Jatuh cinta. mungkin sudah berkali aku merasakannya, sehingga sepertinya paham betul saat hal itu datang. Walaupun kadang juga sering mempertanyakannya, apa betul aku sedang jatuh cinta? Karena seringkali dia datang begitu saja~ Ya jatuh cinta mungkin sering aku rasakan dulu saat saat baru menginjak remaja.

Di sekolah misal, ketika mudah sekali berbunga bunga saat berpapasan dengan si kakak kelas yang tersenyum ke arah kita, sambil tersipu malu karena kegeeran saat tiba2 tatapanku dan si kakak kelas bertemu.

Advertisement

Atau sengaja cari pertanyaan ke si yang ditaksir buat sekedar kirim sms lalu sangat girang ketika dapat balasan. Ah..sungguh indah memang rasa-rasa itu.

Namun Seiring Bertambahnya Usia, Jatuh Cinta Itu Sulit. Setelah dewasa, sepertinya sulit untuk kembali merasakan sensasi jatuh cinta. Kecuali, bila kita dicintakan dengan seseorang di saat usia kita terbilang cukup muda, lalu bertahan hingga dewasa.

Percaya atau tidak, di usia 20an ke atas, jatuh cinta sepertinya jadi suatu yang sangat pelik. Sulit ditemukan lagi . Apalagi kalau kita pernah jadi korban sakit hati. duh boro-boro jatuh cinta. Liat orang "mendekat" aja bawaannya suudhzon dan nyinyir hehe.

Advertisement

Namun, Begitulah Cinta. Bisa Datang Tiba Tiba Tanpa Salam, Tanpa Permisi

Selang beberapa lamanya tak merasa jatuh cinta, sensasi itu datang lagi. Dengan seseorang yang mulanya ku anggap sebagai rekan kerja, perasaan itu tumbuh persis seperti anak remaja lagi. Melakukan hal-hal alay bersama, berbalas pesan sampai larut malam, pergi tanpa tujuan. Semuanya sah-sah saja dan sangat membahagiakan.

Persis anak muda yang sedang jatuh cinta. Bedanya, jatuh cintanya anak remaja rawan sama berantem dan drama putus-putusan, kalau kala itu semua dilewati dengan cara bijaksana dan saling pengertian khas anak dewasa. Duh jadi lebih syahdu to?? serasa mendapat cinta yang sempurna, kisah yang diidam-idamkan..

Tapi, Percayalah.. tak akan ada sesuatu yang semudah dan sesempurna itu, di dunia ini

Lah tapi kisah cinta ternyata tak sesempurna itu. Ada saja yang membuat semua akhirnya harus pecah berantakan meskipun bukan kita yang mau. Tapi takdir maunya begitu. Sempat oleng lalu aku pun kembali berdiri tegak. Berusaha mencari cinta yang baru beberapa hati pun ku kenali.

Namun lagi-lagi sulit jatuh cinta lagi, entah karena memang hatinya belum pas atau belum ada yang bisa menandingi indahnya kisah dulu.

Dan lalu. datanglah kamu …

Kemudian, ditemukannlah aku dengan seorang laki-laki yang kusebut "kamu". Teman yang dulu pernah ku kenal, bahkan pernah ku taksir. Kita pun dipertemukan dalam kondisi yang sama-sama patah. Aku yang ingin lari dari masa lalu, dan dia yang cukup dikecewakan masa lalu.

Tentang lelaki itu, Menurutku, dia sudah cukup mempunyai list-list yang ditargetkan seorang wanita dalam mencari pendamping hidup. Dia, baik keluarganya, baik sifat dan sikapnya, baik rencana hidupnya, dan tentunya baik niatnya terhadapku.

Dengan segala pertimbangan, kemudian bismillah kuputuskan untuk kita menjalani proses menuju kehalalan. Belajar mengenal satu sama lain baik melalui pesan cepat Whatsapp atau sekedar jalan-jalan berdua selalu jadi agenda. Mengenal pihak keluarga satu sama lain pun sudah dilakukan.

Namun, lagi-lagi cinta itu sulit. Sulit karena, Aku Tak Bisa Merasakannya

Oh Tuhan, tapi salah apakah aku. Aku tak tahu apa aku jahat atau tidak .. sungguh sensasi rasa jatuh cinta itu masih tak kunjung muncul. aku pun sering bertanya, apakah dia juga merasakan hal yang sama? Sebab kita memang bertemu dalam satu kondisi sama-sama butuh mencari hati yang baru?

Sungguh aku tak tahu ini kenapa, apa memang kita belum saling mengenal lalu saling menemukan sisi menarik? Atau kita masih terlalu nyaman dengan masa lalu? Atau..kita belum jodoh? Ah, Tuhan ngeri sekali pertanyaan terakhir itu… 🙁 :(

Dan, ujung-ujung darisemua keluhanku adalah, bermuara pada-Mu..Tuhan. Aku hanya selalu berdoa kepada-Mu Tuhan yang mempunyai kekuatan super, yang mempunyai gudang-gudang cinta tak terbatas, agar berkenan memercikkan buih buih cinta kepada kami.

Niat ku dan dia baik Tuhan, ditempuh dengan jalan yang baik, berharap mendapat yang terbaik dan semoga Engkau mau berbaik hati memberikan cinta terbaik. Suatu hari nanti. Dariku, yang ingin jatuh cinta (lagi).

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya