Pada era digital ini, perkembangan gadget bukan hanya berguna sebagai sumber penyebar informasi yang berisikan visual ataupun audio yang sering kita lihat setiap hari. Pola pikir masyarakat modern yang semakin praktis dan kreatif pada masa sekarang, juga memanfaatkan gadget sebagai sarana untuk mempersuasi target pembaca sehingga pesan yang disampaikan oleh sang penulis dapat memenuhi kebutuhan informasi masyarakat ataupun menyampaikan isi pikiran, baik dari segi penulis ataupun pembaca.

Namun, tidak semua informasi yang kita dapatkan di dalam internet bersifat postif. Kita harus bisa menyeleksi informasi secara faktual dan rasional agar tidak mudah terpengaruh arus informasi yang salah dan tidak sesuai faktanya. Hal ini dikarenakan pada masa sekarang terdapat pihak-pihak yang menggunakan kecanggihan internet untuk melakukan hal yang tidak benar, salah satunya adalah dalam bentuk provokasi terhadap masyarakat. Celakanya lagi, pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat memakai salah satu obyek penting di dalam dasar rangka pemersatu Indonesia, yaitu agama.

Advertisement

Indonesia sebagai Negara yang sangat menghargai perbedaan termasuk dalam bidang keagamaannya, merupakan salah satu dari banyak kebanggaan untuk bangsa ini dan merupakan landasan pondasi Negara yang penting dalam mempersatukan NKRI. Seharusnya dengan adanya “keberagaman” semacam ini Indonesia menjadi Negara yang semakin maju dan semakin bersinar di mata dunia.

Namun fakta berkata lain, pada beberapa tahun belakangan ini, Indonesia semakin diguncangkan persatuannya karena masalah konflik keagamaan, seperti konflik Tolikora Papua dan konflik Aceh pada tahun 2015, konflik Lampung Selatan tahun 2012, hingga yang baru-baru ini aksi damai 212 yang berlatar belakang politik-agama.

Soekarno pernah berkata “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih susah karena melawan bangsamu sendiri”, hal tersebut saya rasa ada benarnya, karena pada jaman dahulu, Indonesia bersatu karena melawan penjajah, tetapi sekarang masyarakat bersatu karena melawan masyarakat lainnya karena perihal adanya perbedaan didalam kebersamaan mereka, yaitu perbedaan agama.

Advertisement

Kita sebagai rakyat Indonesia yang hidup pada jaman millennial, seharusnya lebih paham dan mengerti dibandingkan dengan rakyat Indonesia terdahulu, bahwa salah satu pemersatu bangsa Indonesia ini adalah keagamaannya. Kecanggihan teknologi informasi memang mempunyai peranan yang penting dalam mendekatkan sesama kita diluar dari fungsinya sebagai penyedia informasi. Akan tetapi, sejatinya diri sendirilah yang memegang peranan terpenting didalam era informasi ini untuk bertindak dalam rangka menghargai perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia, salah satunya dalam bidang agama.

Bagaimana cara kita untuk saling bisa menghargai sesama? Cara kita untuk saling bisa menghargai sesama kita adalah dengan meningkatkan SQ (spiritual quotient) yang kita miliki. SQ atau spiritual quotient adalah salah satu dari kecerdasan yang ada di dalam jiwa manusia yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya untuk menerapkan nilai-nilai positif.

Dampak dari orang yang mempunyai tingkat SQ yang baik adalah memiliki kemampuan untuk bersikap fleksibel dan beradaptasi dengan lingkungan, serta dapat saling menghargai, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dan mampu mengambil suatu pelajaran yang berharga dari suatu hal. untuk meningkatkan SQ yang kita miliki, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dan kita terapkan sehari-hari seperti :


  • Mengubah perspektif pada diri sendiri.

Hal ini dilakukan dengan cara mengubah pola pikir pandangan kita terhadap sesuatu menuju kepada hal yang lebih positif. Merubah perspektif dapat dilakukan dengan cara mempertanyakan kepada diri sendiri apakah tujuan dan maksud pemikiran anda terhadap sesuatu hal yang sedang anda perhatikan, serta mengapa anda mempunyai pemikiran seperti itu.


  • Meluangkan waktu untuk lebih tenang.

Cara berpikir seseorang merupakan cerminan dari perilaku seseorang tersebut. Terkadang perilaku seseorang dipengaruhi dari lingkungan dan situasi tempat di mana kita berada. Meluangkan waktu sejenak untuk lebih tenang adalah hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas SQ pada diri sendiri. Dengan meluangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri, otak, pikiran, dan jiwa anda akan lebih tenang dan rileks sehingga anda akan berpikir dengan jernih kembali dan mampu untuk memikirkan hal-hal yang lebih luas dari yang sebelumnya anda belum pernah pikirkan.


  • Refleksi.

Refleksi yang dimaksud disini bukanlah refleksi tubuh atau semacamnya. Refleksi yang dimaksud disini adalah dengan cara mengingat peristiwa atau kejadian-kejadian di dalam hidup seseorang, dan mencoba untuk mengambil makna dari setiap kejadian tersebut. Dengan menerapkan hal ini, dampak yang dapat terjadi adalah, seseorang tersebut akan belajar dari kesalahan di hidupnya, dan seseorang tersebut akan lebih bijak dalam menghadapi situasi-situasi di kehidupan yang akan dijalani.o

Setelah mengetahui beberapa cara untuk meningkatkan SQ pada diri sendiri, ayo kita tingkatkan rasa saling menghargai perbedaan agama satu dengan yang lainnya, karena indahnya perbedaan bukan dilihat dari cara kamu menuliskan bhineka tunggal ika, melainkan cara kamu menerapkan bhineka tunggal ika, dan menuliskannya kepada orang lain.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya