Untukmu yang Teramat Sibuk dengan Urusan Dunia, Sesekali Bertemanlah dengan Kata Jeda

berteman dengan kata jeda

Jeda sebentar, luangkan waktu untuk rehatmu, berikan ruang untuk dirimu sendiri. Aku tahu bahwa kamu di bawah tekanan pekerjaan atau tentang masalah lain yang harus menjadikanmu terus ngurusin masalah itu. Entah target-target pekerjaan yang benar kamu kejar, sampai kamu lupa untuk jeda, atau tentang kehidupan yang membuat kamu lelah dibuatnya, karena selalu harus berlari mengejar ketertinggalan, dan itu membuatmu lelah secara fisik dan batin. Penting untukmu berteman dengan kata jeda. Ia akan menjadi teman baik di waktu sekarang.

Advertisement

Mari berkenalan dengan ‘Jeda’. Ia bukanlah kata yang akan merusak pekerjaan yang sedang kamu kerjakan. Jeda akan menyembuhkan dari penat, memberikan jalan keluar dari labirin ambisius seseorang, dan memberikan kebijaksanaan untuk mengambil hikmah dari yang kamu lakukan. Jeda bukan hanya sedang berhenti, Ia lebih dari itu.

Jeda memiliki interval waktu yang relatif singkat, namun berbicara tentang efektifitas. Istirahat yang efisien mungkin dua kata yang mewakili dari Jeda, tapi Jeda akan lebih berguna dari semuanya. Tenang saja, pekerjaan kamu tidak akan gagal, walaupun memang ada ketertinggalan, tapi kuyakin Jeda akan membantu mengejarnya. Jeda sebentar, aku tahu kamu sudah sangat lelah.

Target kehidupan yang sedang kamu kejar, aku tahu bahwa kamu sedang berjuang untuk mendapatkannya, kamu sedang melakukan yang terbaik untuk mencapai hasil yang kamu inginkan. Tapi apakah kamu sudah melihat kondisi dirimu sendiri? Lihatlah sangat kusut dan lelah. Kamu sudah memberikan yang terbaik, sampai kamu lupa dengan goresan dan luka yang ada di tubuhmu, aku tahu kamu tidak bisa berhenti sekarang, tapi aku tidak bisa terus diam dan membiarkanmu berlari, mengejar haus targetmu, aku hanya bisa mengingatkanmu, lewat tulisan ini, istirahatlah sebentar.

Advertisement

Semalam aku bicara denganmu, tentang impian yang kamu inginkan. Aku percaya kamu akan sampai dengan impian itu, aku dibuat terpukau melihat yang sudah kamu lakukan. Lagi-lagi target pekerjaanmu, atau mengejar gengsi kehidupan membuatmu terseret lebih jauh sampai lupa kondisi dirimu sendiri. Kadang aku merasa sangat gengsi dan terus terpacu oleh orang lain yang sudah lebih baik dariku.

Tapi aku harus sadar akhirnya, denganku yang mengikuti arus orang lain, aku hanya akan tersesat dengan hal yang bukan diriku, lama kelamaan aku akan lupa dengan tujuanku sendiri, dan malah salah untuk melangkah, sampai lupa aku telah terhipnotis dengan berjalan di bawah tujuan orang lain, itulah gengsi.

Advertisement

Aku akan menambahkan kalimatku tentang gengsi, karena itu sangat membuat kita tersesat bahkan terhipnotis. Aku sangat memahami yang kamu pikirkan tentang gengsi, dan kamu akan selalu tidak setuju dengan yang aku tulis kedepan. Kamu sedang gengsi sekarang! Hilangkan dulu itu, baru kamu bisa melanjutkan mengikuti irama tulisan ini. Kamu, hari ini, saat ini, hanya sedang mengikuti gengsi yang kamu buat sendiri, tentang iri hati dengan melihat orang lain lebih sukses darimu, melalui media sosial yang membuatmu terpengaruh dan ingin menjadi sepertinya.

Cukup dengan membuka mata, apakah kamu sedang mengikuti story yang dibuat orang-orang dan itu membuat kamu iri? Banyak orang akan tersesat saat itu juga, karena panas melihat capaian dari orang lain, akhirnya kamu melakukan tindakan yang menurutmu akan lebih sukses darinya, entah itu masalah kehidupan, finansial, cinta, atau pekerjaan.

Bahkan sekarang kamu telah berjalan dan mengarungi sungai itu, kamu sudah berjuang dan mendapatkan beberapa hasil, namun tetap saja kamu tidak sama dengan orang yang itu, hasilnya tidak akan maksimal, karena ada penghalang, niat mu dari awal hanya gengsi dan panas melihat kesuksesan orang lain, tapi aku tidak akan menyalahkanmu dengan perjuanganmu yang telah sampai saat ini, kadang kita harus menertawakan diri sendiri, tentang kesalahan-kesalah yang telah kita perbuat, entah tidak sengaja atau sengaja dilakukan karena ketidakmampuan.

Baiklah, sekarang saatnya kamu jeda sebentar, temukan kembali dirimu yang sebenarnya ada dimana, apakah jalan yang sedang kamu lalui sekarang sudah sesuai dengan yang kamu inginkan? Bila tidak sesuai, dan itu bukan kamu, tarik lagi, selamatkan dirimu dari rawa yang terus menghisapmu. Bila ternyata kamu menyukainya dan menikmatinya tidak ada salahnya untuk menyembukan luka dari perjuangan kemarin, duduk dulu, minum teh, dan nikmati sore dengan musik-musik andalanmu.

Memang tidak semua orang berjuang untuk orang lain, ada juga orang yang sepertimu, yang mengejar target dan nilaimu sendiri. Aku akan katakan


“Kamu sudah lebih baik dari kemarin”.


Tersenyumlah kamu lebih keren dan punya tujuan yang menantimu, namun, aku akan mengingatkanmu lagi, tidak ada salahnya untuk jeda sebentar.

Jeda, aku sedang mengalaminya sekarang, kekasihku mengingatkanku, Ia telah melihat luka yang aku ciptakan, dan sekarang, aku sedang menyembuhkan luka itu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

une femme libre