Aku dan kamu terikat dalam hubungan mutualisme. Kamu penuhi kebutuhanku dan aku akan memenuhi kebutuhanmu. Aku dan kamu hanyalah menjalin hubungan yang saling menguntungkan sama satu lain.

Sering aku mendengar kamu mengulang cerita yang sama yaitu tentang mantan-mantanmu. Aku hanya diam karena aku anggap suatu saat kamu akan bosan mengulang cerita yang sama di setiap pertemuan. Aku salah, kamu tak berhenti dan meneruskan ceritamu pada akhirnya aku di titik kemuakkan.

Advertisement

Apa hebatnya mantan-mantanmu itu dibandingkan dengan diriku? Mungkin mereka lebih cantik juga pintar dibanding diriku, tetapi mereka sudah masa lalu. Aku yang kini berada di sampingmu, bukan mereka.


Kamu bilang aku tidak peka. Tapi kali ini kamulah yang tidak peka, kamu abaikan perasaanku. Bukan berarti aku tak cinta, lantas aku tak miliki rasa cemburu kepadamu.


Harusnya kamu paham. Aku ulangi, hentikan semua ceritamu. Simpan untuk dirimu sendiri atau buatlah buku tentang mantan-mantanmu itu karena aku sama sekali tidak tertarik dengan ceritamu itu. Aku diam karena tidak ingin selalu berdebat tentang hal-hal seperti itu, karena ada yang lebih penting seperti masa depan kita berdua.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya