyukur dan menghargai akan setiap proses. Tentunya hal ini menjadi langkah kedua yang membuatku selalu semangat dalam menempuh langkah-langkah pencapaian mimpiku untuk kuliah.

Bahkan dengan keajaiaban yang benar-benar kurasakan ini, mimpiku semakin berkembang dan akan terus berkembang hingga nantinya dapat bermekaran secara bergantian seiring dengan berjalannya waktu. Kini mimpiku bukan lagi sebatas dapat kuliah, namun jauh lebih dari itu. Karena aku sadar, mengenyam kuliah bukanlah suatu mimpi yang harus terus didekap erat tanpa adanya perkembangan. Tapi hal itu menjadi batu lonjatan untuk #BeraniWujudkanMimpi dalam mengembangkan mimpi-mimpiku yang lain agar dapat terbang mengangkasa di atas langit.

Maka dengan ceritaku ini, aku berharap kalian para sahabat Hipwee dapat terinsipirasi untuk selalu #BeraniWujudkanMimpi. Dekaplah mimpi dalam sebuah genggaman, hingga suatu saat nanti mampu untuk diwujudkan. Percayalah akan kekuatan sebuah impian. Percayalah akan keajaiban usaha dan panjatan doa. Karena semua itulah yang akan mengiringi mimpimu terus bermekaran layaknya bunga indah di sebuah taman.


"Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai, yang ada hanya niat yang terlalu rendah untuk melangkah",

-Bong Chandra-


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE