Dear mata tersayang yg sedang membaca pucuk surat ini. Permohonan pertama, senyumlah terlebih dahulu ketika kau baca kado berupa surat permohonan ini. Sebab sungguh senyum manis itu menjadi penyemangatku. Aku hampir selalu kehabisan kata-kata bila mengurai tentang kita. Atau mungkin kau tak kan sanggup membaca sampai habis suratku ini sebab terlalu panjang bahasan kita.

Tapi tenanglah, kali ini aku tak kan mencelotehimu seperti biasanya. Asal kau izinkan perempuanmu ini meminta permohonan di hari bahagiamu. Kau selalu berkata "sabar sayang sedikit lagi". Aku tidak begitu tahu, sejauh diamku ini sebutan apa yg pantas kusandang sebagai kekasihmu, aku si bodoh, aku si beruntung atau apapun itu. Namun segunung apapun diamku merenung, tak pernah aku sampai pada pemahaman kenapa aku bertahan dan terus mencintaimu.

Advertisement

Selepas itu banyak sesuatu yg kita lewati, hingga hari ini bagiku kamu masih seperti yg dulu, dan aku cinta akan itu. Aku tidak tahu apakah tuhan benar-benar sedang menyiapkan yg terbaik untuk kita kedepannya, atau alam dan kondisi hanya sedang bercanda. Sebab dari tak lama perkenalan kita kau sudah sangat yakin padaku, kau berkata akan menjadikanku tujuan lalu kau memintaku bersabar sembari mempersiapkan untuk nanti hari bahagia

Benar-benar rasanya aku seperti hidup dengan semangat berkali kali lipat, walaupun sejauh ini kau semakin tau buruk dan baikku, dan kau tetap bertahan dengan sabar dan cintamu.

Kau tak pernah berjanji namun kesungguhanmu begitu nyata untuk mempersatukan kita.

Advertisement

kita sama tahu jalannya tak begitu mulus hingga harus ada jarak temu, tapi lagi-lagi kau meyakinkan ini demi kebaikan kita bersama kedepannya. Entah kenapa aku tak punya kuasa untuk meronta pada keadaan, aku pasrah dan percaya saja. sungguh diamku lagi-lagi tak sampai pada pemahaman itu. Tapi yg paling kusadari kita tidak sedang dalam area permainan seperti hubungan pada kebanyakan orang, kita bersiap dan berusaha bersama-sama.

Kau masih tetap sabar dan memintaku untuk bersabar

Bahkan ketika kesal, amarah dan tangisku hinggap di otak penatmu, kau masih berkata, "Marah dan menangislah namun tolong jangan menyerah untuk kita". Sungguh sabarmu sejauh ini benar-benar membuatku semakin jatuh hati berkali-kali.
Rasanya aku tak percaya bila menemukan sosok yg sama nantinya.

Kadang aku cemburu, tapi itu hanya tipuan rindu sebab akhir-akhir ini kita jarang bertemu

Seperti kata mereka kabanyakan. tak apa mengurangi jatah pertemuan demi menata ke depan. Aku tahu banyak mereka yang mengistimewakanmu. Mereka tahu pandai dan tegarnya dirimu. Mereka banyak yg mengandalkanmu dan terkadang aku cemburu. Dan untuk kesekian kalinya kau hanya tepiskan senyum sejuk lalu aku kembali teryakinkan bahwa semuanya baik-baik saja.

Aku sebut namamu dalam setiap do'a.

Tak banyak yg kupinta dariNya, apabila ini memang baik untuk kita, Tuhan bantu permudahkan jalannya dan berikan kekuatan untuk aku dan dirimu. Hari ini usiamu berkurang dari ketetapanNya, dan aku meminta padamu wahai lelaki, Bila memang aku masih dalam rencana baikmu, tolong tetaplah tuangi aku dengan kesabaran yg kau punya, jangan lelah mendengar kata maaf dariku.

Benar benar aku memohon dan meminta tetaplah besar sabarmu hingga kau mampu pacu aku untuk bersabar jua hingga kita menua.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya