Pada dasarnya seorang Ibu hamil adalah wanita yang spesial. Saat ini, mereka tengah mengalami perubahan-perubahan pada diri mereka. Dimulai dari perubahan fisik hingga emosional. Setiap ibu hamil menerima kondisi ini dengan respon beragam sehingga di sinilah peran suami sangat dibutuhkan.

Para suami terutama calon ayah baru cenderung kaget dengan perubahan ini. Hal wajar jika awalnya mereka bingung dengan posisi yang harus mereka ambil untuk menemani istri mereka melewati masa 9 bulan itu. Hal paling mendasar yaitu tetapkan konsep bahwa perubahan ini adalah proses istimewa. Setiap calon ibu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, jadi jangan selalu menyamakan atau membandingkannya dengan pengalaman orang lain (bukan berarti semua pengalaman orang lain salah).

Advertisement

Perubahan yang fisik yang dialami biasanya seperti semakin berisi, kulit cenderung terlihat berminyak, mungkin timbul jerawat, akan sering kencing, sulit tidur di malam hari, mudah lelah, mual di pagi hari, sakit kepala, kram perut, atau gangguan pada pernapasan dan penceranaan. Perubahan yang signifikan juga muncul pada emosi mereka yang berubah menjadi sangat sensitif.

Untuk calon ayah, tolong usahakan ini untuk istri kalian.

1. Tolong hindari mengomentari peningkatan frekuensi, porsi atau mungkin perubahan selera makannya. Sebaliknya, dukunglah mereka memenuhi asupan nutrisi yang baik. Mungkin mereka sering ingin makan sesuatu yang aneh, bersabarlah, tolong upayakan yang kalian bisa. Semangati juga mereka untuk selalu ingat bahwa janin mereka akan menyerap apa yang mereka konsumsi jadi ingatkan mereka memilih makanan.

Advertisement

2. Tolong hindari mengomentari perubahan fisik yang terjadi seperti bertambah gemuk, berjerawat dan lain-lain. Sebaliknya, mereka membutuhkan pujian, mereka ingin dihargai karena percayalah sebenarnya mereka tidak punya pilihan. Mereka mungkin juga terserang krisis kepercayaan diri karena perubahan fisik yang mereka alami.

3. Tolong hindari bertanya mengapa mereka selalu terlihat malas dan lebih memilih tiduran di kamar. Percayalah ternyata memang begitu adanya, perubahan hormon yang mereka alami membuat mereka seringkali cepat lelah maka bantulah mereka agar bisa nyaman beristirahat.

4. Tolong hindari mengeluhkan mereka yang mendadak kelewat manja atau malah menjadi kelewat cuek. Bersabarlah karena memang mood ibu hamil sangat labil.

5. Tolong hindari membuat mereka khawatir atau marah, sebaliknya buatlah mereka senang dengan menghindari pertengkaran, menghibur atau menemaninya. Tanamkan sejak sekarang bahwa hamil bukanlah penyakit dan melahirkanpun adalah hal normal bagi ibu hamil, yakinkan mereka bahwa mereka pasti sanggup melewatinya.

6. Tolong hindari mengabaikan keluhan atau cerita mereka. Sebaliknya, responlah keluhan mereka dengan simpati yang baik. Termasuk selalu berbicara dengan nada yang halus, positif namun tidak berlebihan. Jika harus menegur mereka maka tegurlah dengan lembut.

7. Tolong terlibatlah dalam setiap proses serta ikutlah mencari berbagai informasi yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi. Jangan lupa, temanilah mereka checkup, membeli perlengakapan hamil dan bayi hingga olahraga bersama terutama setelah umur kehamilan memasuki usia 6 bulan.

8. Tolong bantulah mereka merasa nyaman seperti memberikan pijatan, mengelus perut atau kepala, dan membacakan Al Quran.

Mungkin tanpa pesan ini, kalian para calon suami sudah dan pasti akan melakukan yang terbaik. Seringkali istri kalian membuat bingung atau bahkan kesal, tapi tolong bersabarlah, maafkanlah. Setelah masa kehamilan ini, masih banyak tantangan yang perlu kalian hadapi sebagai orang tua. Maka bersiaplah untuk proses istimewa itu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya