Kita Pernah Berada di Jalan yang Sama, Sebelum Akhirnya Masa Depan Memisahkan Kita

berpisah untuk masa depan

Hari ini aku rindu. Rindu kalian semua yang pernah mengisi hari-hariku. Yang selalu bersama tanpa peduli rasa, menjadi pelipur saat hati sedang gusar dan berbagi tawa yang mampu menghilangkan penat. Saat ini aku benar-benar sedang merindukan semua cerita yang pernah kita buat. Aku tidak bisa berpura-pura tidak ingat, tidak rindu dan terlihat baik-baik saja tanpa kalian.

Advertisement

Rindu memang curang, datang tanpa memberi aba-aba sebelumnya dan dengan porsi yang tak cukup untuk dipendam dalam hati. Apakah hanya aku yang merasakan rindu? Atau kalian di sana juga merasakannya? Aku harap kalian juga merasakan rindu ini,aku tak sanggup jika harus merasakannya sendirian.

Sebelum kita berjalan sendiri-sendiri seperti sekarang, kita pernah berjalan bersama di jalan yang sama pula. Menghabiskan hari-hari bersama, membunuh segala rintangan untuk mencapai tujuan yang sama yaitu menyelesaikan pendidikan. Saling memberi dan meminta pertolongan saat langkah terasa berat. Menguatkan saat diri mulai melemah dan ingin menyerah dengan keadaan yang tidak mendukung. Menghabiskan waktu luang sembari menikmati semangkuk soto dan bercerita sana-sini untuk mengembalikan suasana hati menjadi baik kembali.

Hingga akhirnya cerita yang kita mulai kini harus diakhiri. Kita sudah sampai di tujuan dan harus melanjutkan langkah kepada tujuan berikutnya. Yang ternyata, tujuan kita berikutnya berbeda-beda. Aku tidak bisa memaksa kalian untuk memiliki tujuan yang sama denganku. Begitu juga kalian, tidak bisa memaksa aku mengikuti tujuan kalian. Kita punya pilihan hidup masing-masing. Masing-masing dari kita memiliki mimpi yang harus diwujudkan, ada masa depan yang harus kita perjuangkan.

Advertisement

Ini tidak mudah buatku, berpisah dengan kalian yang sudah menjadi bagian dari ceritaku. Tetapi ini semua memang harus terjadi dan aku pun juga harus bisa menerimanya. Perlahan-lahan aku mengikhlaskan perpisahan kita dan membiasakan diri tanpa kalian, meskipun aku harus tertatih. Aku tahu kalian di sana sedang sibuk mengusahakan cita-cita kalian dan menikmati fase kehidupan yang baru. Untuk itu aku tidak ingin membebani kalian dengan rindu yang mungkin buat kalian tidak ada artinya dan terkesan lebay ini. Aku memilih menarik diri dan memendam semua rasa sendirian.

Aku harap kalian di sana baik-baik saja, bahagia dengan kehidupan baru kalian dan selalu semangat meraih cita-cita. Tetap menjadi pribadi yang kuat, tidak mudah menyerah apapun keadaannya. Meskipun saat ini kita sudah tidak bersama seperti dulu, tetapi doa terbaik buat kalian tetap aku panjatkan dan semoga kebaikan, keberkahan, dan kemudahan selalu menyertai kalian dimanapun saat ini kalian berada.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemimpi yang sedang belajar mengubah rasa menjadi kata~

CLOSE