Kreatif itu BEDA. Kenapa Beda? Karena 1) perilaku-nya tidak sama, atau 2) pikiran-nya tidak lazim, mungkin 3) jiwa/batin-nya unik, dan bisa jadi 4) karya-nya yang luar biasa.

Menulis kreatif adalah kompetensi. Tak cukup hanya bakat, tak juga terbatas pada minat. Apalagi hanya bermodalkan kebiasaan. Menulis kreatiif harus memadukan 6 aspek penting; mulai dari aspek pengetahuan, sikap, proses, keterampilan, hasil, dan profesi. Menulis kreatif sebagai kompetensi ada dan bisa terjadi pada setiap orang. Kompetensi menulis kreatif pasti ada pada setiap orang. Potensi yang melekat, tapi mungkin belum digali.

Kompetensi menulis kreatif hanya butuh sikap mental dan cara berpikir yang direfleksikan melalui kebiasaan dan tindakan. Karena untuk menjadi kompeten, kita harus mampu melaksanakan apa yang ingin dilakukan.

Buku “Kompetensi Menulis Kreatif” karya Syarifudin Yunus, diterbitkkan oleh Penerbit Ghalia Indonesia pada April 2015. Ini buku karya ke-11 penulisnya. Buku ini disajikan untuk memberikan masukan dan tuntunan tentang menulis dengan cara yang beda, menulis yang tidak biasa. Menulis kreatif tidak dapat diajarkan, tetapi dapat dipelajari. Menulis kreatif yang paling baik adalah menuliskan setiap ide dan gagasan yang bergumul dalam pikiran kita.

Buku ini pantas dan cocok untuk para pembelajar Menulis Kreatif atau siapapun yang ingin bisa menulis untuk sastra. Pas untuk buku pegangan pembelajaran menulis kreatif. Menulis karya sastra yang berorientasi praktik, bukan teori semata. Karena menulis kreatif bukanlah menulis ilmiah. Menulis sesuatu dengan cara yang beda, baik untuk puisi, cerpen, novel maupun drama.

Advertisement

Belajar menulis kreatif akhirnya harus mampu mencipta karya sastra. Itulah kompetensi menulis kreatif, spirit yang melandasi proses belajar menulis kreatif. Tidak ada karya kreatif yang lahir tanpa komitmen dan konsistensi. Kompetensi menulis kreatif hanya akan ada bila kita mau menulis, menulis, dan menuliskannya.

Memang tidak mudah membangun kompetensi menulis. Namun, apabila ada kemauan maka pasti ada jalan. Kompetensi menulis dapat terjadi pada saat kita mau melakukannya dengan benar. Karena menulis, tidak hanya fokus dalam memperlakukan “bakat istimewa” yang kita miliki tetapi juga pada kemampuan memadukan minat untuk belajar dan membangun kebiasaan untuk menuangkan setiap ide dan gagasan secara tertulis. Menulis kreatif menekankan pada “cara yang beda” dalam menulis. Beda dalam melihat suatu topik yang akan dituliskan.

Membaca dan mempelajari buku “Kompetensi Menullis Kreatif”, kita dapat memahami 1) Hakikat Kompetensi Menulis Kreatif, 2) Menulis Kreatif, 3) Menulis, 4) Kreativitas, 5)Proses Kreatif dalam Menulis, 6) Tahapan Menulis Kreatif, 7) Menulis Puisi, 8) Menulis Cerpen, 9) Menulis Novel, dan 10) Menulis Drama.

Jadilah penullis kreatif, menulis dengan cara yang beda. Karena tiidak ada yang sulit dalam menulis. Kita yang menyulitkan diri kita sendiri. Ingat “scripta manent, verba volant; yang tertulis akan abadi, yang terucap akan hilang”. Semoga berguna dan mencerahkan bersama buku “Kompetensi Menulis Kreatif”. Terima kasih dan salam menulis kreatif.