Untuk wanita yang akan berbagi hati dengan ku, semoga kita sama-sama ikhlas


Bukankah seharusnya rasa seperti ini tak pernah ada? Bukankah aku harus terbiasa berbagi dalam hal apapun. Termasuk berbagi hatimu dengannya?


Akhir akhir ini aku merasa ada yang aneh denganmu. Maaf maksudku bukan denganmu. Bukan, tapi dengan kalian. Aku tahu dia adalah sahabat baikku, kisah klasik ini tak akan membahas tentang mantan wanitamu, tapi sahabat wanitaku yang telah berhasil membuatku cemburu karena terlalu dekat dengan denganmu. Ah, mungkin hanya perasaanku, kalian tetap sama seperti dulu. Tapi entah aku tak tahu setan apa yang ada dalam otakku kemudian menjalar ke ulur hatiku hingga membuat dadaku sesak kesekian kalinya.

Advertisement

Yang aku ingat kisah ini dimulai pada tanggal 27 Maret 2017 lalu, dan membuat nafasku terasa berat serta dadaku terasa sesak. . . . .

Harusnya aku tak mengapa melihat tingkah kalian. Harusnya aku diam saja, harusnya aku tak perlu menangis, Harusnya aku tak pergi begitu saja, dan sudahlah masih banyak harusnya yang lainnya. Yang aku tahu, aku sakit. Dan aku tak tahu sakit ini sampai kapan. Besok? Ku anggap begitu.

Bukankah kamu sahabatku, bukankah aku harus berbagi semua hal denganmu? Aku tak tahu ada apa dengan diriku. Aku tak suka ketika melihatmu bisa tertawa dengan lantang, karena yang membuatmu tertawa itu bukan aku. Sudah itu saja alasan yang dapat ku paparkan. Yang lainnya., aku masih belum menemukan setan apa ini.

Advertisement

Setan apa yang ada dalam otakku hingga membuat hatiku memusuhi sahabatku? Aku ingin waktu kembali seperti hari sebelumnya. . . .

Haruskah aku pergi agar tak sakit hati? Haruskah aku pergi agar hatiku tak memaksa ku untuk membenci sahabatku? Haruskah aku tetap dengamu dan mengatakan bahwa semua baik saja? Terkadang aku berfikir sahabatku hanyalah dia yang selalu aku ceritakan pada semua orang dengan bangganya.


Sebenarnya berbagi dalam hal apapun sudah terbiasa kita lakukan. Tapi mengapa untuk urusan yang satu ini terasa berat? Jujur, aku tak sanggup untuk berbagi hati denganmu sahabat. Maafkan aku.


Tapi benarkah keputusan ini?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya