Bersua Untuk Segera Melepas Rindu

Travelling

Cuaca yang sangat indah, matahari bersinar cukup terang namun tidak menyilaukan mata. Di tambah dengan suara ombak yang tenang dan sangat merdu membuatku meresa senang. Rasa penat bisa terobati berkatnya dan lebih semangat bermain. Aku dan berempat  teman-temanku sedang bermain di pantai Tengket tepatnya berada di Desa Perancak Kecamatan Sepuluh Pulau Madura.

Advertisement

Sekarang pantai itu sudah jadi tempat wisata, sewaktu SMA kita sudah sering main di pantai itu untuk sekedar main-main dan berfoto-foto. Ini pertama kali kita ke sana setelah pantai itu resmi di jadikan tempat wisata. Tempatnya masih sama seperti dulu pas aku SMA, namun karena sudah di jadikan tempat wisata ada beberapa fasilitas yang di sediakan sepeti  gazebo, ayunan, parkiran kendaraan, dan dengan adanya masyarakat yang berjualan di sekitar pantai agar pengunjung lebih nyaman untuk bersantai. Biaya masuk kepantai ini hanya dua ribu rupiah untuk pengemudi sepeda motor dan untuk mobil hanya lima ribu rupiah saja.

Adanya gazebo ini sangat membantu kita untuk beristirahat dan berlama-lama di sana, menikmati angin pantai dan makan cemilan yang telah kita beli. Aku dan teman-temanku sudah lama tidak bertemu dan berkumpul seperti dulu sewaktu SMA dikarenakan kita semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Jadi saat bertemu kita mengobrol banyak hal membahas apa saja kegiatan kita selama kita tidak pernah berkumpul.

Karena selesai SMA kita semua melanjutkan ke sekolah tinggi namun di universitas yang berbeda dan kota yang berbeda. Kami menceritakan keistimewaan kota-kota yang kita rantaui dan tak lupa kita juga menceritakan masalah percintaan kita.

Advertisement

Hari mulai sore kita bergegas untuk pulang. Namun sebelum pulang kita mampir ke warung. Tempat ini sudah sangat terkenal, siapa sih yang gak kenal tempat ini. Mendengar namanya saja semua orang daerah sana pasti sudah tau dan paham. Tempat ini dikenal dengan rujak petis asinnya yang harganya dihitung bukan perbungkus melainkan seberapa banyak kita mengambil buah-buahannya karna kita meracik buah-buahannya sendiri, namun untuk bumbu petisnya diracik oleh mbaknya dan tingkat kepedasan untuk bumbunya sesuai dengan yang kita inginkan.

Tempat ini sangat cocok untuk orang yang suka sekali dengan rasa pedas. Tempatnya juga nyaman karna dekat dengan pantai, angin yang sepoi-sepoi  dan suara ombak juga terdengar dari warung itu. Warung ini tidak hanya menyediakan rujak petis saja. Di sini juga ada pek-empek ikan dengan bumbu yang bisa kita pilih. Kita bisa memilih bumbu kuah rebusan ikan atau dengan petis asin. Di sini juga ada bakso jeroan, orang Madura menyebutnya bakso esoh. Harga makanan di sini sangat merakyat dengan uang sepuluh ribu rupiah saja kita sudah dapat makan satu porsi bakso esoh di sana dan kita pulang dengan perut kenyang dan bahagia.            

Di sini aku dan temen-temenku memesan semua makanan yang ada di sana mulai dari rujak,pek-mpek,dan bakso esoh bahkan cemilan-cemilan lainnya seperti krupk, telur puyuh, bihun dan sosis mie. Di warung itu kita juga bertemu dengan tiga teman yang satu sekolah namun beda kelas. Ahirnya kami mengajak mereka bergabung agar lebih rame dan seru. Kita benar-benar lupa waktu karna saking serunya sudah lama tidak kumpul bareng.

Apalagi di waktu yang pandemic saat ini. Kita tidak bisa sering bertemu meskipun kita sedang libur sekolah. Rasanya kita enggan untuk pulang dan berpisah, kembali ke aktifitas sebelumnya. Pergi ke perantauan untuk melanjutkan belajar. Selesai membayar makanan ahirnya kita berpisah berpamitan satu sama lain. Hal ini yang paling kita benci, kita dipertemukan dengan jarak kembali, saling merindu satu sama lain, bertemu dan menyapa hanya lewat via online.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE