Sebelum itu aku adalah seorang yang hancur. Aku merasa tidak memiliki harapan di bumi ini. Aku hanya bahan ejekan orang-orang sekitar. Rambut panjangku dijadikan ajang jambak-jambakan. Mukaku dicorat-coret seperti monster. Tidak lupa kata-kata hina mereka lontarkan padaku. Sangat sakit. Ingin rasanya bunuh diri. Tetapi aku ingat. Aku punya Tuhan. Jika aku mati, Tuhan tidak akan menerima jasadku yang mati akibat tidak tahan hidup di dunia. Tuhan tidak suka itu.

Aku sangat bingung. Aku tidak ingin menjadi bahan olok-olokan. Tuhan, bagaimana caranya aku keluar dari sini? Apa aku perlu sampai mengemis kepada mereka agar aku tidak seperti ini. Bantu aku, Tuhan!

Advertisement

Aku pun tersadar, tidak ada gunanya terlalu banyak mengeluh sana-sini. Aku pun bermohon kepada Tuhan. Aku berdoa kepada Tuhan agar aku lepas dari zona yang menyakitkan ini. Bantu aku untuk berubah. Itu saja yang kupinta ya Tuhan.

Ternyata ia mendengar doaku. Ia mengirimkan orang-orang yang kucintai dan kubenci untuk mengubah hidupku. Mereka memberikan petuah-petuah yang dapat membuatku bangkit. Aku pun mengenal diriku. Yang baik kukembangkan, yang buruk kuhilangkan. Aku pun mengasah yang ada dalam diriku. Ternyata tidak sesulit yang kurasa. Yang membuat itu terasa sulit karena aku tidak mau berubah.

Dari aku berubah, orang-orang yang dulu menghinaku tidak lagi menghinaku. Aku pun sangat bersyukur dengan hal ini. Mereka sangat salut dengan perubahan diriku dan meminta maaf dari kesalahan mereka padaku. Mereka pun terobsesi karenaku dan ikut berubah seperti aku. Terima kasih ya untuk kalian terlebih yang dulu menghinaku. Kalau tanpa kalian, aku tidak akan seperti ini. Aku tidak akan berubah seperti yang kalian lihat saat ini.

Advertisement

Terima kasih Tuhan telah menciptakan aku di dunia ini. Engkau telah memilih orang tua yang beruntung memiliki anak seperti aku. Aku akan berjuang agar orang tuaku tidak sia-sia membesarkanku. Tidak lupa juga aku berterima kasih karena Tuhan masih memberikan hidup padaku. Jikalau aku semalam putus asa dan bunuh diri, pasti aku tidak seperti ini. Aku mengerti mengapa aku seperti ini dan aku yang bisa mengubahnya.

Untuk semuanya yang masih menjadi bahan olokan, marilah kita berubah. Kenali diri kita. Asah yang baik dan buang yang buruk. Jangan lagi mengeluh kepada Tuhan mengapa aku seperti ini. Yang sekarang kita lakukan ayo berdoa agar semakin hari semakin mengenak diri sendiri dan berusaha berubah sedikit demi sedikit. Niscaya, Tuhan akan mengabulkan doamu dan engkau akan berubah. Dan jangan lupa untuk tidak sombong. Perhatikan yang rendah. Ingat lagi perjuangan kita dulu untuk berubah. Jika mereka bingung untuk berubah, bantu mereka dengan kemampuan kita yang ada. Jika mereka jatuh, bantu mereka untuk bangkit. Jikalau engkau membantu mereka, ada nilai lebih tersendiri bagi kita dan Tuhan akan mencukupkan segala yang engkau pinta pada-Nya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya